Feature

Buka Bersama SD Mumtas, Sinergi Guru dan Orang Tua kian Menguat

158
×

Buka Bersama SD Mumtas, Sinergi Guru dan Orang Tua kian Menguat

Sebarkan artikel ini
Pengurus Ikwam Mumtas menyiapkan hidangan takjil untuk buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi ruang mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua, serta meneguhkan semangat bersama dalam menyukseskan program pendidikan di Mumtas. (Halimatuz Z/Tagar.co)

Buka puasa bersama di SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) menjadi momentum mempererat sinergi guru dan orang tua. Dari penggalangan hingga penyaluran donasi, kebersamaan melahirkan kepedulian sosial yang nyata.

Tagar.co — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruang kelas 1 SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas), Jumat sore (13/3/2026). Menjelang waktu berbuka puasa, guru, pengurus Ikatan Wali Murid (Ikwam), serta para tamu undangan berkumpul dalam momen buka puasa bersama yang sarat makna.

Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program Ramadan Mumtas. Tidak sekadar ajang berbuka bersama, acara tersebut menjadi ruang strategis untuk mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua, serta meneguhkan komitmen bersama dalam mendukung program pendidikan.

Baca juga: SD Mumtas Hadirkan Keceriaan Ramadan di Panti Muhammadiyah Semampir

Sejak sore hari, kehangatan sudah terasa. Para guru dan orang tua saling menyapa, berbincang santai, dan berbagi cerita. Ramadan seolah menjadi jembatan yang menghubungkan lebih erat relasi antara sekolah dan keluarga besar Mumtas.

Baca Juga:  SD Mumtas Gelar Darul Arqam di SMP Aisyiyah Boarding School Malang

Ketua Ikwam Mumtas, Halimatuz Zuhriyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini berjalan dengan baik, mulai dari penggalangan hingga penyaluran donasi.

“Alhamdulillah, dana yang terkumpul tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kepercayaan orang tua dan para donatur terhadap program Mumtas semakin kuat,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Mama Atta itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari orang tua, donatur, tim ISMUBA, hingga guru dan karyawan, yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan Ramadan.

Tampak suasana hangat dengan senyum bahagia terlukis di wajah para Sahabat Mumtas saat menerima paket Ramadan yang diberikan oleh pengurus Ikwam SD Mumtas (Halimatuz Z/Tagar.co)

Momen paling menyentuh terjadi saat penyaluran donasi kepada Sahabat Mumtas. Bantuan yang dihimpun selama Ramadan diserahkan kepada para penerima manfaat sebagai wujud nyata kepedulian sosial.

Suasana haru pun menyelimuti ruangan. Senyum para penerima menjadi gambaran bahwa kebaikan yang dilakukan bersama mampu menghadirkan kebahagiaan yang lebih luas. Mumtas pun menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya nilai-nilai empati dan kepedulian.

Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, M.Pd.I, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin.

Baca Juga:  Mumtas Festival 2026, Ratusan Anak TK Tampil Penuh Percaya Diri

“Program Ramadan tahun ini cukup banyak, namun semuanya dapat berjalan dengan baik. Ini membuktikan bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua mampu melahirkan kekuatan besar untuk memajukan pendidikan anak-anak,” ungkapnya.

Keceriaan kembali terasa saat sesi pembagian doorprize yang dipandu Cholifatul Chasanah dan Samudra Rahmawanto. Gelak tawa dan tepuk tangan peserta menambah semarak suasana di penghujung sore.

Tak lama kemudian, azan magrib berkumandang. Seluruh peserta menikmati takjil bersama, dilanjutkan dengan salat magrib berjemaah, kemudian makan malam dalam suasana akrab dan guyub.

Guru, orang tua, dan pengurus Ikwam duduk berdampingan, berbincang hangat tanpa sekat. Dari kebersamaan sederhana itulah tumbuh energi kolektif untuk terus berjalan bersama.

Ramadan di Mumtas bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga ruang untuk merajut persaudaraan. Dari kebersamaan inilah lahir kekuatan untuk menyukseskan program sekolah demi masa depan generasi yang lebih baik. (#)

Jurnalis: M. Khoirul Anam | Penyunting Mohammad Nurfatoni