Feature

Cerita Sopir Ambulans Lazismu Lumajang yang Mengejutkan

46
×

Cerita Sopir Ambulans Lazismu Lumajang yang Mengejutkan

Sebarkan artikel ini
Cerita perjalanan mengantarkan banyak pasien dalam perjalanan ribuan kilometer. Melahirkan harapan, persaudaraan, juga kesedihan.
Rezy Yulian Firmansyah menjemput pasien diantar ke rumah sakit. (dokumen lazismu)

Cerita perjalanan mengantarkan banyak pasien dalam perjalanan ribuan kilometer. Melahirkan harapan, persaudaraan, juga kesedihan.

Tagar.co – Di balik bunyi sirene ambulans Lazismu Lumajang di sepanjang jalan, ada cerita sosok pantang lelah yang sabar dan cekatan. Dia Rezy Yulian Firmansyah.

Setiap hari ia duduk di balik kemudi ambulans menyusuri jalan-jalan kota hingga lintas provinsi. Bukan sekadar mengantar pasien. Juga mengantar harapan. Sering menyaksikan kepedihan yang mendalam.

Selama periode Januari hingga Juni 2025, menurut catatan Lazismu Lumajang terdapat 169 layanan ambulans.

Rinciannya 148 layanan dalam kota dan 21 luar kota. Mayoritas antar-jemput pasien sebanyak 163 kali. Lima kali layanan jenazah, dan satu layanan sosial. Total jarak yang ditempuh mencapai 2.803 kilometer selama enam bulan.

Biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp11.334.400. Penerima manfaat terdiri dari 85 laki-laki dan 84 perempuan.

Salah satu yang paling membekas di ingatan Rezi ketika mengantar Bu Cipluk, 45 tahun, warga Kecamatan Tukum.

Bu Cipluk patah tulang akibat kecelakaan dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso di Surakarta. Masalahnya, ia tak punya biaya berobat. Bahkan hanya untuk transportasi.

Baca Juga:  Elpiji Langka, Laporan Rakyat saat Halalbihalal dengan Bupati

”Enam kali saya antar-jemput Bu Cipluk ke Surakarta,” cerita Rezy ketika dihubungi Kamis (10/7/2025).

”Alhamdulillah, pen di kakinya sudah dilepas. Sekarang sudah bisa berjalan lagi,” tambahnya.

Bu Cipluk tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada donatur Lazismu. Di ujung perjalanan yang jauh, ia menemukan harapan dan langkah baru.

Namun, tidak semua kisah berakhir bahagia. Rezy mengenang pula Lilik Sulistiyo, warga Tempeh Lor yang menderita kanker payudara.

Ekonomi keluarganya terbatas. Ia harus menjalani pengobatan ke RS DKT Jember. Ambulans Lazismu telah delapan kali mengantarkannya. Namun takdir berkata lain. Lilik meninggal dunia setelah perjuangan panjang.

“Beliau orang baik, tenang, tidak banyak bicara. Sampai akhir tetap sabar,” kenang Rezi.

Di sudut lain Lumajang, seorang lelaki bernama Ali Maskur telah lima tahun hanya terbaring di atas ranjang karena stroke. Sekali waktu, Rezi mengantarnya ke Puskesmas Tempeh menggunakan ambulans Lazismu.

“Sekali itu saja, tapi sangat berarti bagi keluarganya. Mereka benar-benar tidak mampu,” ucapnya.

Namun dari seluruh pengalamannya, perjalanan paling panjang dan berkesan saat mengantar jenazah ke Depok. Perjalanan itu menempuh waktu sebelas jam. Disopiri sendirian. Tapi ditemani istrinya.

Baca Juga:  Kado Ramadan Lazismu Lumajang Dibagi Dua Tahap

”Saya ditemani istri. Capek banget, tapi ini bagian dari amanah,” katanya.

Yang membuat hatinya tergetar ketika memasuki Gerbang Tol Cisalak, Depok. Di sana, ada tiga ambulans bersama 30 relawan sudah menanti menyambut kedatangannya untuk oper kendaraan.

“Luar biasa. Mereka menyambut saya dengan senang hati, mempersilakan istirahat, dan menjamu kami. Semua terasa seperti keluarga,” kenangnya dengan mata berbinar.

Bagi Rezy, menjadi sopir ambulans adalah berkah. “Banyak teman, banyak saudara, dan banyak jejaring di mana-mana,” ujarnya penuh syukur.

Layanan ambulans Lazismu bukan sekadar fasilitas, tetapi tali penyambung hidup bagi mereka yang terdesak.

Rezy hanyalah satu bagian kecil dari gerak besar kebaikan yang tak mengenal pamrih.

“Ambulans ini penting sekali untuk masyarakat miskin dan rentan. Kadang saya mikir, kalau bukan kita, siapa lagi yang mau antar mereka?” ujar Rezy.

Direktur Lazismu Lumajang, Said Romdhon, mengajak masyarakat luas untuk terus mendukung program layanan ambulans. “Kebaikan Anda telah banyak menyelamatkan nyawa dan meringankan derita,” ucapnya.

Baca Juga:  Kultum Pembuka Rapat Lazismu

Dukungan bisa disalurkan melalui www.lazismulumajang.or.id.

”Setiap rupiah Anda bisa menjadi bensin bagi ambulans yang mengantar harapan atau menghadirkan ketenangan di tengah duka,” tuturnya. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto