
Tagar.co – Lazismu Lumajang bertamu ke Bupati Lumajang Indah Amperawati. Mereka diterima di Ruang Mahameru Kantor Bupati, Selasa (3/3/2026).
Hadir pengurus Lazismu Lumajang Ketua Badan Pembina (BP) Djatto, M.M., Wakil Ketua BP Nugroho Dwi Admoko, Hamdan, Sholecan, Sekretaris BP Azis Fahtur Roizi, dan Direktur Said Romdhon.
Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bantuan ekonomi bukan sekadar serah terima. Bukan pula hanya angka dalam laporan.
“Program-program Lazismu yang turun ke daerah harus dikawal, terutama yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat. Kami pemerintah daerah merasa sangat terbantu dengan kehadiran Lazismu yang selama ini bersinergi dengan program pemerintah,” ujar Bunda Indah sapaan akrabnya.
Menurut dia, program itu harus ada pendampingan berkelanjutan. Hadir bersama warga. Mengikuti prosesnya. Menguatkan saat usaha mulai goyah.
”Program penguatan ekonomi rakyat harus terarah, tepat sasaran, dan memberi dampak jangka panjang,” ujarnya.
Gerobak usaha yang diserahkan kepada pedagang kecil, misalnya. Atau bantuan modal produktif bagi pelaku UMKM desa. Semua itu benar-benar terasa manfaatnya jika disertai pendampingan yang konsisten.
”Bantuan tidak boleh berhenti di tahap distribusi. Harus tumbuh. Berkembang. Menghidupi. Di titik itulah peran Lazismu dinilai strategis. Sebagai lembaga filantropi, Lazismu selama ini telah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan,” tuturnya.
Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, katanya lagi. Harus kerja sama. Begitu pula lembaga zakat dan filantropi. Ketika keduanya bertemu dalam visi yang sama, dampaknya bisa menjangkau lebih banyak keluarga.
Bunda Indah berharap sinergi yang telah terjalin tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia ingin kerja bersama itu diarahkan pada sektor-sektor strategis berbasis potensi lokal. Desa dan kecamatan harus menjadi episentrum perputaran ekonomi baru.
”Dari warung kecil di sudut kampung. Dari pedagang sayur keliling. Dari usaha rumahan yang dikelola ibu-ibu dengan modal terbatas namun semangat besar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjutnya, akan terus membuka ruang koordinasi. Setiap program sosial-ekonomi perlu berjalan seiring dengan prioritas pembangunan daerah.
Langkah ini penting agar setiap intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling menguatkan.
Menurut dia, di tengah tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran lembaga seperti Lazismu Lumajang menjadi bagian dari solusi. Namun solusi itu harus dikawal. Dijaga arah dan keberlanjutannya. (#)
Jurnalis Kuswantoro Penyunting Sugeng Purwanto












