Telaah

Bekerja untuk Berbuat Baik: Pelajaran dari Bi’r Maunah

28
×

Bekerja untuk Berbuat Baik: Pelajaran dari Bi’r Maunah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Di tanggal 22 Ramadan ini, kita belajar dari kisah Bi’r Maunah tentang bekerja dengan niat sedekah, mendapatkan pahala ganda melalui usaha dan amal baik.

Oleh Muhammad Damanhuri alias Ustaz Dayak, Ketua Yayasan Kejayaan Mualaf Indonesia dan Ketua Umum Lembaga Majelis Taklim Mualaf Kalimantan Barat. Bersama Mualaf, Kita Mampu!

Tagar.co – Alhamdulillah, kita kembali diberi kesempatan untuk menjalani ujian dan ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Masyaallah, tabarakallah, kita terus diuji oleh Allah Swt. Apakah kita benar-benar beriman atau tidak?

Di pagi yang penuh berkah ini, tepatnya pada 22 Ramadan, kita bisa melihat sejauh mana keimanan kita. Bagi yang beriman, meski hujan deras sekalipun, ia akan tetap bangun, membasuh wajah, dan menghadap Allah Swt dengan penuh keyakinan.

Hari ini, hujan mulai turun sejak pukul 01.00 dini hari, dan semakin lebat sekitar pukul 02.00. Waktu Subuh, hujan reda, alhamdulillah, karena ada jadwal kegiatan yang cukup jauh, di dekat kampus PGRI, Jalan Ampera, Pontianak.

Baca Juga:  Merawat Iman Para Mualaf Pontianak lewat Pesantren Ramadan

Namun demikian, mari kita tetap belajar dan mengkaji bersama, salah satunya adalah dari kitab Syajaratul Ma’arif Bab 10, tentang:

Bekerja untuk Berbuat Baik

Bekerja dengan niat baik adalah salah satu bentuk ibadah yang dapat mengalirkan pahala dalam hidup kita. Dalam Islam, kita diajarkan bahwa bekerja bukan hanya untuk mencari rezeki, tetapi juga untuk memberi manfaat kepada orang lain.

Sedekah yang kita berikan dari hasil jerih payah sendiri memiliki nilai yang lebih tinggi, karena melibatkan usaha dan niat yang tulus. Ini juga mencerminkan sikap peduli terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Sebagai contoh, kisah dari penduduk Bi’r Maunah memberikan kita pelajaran penting tentang bagaimana usaha untuk bekerja dan membantu sesama dilakukan dengan penuh keikhlasan dan semangat untuk berbuat baik. Mereka tidak hanya mempelajari Al-Qur’an, tetapi juga mengelola sumber daya mereka untuk kepentingan bersama.

“Penduduk Bi’r Maunah membaca, mempelajari, dan saling mendiskusikan Al-Qur’an pada malam hari. Mereka menyimpan air di masjid, mengambil kayu bakar, dan menjualnya. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli makanan dan disedekahkan kepada ahli shuffah dan kaum fakir.” (H.R. Bukhari No. 4090 dan Muslim No. 677 dari Anas secara marfuk).

Baca Juga:  Ihsan dalam Menjawab Permintaan: Meneladani Akhlak Rasulullah

Mengusahakan harta untuk bersedekah lebih mulia daripada sekadar menyedekahkan harta yang sudah ada (yang bukan hasil jerih payah). Sebab, upaya untuk memperoleh harta lebih sulit dan memerlukan usaha yang lebih.

Jika seseorang bekerja dengan niat untuk bersedekah dari hasil kerjanya, maka dia akan mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala bekerja dan pahala bersedekah. Sebab, bekerja di sini merupakan perantara untuk menyalurkan sedekah dari hasil kerja tersebut.

Semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari perjalanan hari ini dan terus meningkatkan amal ibadah kita, terutama dalam memperbaiki niat dan tujuan hidup kita. (#)

Penyunitng Mohammad Nurfatoni