Feature

Abdul Mu’ti Hadirkan Pantun dan Humor Segar di Pengukuhan Prof. Sukadiono

45
×

Abdul Mu’ti Hadirkan Pantun dan Humor Segar di Pengukuhan Prof. Sukadiono

Sebarkan artikel ini
Abdul Mu’ti (Tangkapan layar TVMu)

Abdul Mu’ti bukan hanya menyampaikan ucapan selamat dengan pantun, tetapi juga melontarkan celetukan kocak yang bikin hadirin tertawa. Pengukuhan Guru Besar Prof. Sukadiono di UM Surabaya pun terasa hangat dan akrab.

Tagar.co – Bukan Abdul Mu’ti kalau tidak membuat hadirin tertawa terbahak-bahak. Hal itu kembali terlihat ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ini menghadiri pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., sebagai Guru Besar bidang ilmu Fisiologi Olahraga, Sabtu (23/8/2025).

Saat tiba gilirannya memberikan sambutan, Abdul Mu’ti bergegas menuju podium. “Harus diturunkan mik-nya karena ukurannya pendek,” ujarnya, disambut tawa riuh yang memenuhi Auditorium Gedung At-Tauhid Tower Lantai 13 Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Baca juga: Sabtu Bersejarah, Sukadiono Resmi Sandang Gelar Profesor Bidang Fisiologi Olahraga

Tak hanya itu, saat mengabsen hadirin pun Mu’ti kembali mengundang gelak tawa. Ia menyadari ada yang terlewat.

“Tamu undangan dari Pimpinan Aisyiyah. Mulai tadi tidak ada yang menyebut Aisyiyah. Jadi saya harus khususon menyebut Aisyiyah. Karena hadir dari pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga ranting,” ujarnya, yang sontak memancing tepuk tangan bergemuruh.

Baca Juga:  Revitalisasi 1.390 Sekolah di Jatim, Terbesar secara Nasional

“Kalau tidak ada Aisyiyah, tidak ada Muhammadiyah,” tambahnya disambut senyum lebar para peserta.

Mu’ti juga sempat melontarkan humor saat menyinggung pidato Sukadiono. “Khusus Prof. Sukadiono yang luar biasa tadi. Pidatonya sudah sangat hebat, yang mengingatkan saya ketika dulu belajar kimia di sekolah,” ujarnya, membuat hadirin kembali terbahak.

Namun, ia menegaskan tak akan menyampaikan banyak hal karena profesor, menurutnya, memiliki makom yang sangat tinggi. Sebagai gantinya, Mu’ti menyampaikan ucapan selamat dengan pantun:

Ke pasar Ngoro membeli tomat
buah bergizi lezat dan sehat
Pak Profesor Sukadiono saya ucapkan selamat
terus mengabdi bagi masyarakat

Disambut tepuk tangan meriah, ia melanjutkan pantun kedua:

Kalau bisa berjalan kaki
tak perlu naik sepeda motor
Kita bersyukur pada Ilahi
atas anugerah Pak Suko jadi profesor

Menurut Mu’ti, bidang keilmuan Sukadiono sangat sesuai dengan fokus Kemendikdasmen, terutama terkait Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

“Bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kalau itu dilaksanakan, insyaallah semuanya akan sehat,” ungkapnya yang kembali mendapat tepuk tangan hadirin. (#)

Baca Juga:  Pesan Tarawih Abdul Mu’ti di Bali: Muslim Minoritas Harus Kuat dan Solid

Jurnalis Sugiran Penyunting Mohammad Nurfatoni