Opini

Android Base Test untuk Asesmen Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

44
×

Android Base Test untuk Asesmen Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Sebarkan artikel ini
Android Base Test sebagai salah satu instrumen asesmen pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sebesar 85,05 persen.
Ilustrasi Android Base Test

Android Base Test sebagai salah satu instrumen asesmen pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sebesar 85,05 persen.

Oleh Bening Satria Prawita Diharja, M.Pd, guru PJOK SMP Muhammadiyah 1 Gresik

Tagar.co – Di musim asesmen pembelajaran tengah semester yang berlangsung medio September hingga Oktober 2025 ini, berbagai macam teknik asesmen pembelajaran dilakukan oleh guru.

Di masa lampau, asesmen pembelajaran yang dilakukan oleh guru dilakukan secara konvensional menggunakan kertas atau yang umum disebut paper base test.

Paper base test merupakan asesmen pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan tes secara tertulis kepada murid menggunakan kertas yang terdiri dari lembar soal dan lembar jawab.

Selanjutnya guru harus memeriksa setiap lembar jawab untuk mengetahui hasil evaluasi tersebut. Pekerjaan ini sangat menyita waktu dan tenaga. Belum lagi lembar kertas pertanyaan dan jawaban yang sudah dikoreksi menumpuk tak terpakai.

Merilis data kementerian pendidikan dan kebudayaan pada tahun 2023, sebanyak 7.450 sekolah di Indonesia masih melakukan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Ini menjadi pekerjaan rumah tak mudah bagi pemangku kebijakan di kementerian yang harus ditindak lanjuti secara serius dalam proses pemenuhan sarana pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran di era digital.

Harusnya problematika ini dapat terselesaikan jika sebagian alokasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo tidak tepat sasaran tersebut dapat digunakan untuk pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan berupa perlengkapan penunjang proses pembelajaran. Ini juga selaras dengan konsep go green yang digaungkan oleh pemerintah setempat.

Baca Juga:  Malam Abata SD Almadany, Tiga Kunci Meraih Sukses

Dengan munculnya fenomena di atas, di masa kini tim pengembang sekolah, terutama sekolah Muhammadiyah, berlomba berinovasi membuat sebuah program asesmen pembelajaran menggunakan smartphone yang dimiliki oleh siswa. Ini memudahkan proses pengerjaan asesmen evaluasi pembelajaran dan memudahkan guru mendata hasil evaluasi.

Android Base Test

Merujuk data penelitian yang dirilis Cambridge International melalui Global Education Census menunjukkan, lebih dari dua pertiga (67%) murid di Indonesia menggunakan smartphone ketika belajar di dalam kelas.

Data tersebut selaras dengan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ratih Wulandari dkk pada tahun 2022, yang mengemukakan, penggunaan smartphone berbasis android sebagai salah satu instrumen asesmen pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sebesar 85,05% dengan katogeri sangat baik.

Asesmen pembelajaran android base test ini merupakan sistem operasi dengan memanfaatkan smartphone yang dimiliki oleh murid.

Tim IT mendesain program asesmen pembelajaran yang digunakan untuk menilai proses pembelajaran secara khusus.

Sistem beroperasi secara online dengan menghubungkan ke titik akses dan server pusat, sehingga peserta ujian terhubung langsung pada access point yang telah disediakan.

Penggunaan jaringan dalam pelaksanaaan penilaian hasil belajar android base test tidak menggunakan jaringan internet milik pribadi, melainkan menggunakan sambungan Wi-Fi yang tersedia disekolah.

Oleh karena itu, saat melakukan pengoperasian sistem, siswa tidak bisa browsing atau membuka aplikasi lain karena tim IT sekolah sudah melakukan preventing operation system dalam penggunaan android base test.

Implementasi asesmen pembelajaran android base test yang dilaksanakan di sekolah Muhammadiyah dapat menghemat waktu sekaligus biaya.

