Feature

Belajar Hadis Jadi Menyenangkan! Metode Gerakan ala Guru TK Aisyiyah 41 Gresik

45
×

Belajar Hadis Jadi Menyenangkan! Metode Gerakan ala Guru TK Aisyiyah 41 Gresik

Sebarkan artikel ini
Dengan gerakan sederhana, anak-anak TK Aisyiyah 41 Gresik berhasil menghafal hadis dalam lima menit. Guru mereka juga mengenalkan nilai Ramadan dengan cara menyenangkan dan penuh kreativitas.
Dian Kurniawati, S. Pd. I saat mengulang hafalan hadis menjaga lisan bersama anak-anak didiknya di kelas A Strawberry TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik, Selasa, 11 Maret 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Dengan gerakan sederhana, anak-anak TK Aisyiyah 41 Gresik berhasil menghafal hadis dalam lima menit. Guru mereka juga mengenalkan nilai Ramadan dengan cara menyenangkan dan penuh kreativitas.

Tagar.co — Guru Kelas A Strawberry mengajarkan cara mudah menghafal hadis Nabi di TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik, Jawa Timur, pada Selasa (11/3/2025). Metode inovatif ini membantu anak-anak memahami dan mengingat hadis dengan cepat dan menyenangkan.

Selama bulan suci Ramadan, anak-anak TK Aisyiyah41 Menganti Gresik hadir ke sekolah dengan mengenakan busana muslim. Langkah ini bertujuan membiasakan mereka berpakaian sopan dan menutup aurat.

Baca juga: Belajar Puasa dengan Ceria: Aktivitas Menyenangkan di TK Aisyiyah 41 Menganti

Pada Senin, anak-anak kelas A Strawberry diajak menghafal sebuah hadis yang relevan dengan Ramadan, mengajarkan mereka untuk menahan diri, termasuk dalam berbicara. Guru mereka, yang akrab disapa Bu Dini, memperkenalkan hadis tentang menjaga lisan: “Amsik alaika lisaanaka” (Jagalah lisanmu).

Untuk mempermudah penghafalan, Bu Dini menciptakan gerakan sederhana untuk setiap kata. Kata amsik diiringi gerakan kedua tangan ke depan dua kali, alaika dengan tangan menghadap ke atas, dan lisaanaka dengan ibu jari kanan menyentuh mulut. Dengan metode ini, anak-anak hanya membutuhkan lima menit untuk menghafalkan hadis beserta artinya.

Baca Juga:  Analogi Pilot di Mimbar Tarawih: Taat Puasa tanpa Banyak Tanya

Keesokan harinya, pada Selasa, Bu Dini mengecek hafalan anak-anak. Hasilnya, mereka masih mengingat hadis dengan baik, lengkap dengan gerakannya. Melihat keberhasilan ini, Bu Dini merasa bangga dan senang.

Muhammad Aulian Ghayda Asyraf (kiri) bersama dengan Arkana Razka Al Fatih pamerkan hasil karya mereka menempelkan enam macam aktivitas di bulan Ramadan sesuai dengan tulisannya di kelas A Strawberry TK Aisyiyah 41 Menganti Gresik, Selasa, 11 Maret 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Kenalkan Enam Kegiatan di Bulan Ramadan

Setelah sesi hafalan, Bu Dini memperkenalkan enam kegiatan utama di bulan Ramadan kepada anak-anak. Dian Kurniawati, S. Pd. I, menjelaskan enam kegiatan tersebut, yaitu i’tikaf, zakat, sedekah, tadarus, zikir, dan puasa.

Untuk mempermudah pemahaman, setiap kegiatan disertai gambar ilustratif. Gambar masjid untuk i’tikaf, kantung beras untuk zakat, tangan memasukkan uang infak untuk sedekah, Al-Qur’an untuk tadarus, dan anak yang sedang menahan lapar serta haus untuk puasa.

Berikan Tanda Bintang untuk Anak

Karena masih dalam tahap belajar berpuasa, beberapa anak membawa botol minum ke sekolah. Untuk memotivasi mereka menahan haus, Bu Dini memberikan reward berupa stiker bintang bagi anak yang berhasil tidak minum di sekolah. Hal ini membuat anak-anak merasa bangga, sementara yang masih minum berjanji akan mencoba berpuasa setengah hari keesokan harinya.

Baca Juga:  Khalifah Tugasnya Merawat Bumi, Perusak Alam Itu Turunan Jin

Metode kreatif ini tidak hanya membuat anak-anak lebih mudah menghafal hadis tetapi juga memahami nilai-nilai Ramadan dengan cara yang menyenangkan. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni