Telaah

Ketupat Lebaran

144
×

Ketupat Lebaran

Sebarkan artikel ini
Ketupat dalam bahasa Jawa disebut kupat diartikan ngaku lepat atau mengaku salah. Hal ini ditunjukkan melalui tradisi silaturahmi, sungkem kepada orang tua saat Lebaran untuk meminta maaf.
Penjual Ketupat di Pasar Situraja Kab. Sumedang. (Tagar.co/Wiwi Wikanta)

Ketupat dalam bahasa Jawa disebut kupat diartikan ngaku lepat atau mengaku salah. Hal ini ditunjukkan melalui tradisi silaturahmi, sungkem kepada orang tua saat Lebaran untuk meminta maaf.

Oleh Wiwi Wikanta, Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Tagar.co – Sebuah hadis diriwayatkan Bukhari dan Muslim menceritakan, Rasulullah Saw berkata,”Wahai Abu Bakar, setiap kaum memiliki hari raya, dan Idulfitri ini adalah hari raya kita.”

Umat Islam pun merayakan Hari Raya Idulfitri setelah sebulan berpuasa Ramadan. Ini merupakan kebahagiaan yang dirasakan orang-orang yang berpuasa.

Rasulullah Saw juga nebgatakan dalam hadis qudsi Allah ta’ala berfirman:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Orang yang berpuasa akan meraih dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika berbuka (saat Idulfitri), dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasai).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 jatuh pada Jumat 20 Maret 2026.

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Baca Juga:  Habis Lebaran Menunggu Lonjakan Ekonomi

Kebahagiaan lainnya dalam merayakan Idulfitri adalah mudik, silaturahmi kerumah kerabat dan tetangga, pakaian baru, dan menikmati makanan khas Lebaran yang disajikan di rumah. Menu khas Lebaran seperti ketupat dan opor.

Pakaian baru bisa ditafsirkan melambangkan penampilan baru yang suci bersih dari segala dosa dan khilaf yang telah ditinggalkan di masa lalu.

Ketupat makanan yang terbuat dari beras dibungkus anyaman daun kelapa muda (janur) berbentuk kotak direbus minimal lima jam juga bisa ditafsirkan makna filosofinya.

Konon ketupat dikembangkan oleh Sunan Kalijaga. Kata ketupat dalam bahasa Jawa disebut kupat diartikan ngaku lepat atau mengaku salah. Hal ini ditunjukkan melalui tradisi silaturahmi, sungkem kepada orang tua saat Lebaran untuk meminta maaf.

Kupat juga diartikan laku papat (empat perilaku). Yaitu lebaran berarti akhir puasa. Luberan artinya melimpahnya berkah dan kewajiban berbagi zakat/sedekah. Leburan bermakna meleburnya dosa karena saling memaafkan. Laburan diartikan bersih putih karena dosa sudah dibersihkan dengan puasa dan ibadah.

Memaknai spiritual Hari Raya Idulfitri ini yang paling penting. Inilah kebahagiaan lahir batin. Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran surah Yunus: 58.

Baca Juga:  Lebaran Suasana Digital

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.  (#)

Penyunting Sugeng Purwanto