
Ngabuburit keluarga besar Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menjadi ruang silaturahim sekaligus refleksi Ramadan. Dalam tausiahnya, Prof. Khozin menegaskan peran guru Muhammadiyah sebagai pejuang pendidikan yang ikut membangun peradaban.
Tagar.co — Ratusan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 16 Surabaya berkumpul dalam kegiatan ngabuburit dan buka puasa bersama di halaman sekolah, Sabtu (14/3/2026). Momentum ini tidak hanya menjadi ajang menunggu waktu berbuka, tetapi juga ruang silaturahmi sekaligus penguatan peran guru Muhammadiyah sebagai pejuang pendidikan.
Kegiatan yang digelar keluarga besar Sekolah Kreatif Baratajaya—sebutan akrab sekolah tersebut—diikuti seluruh unsur sekolah, mulai dari guru kelas, guru BTQ, guru ekstrakurikuler, shadow teacher, hingga karyawan.
Baca juga: Pasar Raya Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya Diserbu Warga, Dagangan Ludes dalam Dua Jam
Acara ini juga dihadiri sejumlah pimpinan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan. Di antaranya Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) PWM Jawa Timur Prof. Dr. Khozin, M.Si., Ketua PDM Kota Surabaya Dr. H. M. Ridwan, M.Pd., serta jajaran pimpinan PCM Ngagel.
Mengusung tema “Ojok Lali Bersyukur Istikamah… Istikamah!”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguat kebersamaan di bulan Ramadan.
Acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembukaan oleh Eko Wahyudi, salah satu guru Sekolah Kreatif Baratajaya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan murajaah Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183–186 yang dipimpin Abdul Mujib, S.Ag., guru ISMUBA.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana khidmat sekaligus mengingatkan kembali makna puasa Ramadan sebagai sarana peningkatan ketakwaan.
Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Elly Rhodlifah, S.H., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan Muhammadiyah yang turut membersamai kegiatan tersebut.
“Hari ini menjadi momen yang sangat spesial karena acara kita dihadiri pimpinan dari Dikdasmen PWM, PDM hingga PCM. Semoga silaturahim ini semakin erat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara sore ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Suasana semakin hidup ketika Ketua PCM Ngagel, Ahmad Zaini, M.Pd., menyampaikan sambutan dengan gaya energik. Ia mengajak seluruh keluarga besar sekolah untuk menjaga kekompakan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Puasa sudah memasuki sepuluh hari terakhir. Adakah yang berubah dalam diri kita?” tanyanya kepada para peserta.
Ia juga menjelaskan karakter pembelajaran di Sekolah Kreatif Baratajaya yang menanamkan nilai kemandirian dan daya adaptasi kepada siswa.
“Salah satu cirinya, ruang kelas kita tidak menggunakan AC. Ini bagian dari proses membentuk generasi yang adaptif dan siap menghadapi berbagai kondisi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Surabaya M. Ridwan menegaskan bahwa ibadah Ramadan tidak hanya terbatas pada ibadah mahdhah, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai amal sosial.
“Ibadah itu tidak hanya salat dan puasa. Semangat berbagi, membantu orang lain, dan berbuat baik juga bagian dari ibadah yang sangat bernilai,” ujarnya.

Pada sesi utama, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur Prof. Khozin menyampaikan tausiah bertajuk “Makna Menjadi Guru Muhammadiyah dalam Perspektif Pendidikan Islam.”
Ia menegaskan bahwa sekolah merupakan miniatur peradaban yang menjadi tempat lahirnya gagasan, kreativitas, dan pembentukan masa depan umat.
“Sekolah adalah miniatur peradaban. Di dalamnya tumbuh ide, gagasan, dan kreativitas. Konsep sekolah kreatif juga merupakan bagian dari upaya membangun peradaban,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan pendekatan ilmiah Muhammadiyah dalam penentuan kalender hijriah melalui metode hisab hakiki serta pengembangan konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Dalam pandangannya, guru Muhammadiyah merupakan pejuang pendidikan yang harus memiliki empat kompetensi utama, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Menjelang waktu berbuka, para peserta menikmati takjil yang telah disiapkan panitia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjemaah yang dipimpin Abdul Mujib.
Kebersamaan semakin terasa ketika para guru, karyawan sekolah, serta pimpinan Muhammadiyah duduk bersama menikmati hidangan makan malam di halaman sekolah, menutup rangkaian ngabuburit yang sarat makna tersebut. (#)
Jurnalis Ahmad Mahmudi | Penyunting Mohammad Nurfatoni