Baca Juga:  Asesmen Bahasa Indonesia Uji Keterampilan Literasi Siswa SD Almadany

Dengan android base test guru tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengoreksi hasil tes. Hasil yang diperoleh dengan cepat memudahkan guru merencanakan tahapan selanjutnya untuk memberikan pembelajaran pengayaan atau remedial bagi peserta didik yang kurang nilai kognitifnya.

Ini selaras dengan tujuan penilaian pembelajaran dalam proses mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid yang bisa digunakan sebagai pokok pengajaran dan pengembangan lebih lanjut atau untuk memberikan dukungan sekaligus bimbingan.

Kelemahan Tes Android

Namun tidak dapat diabaikan juga ada kekurangan yang ditemukan dalam mengaplikasikan android base test dalam penilaian asesmen pembelajaran. Kelemahan itu antara lain

  1. Keterbatasan layar.

Smartphone berbasis android umumnya memiliki layar yang relatif kecil dibandingkan dengan komputer atau laptop. Ini dapat menyulitkan murid dalam melihat dan membaca konten penilaian dengan jelas, terutama jika kontennya kompleks atau membutuhkan perhatian yang lebih detail.

  1. Keterbatasan keyboard

Keterbatasan keyboard juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan. Keyboard pada perangkat smartphone cenderung lebih kecil dan kurang nyaman untuk mengetik dibandingkan dengan keyboard fisik pada komputer atau laptop. Hal ini dapat mempengaruhi kecepatan dan akurasi pihak yang dinilai dalam menjawab pertanyaan penilaian.

  1. Daya tahan baterai smartphone

Daya tahan baterai pada perangkat smartphone berbasis android juga dapat menjadi masalah potensial. Penilaian yang membutuhkan waktu lama mempengaruhi jika baterai smartphone habis saat penilaian masih berlangsung. Mempersiapkan baterai cadangan atau menjaga perangkat tetap terhubung dengan sumber daya dapat membantu mengatasi masalah ini.

  1. Koneksi internet yang stabil dan cepat.
Baca Juga:  Nakhoda Baru PSTI Gresik dan Misi Besar Podium Juara Sepak Takraw

Koneksi internet stabil dan cepat juga menjadi kebutuhan penting dalam menggunakan perangkat Android untuk penilaian. Penilaian yang melibatkan akses ke aplikasi penilaian atau sumber daya online lainnya memerlukan koneksi internet yang handal. Koneksi yang tidak baik dapat mengganggu kelancaran penilaian atau bahkan menyebabkan kegagalan akses ke sumber daya yang diperlukan.

  1. Faktor geografis serta topografi sekolah serta sumber daya manusia

Kondisi geografi, topografi serta SDM yang dimiliki oleh sekolah juga mempengaruhi asesmen pembelajaran android base test. Tentu berbeda penggunaannya ketika berada didaerah pedalaman seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi hingga dibeberapa area Maluku, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang dimana akses internet serta teknologi yang masih terbatas.

Kesimpulan

Pembelajaran tidak  akan terlepas dari  sebuah evaluasi, seiring  berkembangnya zaman,  dan kecanggihan teknologi yang ada memunculkan berbagai  macam media dalam pengaplikasian asesmen termasuk penggunaan android base test.

Asesmen pembelajaran memiliki tujuan yang tidak akan terpisahkan dari dua hal yaitu, guru sebagai pendidik dan murid sebagai objek pembelajaran.

Bagi pendidik, kemampuan adaptif di era digital sangat dibutuhkan untuk memikirkan sejauh  mana  pembelajaran yang diberikan sesuai dengan tujuan pembelajaran, kesesuaian metode pembelajaran, strategi pembelajaran hingga kesesuaian materi yang diajarkan.

Sedangkan bagi murid, evaluasi dilakukan untuk memberikan feedback serta tindak lanjut mengenai  kekurangan dan kelemahan yang dialami dalam proses pembelajaran pada materi yang mungkin belum dipahami selama proses pembelajaran sehingga diharapkan transfer knowledge dapat terjadi di dalam kelas. (#)

Penyunting Sugeng Purwanto