Feature

Di Balik Ujian Ada Janji Allah

74
×

Di Balik Ujian Ada Janji Allah

Sebarkan artikel ini
Takdir kadang tak sesuai harapan, namun Allah tak pernah salah menakar. Setiap ujian hadir bersama rahmat-Nya. Dalam sabar dan pasrah, ada kekuatan dan pertolongan yang dijanjikan.
Ilustrasi AI

Takdir kadang tak sesuai harapan, namun Allah tak pernah salah menakar. Setiap ujian hadir bersama rahmat-Nya. Dalam sabar dan pasrah, ada kekuatan dan pertolongan yang dijanjikan.

Oleh Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Tagar.co – Ada kalanya hati terasa ingin mengeluh. Letih memikul beban kehidupan, jenuh menanti jawaban, dan lelah bertanya dalam diam: Mengapa semua ini harus terjadi? Namun, di tengah gelisah itu, firman Allah datang mengetuk kesadaran:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”
(Al-Baqarah: 286)

Ayat ini bukan sekadar penenang, tetapi janji suci dari Dzat Yang Maha Mengetahui isi hati. Tak satu pun beban hadir tanpa sepengetahuan-Nya, tanpa takaran-Nya, dan tanpa hikmah di baliknya. Maka, siapa yang mampu menjaga keikhlasan di tengah gelombang takdir, sungguh ia sedang menapaki jalan para kekasih Allah.

Baca juga: Menanamkan Cinta kepada Rasulullah sejak Dini: Jalan Mencerahkan bagi Orang Tua

Baca Juga:  Ramadan Datang, Sudahkah Batin Kita Siap?

Masyaallah, betapa luar biasanya mereka yang tetap tenang dan sabar menerima takdir—baik pahit maupun manis. Mereka menyadari bahwa segala yang terjadi adalah bagian dari ketetapan-Nya. Bahkan sebelum kita mengenal dunia ini, seluruh takdir telah ditulis dalam kitab yang tak pernah luput dari penjagaan-Nya: Lauhulmahfuz.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Allah telah menuliskan takdir seluruh makhluk lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Saat itu, ‘Arsy-Nya berada di atas air.”
(HR. Muslim No. 2653)

Apa lagi yang bisa dilakukan hamba selain tunduk dan menerima? Bukankah setiap takdir adalah bentuk cinta-Nya? Dalam kepasrahan itulah hati menjadi damai, dan langkah terasa ringan.

Rasulullah Saw. memberikan nasihat mendalam bagi siapa saja yang tengah menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan. Beliau bersabda:

“Ketahuilah, apa yang menimpamu tidak akan meleset darimu, dan apa yang meleset darimu tidak akan menimpamu. Ketahuilah, pertolongan datang bersama kesabaran, jalan keluar datang bersama kesusahan, dan kemudahan datang bersama kesulitan.” (H.R. At-Tirmizi No. 2516, sahih menurut Al-Albani)

Baca Juga:  Manusia di Balik Linimasa

Inilah lentera di tengah lorong kehidupan: bahwa sabar bukan hanya bertahan, tapi juga percaya akan janji Allah. Di balik kesulitan, ada kemudahan. Di balik tangis, ada harapan. Di balik ujian, ada jalan pulang menuju-Nya. Dan ketika kita merasa tak kuat, yakinlah: Allah tak menciptakan kelemahan tanpa membuka pintu kekuatan.

Apa pun bentuk ujian yang datang—kabar buruk, kegagalan, kehilangan orang tercinta, sempitnya rezeki—semuanya dalam genggaman Allah. Ketika logika manusia tak mampu memahami skenario-Nya, justru di situlah iman diuji: apakah kita benar-benar percaya bahwa Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana?

Firman-Nya kembali menguatkan:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya…”
(Al-Baqarah: 286)

Ayat ini bukan hanya penghiburan bagi yang sedang terluka, tapi juga seruan untuk terus melangkah. Sebab kekuatan bukanlah milik mereka yang tak pernah jatuh, tetapi milik mereka yang tetap bangkit setelah berkali-kali terjatuh—karena yakin, ada Allah yang menolong dan membimbing.

Jangan berhenti. Karena di ujung sabar, ada takdir indah yang tak pernah kita sangka. (#)

Baca Juga:  Hukum Menunda Qada Puasa Ramadan

Penyunting Mohammad Nurfatoni