Feature

Belajar Perkalian Jadi Seru dengan Permainan Dokar di SD Almadany

49
×

Belajar Perkalian Jadi Seru dengan Permainan Dokar di SD Almadany

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas VI SD Almadany bermain kartu edukatif Dokar di ruang kelas, Kebomas Gresik, Kamis (18/9/2025). (Tagar.co/Mahfudz Efendi)

Di SD Almadany, istirahat bukan hanya waktu bermain. Siswa kelas VI seru-seruan dengan permainan Dokar—domino perkalian kreatif yang bikin matematika jadi mudah, interaktif, dan menyenangkan.

Tagar.co – Pagi masih menunjukkan pukul 09.45 WIB, waktu istirahat belum usai. Kamis (18/9/2025), halaman kelas VI Al-Haytham SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik dipenuhi suasana riang.

Sejumlah siswa asyik bercengkerama sambil menikmati jajan dan minuman yang baru saja mereka beli dari Kantin Almadany Mart.

Baca juga: Air Mata Kolektif di SD Almadany: Film Ayah-Ibu yang Menggetarkan Hati Siswa

Namun kali ini bukan sekadar waktu santai. Di sela istirahat, mereka larut dalam permainan edukatif yang dikemas seru: Perang Kartu Domino Perkalian Anti Ribet (Dokar).

Lingkaran Belajar Sambil Bermain

Di salah satu sudut kelas, empat siswa duduk melingkar. Mereka adalah Azarine Ayu Zahira Wicaksono Soegito, Dayana Battista Sujatmiko, Aisyah Kamila Putri Aksan, dan Azzima Putri Sakinah.

Tak jauh dari mereka, kelompok lain—Abraham Yazdan Zaini, Alkanz Rama Raharja, Arya Gibran Al Ghifari, serta Excel Mahendra Kusuma—tampak sama seriusnya memainkan permainan yang mirip domino ini.

Baca Juga:  Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuhnya Kreativitas Siswa

Kalau domino biasanya menempelkan jumlah bulatan, Dokar justru mengganti bulatan itu dengan soal dan jawaban perkalian. Aturannya sederhana: kartu dikocok lalu dibagi rata, pemain menentukan giliran dengan suit, lalu satu per satu membuka kartu.

Setiap kartu yang diletakkan harus sesuai dengan jawaban perkalian yang muncul. Jika tak punya jawaban, pemain wajib mengambil kartu dari tumpukan tengah. Siapa yang paling cepat menghabiskan kartu, dialah pemenangnya.

Permainan ini membuat suasana kelas hidup. Ada gelak tawa ketika salah satu siswa bingung mencari jawaban, ada juga sorakan kecil saat teman lain berhasil menutup kartu lawan.

Seru, Menyenangkan, dan Membuat Hafal

Bagi para siswa, Dokar bukan sekadar permainan.

“Permainan ini sangat menarik, jadi semakin mudah untuk menghafal perkalian,” kata Azarine Afina Azzahra.

Dayana Alia Putri menambahkan, “Menyenangkan sekali, bisa mengulang hafalan perkalian sambil bermain.”

Pendapat serupa juga diutarakan Aisyah Nailah Azzahra. Menurutnya, tanpa sadar mereka belajar sambil bersenang-senang. “Permainannya sangat menyenangkan sekaligus bisa belajar sambil bermain,” ujarnya.

Baca Juga:  Seru dan Menegangkan, Lomba Cerdas Cermat Milad Ke-8 SD Almadany

Sedangkan Azzima Zahranisa Putri menilai Dokar membuat pelajaran matematika jadi lebih interaktif. “Permainan ini membuat pembelajaran matematika lebih menarik,” katanya antusias.

Matematika Jadi Sahabat

Permainan sederhana ini membuktikan bahwa matematika tak selalu identik dengan angka kaku di papan tulis. Dengan kreativitas guru dan antusiasme siswa, pelajaran bisa menjelma jadi aktivitas yang dekat dengan dunia anak-anak.

Di SD Almadany, Dokar bukan hanya permainan pengisi waktu istirahat, melainkan juga jembatan untuk menumbuhkan kecintaan pada berhitung. Siapa sangka, di balik lingkaran kecil para siswa itu, ada upaya besar menjadikan matematika sebagai sahabat, bukan momok yang menakutkan.

Jurnalis Mahfudz Efendi Penyunting Mohammad Nurfatoni