
Tagar.co – Suasana halaman SMK Muhammadiyah 5 Gresik, Jumat pagi (7/11/2025), tampak semarak oleh keceriaan dan semangat puluhan siswa SD dan MI se-Kabupaten Gresik.
Mereka berkumpul untuk mengikuti Upgrading IPM Kids 2025, sebuah kegiatan pembinaan karakter dan kepemimpinan tingkat dasar yang digagas oleh Forum Silaturahmi dan Komunikasi (Foskam) SD/MI Muhammadiyah Gresik.
Suasana Hangat dan Interaktif
Momen berharga terjadi ketika Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, H. Muhammad Thoha Mahsun, M.Ag., M.HES., hadir untuk membuka kegiatan.
Alih-alih langsung memberikan sambutan formal, Pak Thoha, sapaannya, memilih cara yang unik dan akrab dengan anak-anak. Ia mengawali dengan memanggil satu per satu peserta berdasarkan wilayah asal mereka, mulai dari Gresik selatan hingga Gresik utara.
Baca juga: Upgrading IPM Kids 2025: Menumbuhkan Pemimpin Cilik dari Sekolah Muhammadiyah
Setiap kali nama daerah disebut, anak-anak menjawab dengan riang. Gelak tawa dan tepuk tangan pun pecah, mencairkan suasana.
Cara sederhana ini bukan sekadar pengabsenan, melainkan bentuk komunikasi hangat yang membangun kedekatan dan fokus peserta sebelum menerima materi inti.
Pesan Salat dan Disiplin Diri
Setelah suasana mencair, Pak Thoha mulai menyampaikan pesan inti yang dianggapnya menjadi pondasi kesuksesan hidup. “Kalau mau sukses, pertama jangan tinggalkan salat,” ujarnya tegas.
Ia menekankan bahwa salat bukan hanya ibadah wajib, tetapi juga latihan disiplin dan pengendalian diri.
Untuk menguji kesadaran para peserta, beliau bertanya spontan, “Siapa yang tadi belum salat Subuh?” Pertanyaan itu membuat beberapa anak menunduk malu sementara yang lain tersenyum.
Suasana pun hidup, namun sarat makna. Dengan cara ringan, Pak Thoha mengingatkan pentingnya menjaga salat bahkan saat mengikuti kegiatan di luar sekolah.
Hormat kepada Guru dan Orang Tua
Pesan kedua yang beliau tekankan adalah pentingnya menghormati orang tua dan guru. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak dan sikap hormat.
“Kalau ingin Allah memudahkan jalan kalian, hormati orang tua kalian. Dengarkan perkataan guru. Doa mereka luar biasa dahsyatnya,” tegasnya.
Pak Thoha menambahkan bahwa anak-anak yang terbiasa memuliakan guru dan orang tua akan diberkahi ilmu yang bermanfaat. Dalam tradisi Muhammadiyah, kata beliau, hubungan murid dan guru bukan sekadar urusan akademik, tetapi ikatan moral dan spiritual yang menumbuhkan karakter unggul.
Menyiapkan Kader Pemimpin Muda
Sebelum menutup sambutannya, Pak Thoha kembali menegaskan dua pesan penting itu—salat dan hormat kepada orang tua serta guru—sebagai kunci keberhasilan dunia dan akhirat. Ia berharap peserta Upgrading IPM Kids tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan berakhlak mulia.
Beliau juga mengingatkan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah organisasi kader yang berperan penting dalam membentuk pelajar berjiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial. Karena itu, setiap peserta harus berani mengambil peran dalam memajukan sekolah dan lingkungannya.
Dengan penuh semangat, Pak Thoha kemudian membuka secara resmi kegiatan Upgrading IPM Kids Tahun 2025. Tepuk tangan meriah dari para peserta dan guru pendamping pun mengiringi momen tersebut, menandai dimulainya rangkaian pelatihan yang diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pemimpin masa depan Muhammadiyah yang tangguh dan berkarakter. (#)
Jurnalis Nurkhan Penyunting Mohammad Nurfatoni












