Feature

Bakso Lazismu Hangatkan Kajian Pagi

26
×

Bakso Lazismu Hangatkan Kajian Pagi

Sebarkan artikel ini
Bakso 300 porsi dibagikan kepada jamaah. Pentol bakso itu hasil olahan daging kurban sebagai inovasi memperpanjang manfaatnya yang tak habis waktu Iduladha.
Tim Lazismu menyiapkan bakso di Kajian Ahad Pagi PDM Lumajang. (Tagar.co/Kuswantoro)

Bakso 300 porsi dibagikan kepada jamaah. Pentol bakso itu hasil olahan daging kurban sebagai inovasi memperpanjang manfaatnya yang tak habis waktu Iduladha.

Tagar.co – Masjid Panglima Sudirman di kompleks Perguruan Muhammadiyah Lumajang menjadi pusat dakwah dan penguatan ideologi gerakan.

Ahad (29/6/2025), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang menyelenggarakan Kajian Ahad Pagi. Di forum ini bukan hanya bertukar pemikiran, tetapi juga menciptakan kebersamaan.

Apalagi Lazismu Lumajang membagikan 300 porsi bakso gratis kepada jamaah untuk menghangatkan pengajian pagi itu.

Yang membuat sajian tersebut istimewa adalah asal-usul daging bakso. Said Romdhon, Direktur Lazismu Lumajang, mengungkapkan, bakso yang dibagikan merupakan hasil olahan dari daging kurban Iduladha 1146 H lalu.

“Daging yang kami kumpulkan dari masjid-masjid di seluruh Cabang Muhammadiyah kami olah menjadi produk siap saji agar bisa dimanfaatkan dalam kegiatan dakwah dan sosial sepanjang tahun. Salah satunya adalah menyemarakkan kajian seperti hari ini,” ujar Said.

Menurutnya, langkah ini merupakan inovasi Lazismu menjaga keberlanjutan manfaat hewan kurban.

Baca Juga:  Pantai Wotgalih Berkumandang Mars Muhammadiyah

“Kami ingin menunjukkan bahwa nilai kurban tidak berhenti hanya pada hari penyembelihan. Bisa terus mengalir menjadi energi kebaikan, bahkan sampai berbulan-bulan kemudian. Terbukti hari ini, 300 porsi yang kami siapkan untuk jamaah habis tidak tersisa,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Kajian Ahad Pagi ini semakin semarak dengan kehadiran tokoh-tokoh Muhammadiyah Lumajang. Seperti Ketua PDM Lumajang, dr. Halimi Maksum, Sekretaris PDM, Zainal Abidin, dan Penasihat PDM Suharyo A.P.

Dalam sambutannya, dr. Halimi menyampaikan perkembangan menggembirakan dari sektor layanan kesehatan Muhammadiyah.

“Rumah Sakit Muhammadiyah saat ini terus berkembang. Dokter-dokternya sudah siap dan lengkap. Kita sudah punya spesialis penyakit dalam, spesialis mata, spesialis paru, dan lainnya. Kalau warga Muhammadiyah sakit, pilihannya ya Rumah Sakit Muhammadiyah, jangan ke yang lain,” tegas Halimi disambut anggukan setuju para jamaah.

Pernyataan tersebut mengingatkan warga persyarikatan agar semakin mencintai dan memanfaatkan amal usaha sendiri.

Bakso 300 porsi dibagikan kepada jamaah. Pentol bakso itu hasil olahan daging kurban sebagai inovasi memperpanjang manfaatnya yang tak habis waktu Iduladha.
Jamaah pengajian antre mengambil bakso usai pengajian. (Tagar.co/Kuswantoro)

Tiga Tipe Pemimpin

Sementara Suharyo AP tampil sebagai narasumber. Dalam paparannya, dia membahas tiga tipe pemimpin yang dikaitkan dengan konteks sosial dan dakwah masa kini.

Baca Juga:  Lazismu Lumajang Audiensi ke Bupati

Ada tiga tipe pemimpin, kata Suharyo, pertama, pemimpin yang berpikir global tapi bertindak lokal. Kedua, yang berpikir lokal namun tindakannya global. Ketiga, yang berpikir dan bertindak secara global.

”Nah, kira-kira kita ini ada di posisi yang mana?” ujarnya dengan gaya retoris yang disambut gelak tawa ringan dan senyum dari jamaah.

Dia menyampaikan, PDM Lumajang bersama Lazismu menunjukkan pengajian tidak harus kaku dan formal. Ketika dakwah dibalut dengan kebersamaan, ditopang oleh kreativitas, dan dijalankan dengan kolaborasi antarlembaga, maka hasilnya adalah gerakan yang tidak hanya menginspirasi, tapi juga menggerakkan.

Kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata bahwa dakwah bisa hadir dalam bentuk yang sederhana namun berdampak besar.

”Semoga semangat ini terus berlanjut, dan Muhammadiyah Lumajang kian menjadi teladan dalam mengintegrasikan dakwah bil lisan dan dakwah bil hal secara seimbang,” tandasnya. (#)

Jurnalis Kuswantoro  Penyunting Sugeng Purwanto