Feature

Berdakwah pada Jin: Misbahul Munir Kupas Gejala, Penyebab, dan Praktik Deteksi

272
×

Berdakwah pada Jin: Misbahul Munir Kupas Gejala, Penyebab, dan Praktik Deteksi

Sebarkan artikel ini
Misbahul Munir dalam Pengajian Ahad Pagi yang digelar Majelis Tabligh PCM Kebomas, Gresik, 16 Novmber 2025 (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa Giri, Kebomas, Gresik, berubah menjadi sesi praktik langsung. Misbahul Munir mengajak jemaah merasakan perbedaan suhu tubuh dan membaca doa-doa khusus untuk memahami gejala kejinan secara nyata.

Tagar.co – Ahad pagi di Masjid At-Taqwa Perguruan Muhammadiyah Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur terasa berbeda. Alih-alih hanya mendengar ceramah dari podium, jemaah diajak ‘turun langsung’ mempraktikkan deteksi gangguan jin.

Pengajian yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebomas Ahad (16/11/2025) itu menghadirkan Ketua Tajdid Center Jawa Timur, Misbahul Munir, S.Pd.I., yang melanjutkan kajian populernya, Berdakwah pada Jin—kini memasuki jilid keempat.

Baca juga: Mimbar Giri: Ajari Anak-Anak Muhammadiyah Berdagang

Pada kesempatan yang bertepatan dengan 27 Jumadilawal 1447 tersebut, Misbahul membuka pemaparan dengan menjelaskan perjalanan kajiannya sejak jilid pertama. “Jilid pertama disampaikan di GDM Gresik, jilid kedua di Masjid K.H. Ahmad Dahlan Gresik, ketiga di Giri, dan jilid keempat ini juga di Giri,” ujarnya.

Berbeda dari jilid sebelumnya, pada pertemuan ini Misbahul mengajak jemaah untuk melakukan praktik langsung. Ia meminta jemaah mengangkat kedua telapak tangan untuk mengamati respons fisik.

Baca Juga:  School Approach SD Almadany: Ratusan Siswa TK Aisyiyah Ceria Belajar di Alam

“Jari-jemari yang tidak bisa diluruskan, tidak dapat dirapatkan, atau meliuk dapat mengindikasikan seseorang sedang mengalami gangguan jin,” terangnya.

Setelah memperhatikan beberapa jemaah laki-laki, ia menunjuk dua orang untuk maju ke depan untuk praktik bersama.

Misbahul kemudian meminta salah satu orang tersebut meniatkan memohon petunjuk Allah dengan membaca basmalah dan syahadat:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Ia kemudian membimbing jemaah itu membaca doa furqan:

اللّهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ
وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Setelah itu, jemaah diminta mengusap seluruh bagian tubuh jemaah lainnya untuk mencari perbedaan suhu.

“Dengan menggeser posisi telapak tangan, kita cari bagian tubuh yang panasnya berbeda,” jelas Misbahul.

“Di sini panas, Tadz,” ujar jemaah sepuh itu, yang enggan disebut namanya itu.

Ketika melanjutkan usapan ia menambahkan, “Di sini juga panas, Tadz, tapi yang ini dingin.”

Usai deteksi awal, Misbahul meminta jemaah sepuh tersebut membaca doa sambil mengusap bagian tubuh yang dirasa berbeda:

Baca Juga:  Sigap di Lapangan, Kisah Kader UKS SD Almadany Menolong Teman yang Sakit

Bismillahilladzi la yadhurru ma‘asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis sama’i wa huwa as-sami‘ul ‘alim.

Dampak Fisik dan Psikis

Dalam kajiannya, Misbahul menjelaskan bahwa gangguan jin tidak hanya berdampak fisik tetapi juga bisa memicu gangguan psikis.

Ia menganjurkan beberapa langkah sederhana, seperti sering terkena sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D dan tidur di lantai atau tanah untuk menstabilkan energi tubuh.

Ia menegaskan bahwa luka batin kerap menjadi penyebab utama seseorang mengalami gangguan tersebut. Luka batin dapat muncul dari kesedihan berlebihan, kemarahan yang dipendam, tekanan hidup, atau meratapi sesuatu secara berlebihan.

Ciri-Ciri Fisik Terkena Gangguan Jin

Menurutnya, ciri-ciri fisik seseorang yang mengalami gangguan jin dapat terlihat dari sakit yang tidak ditemukan diagnosis medisnya. Rasa tidak nyaman itu kerap muncul tanpa sebab yang jelas dan tidak merespons pengobatan medis sebagaimana mestinya.

Selain itu, tubuh juga bisa terasa hangat, panas, atau bahkan dingin saat disentuh, termasuk ketika dibacakan Al-Qur’an. Perubahan suhu ini biasanya muncul di titik-titik tertentu dan dapat berpindah-pindah.

Baca Juga:  Malam Abata SD Almadany: Menyemai Iman dan Kesiapan Diri Menjelang TKA

Gejala lainnya tampak dari rasa sakit yang datang pada jam-jam tertentu. Polanya cenderung berulang, seolah rasa sakit itu muncul mengikuti ritme yang sama setiap harinya.

Pada sebagian orang, kedutan di beberapa bagian tubuh juga dapat terjadi cukup lama dengan frekuensi yang cepat. Kedutan ini bukan sekadar reaksi otot biasa, tetapi berlangsung terus-menerus dan terasa mengganggu.

Tanda lain yang dapat dikenali adalah dengkuran keras ketika tidur, disertai gigi yang bergesekan. Pola tidur seperti ini, menurutnya, sering kali menjadi indikasi adanya gangguan yang tidak kasatmata.

Selain itu, seseorang yang mengalami gangguan jin kadang menunjukkan kekuatan fisik di luar rata-rata. Kekuatan berlebih ini muncul tiba-tiba dan tidak sesuai dengan kondisi fisiknya sehari-hari. (#)

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni