Feature

Tiga Hari Menghidupkan Ramadan, Siswa SDN 299 Gresik Belajar Ibadah dan Empati

1259
×

Tiga Hari Menghidupkan Ramadan, Siswa SDN 299 Gresik Belajar Ibadah dan Empati

Sebarkan artikel ini
Dari kiri: Mohammad Hamim Thohari, S.Pd., Choirul Anam, S.Pd.I., dan H. Suud Darda’ menyerahkan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa dalam rangkaian kegiatan Pondok Ramadan UPT SD Negeri 299 Gresik. (Tagar.co/Nailul Azmi Haq)

Selama tiga hari, siswa SDN 299 Gresik mengikuti rangkaian Pondok Ramadan mulai dari tadarus, khataman Al-Qur’an, hingga berbagi takjil dan santunan untuk anak yatim serta kaum duafa.

Tagar.co – UPT SD Negeri 299 Gresik di Desa Karangrejo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menggelar kegiatan Pondok Ramadan selama tiga hari, 11–13 Maret 2026. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai ibadah sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial di kalangan siswa selama bulan suci Ramadan.

Baca juga: UMM Salurkan THR Rp314,6 Juta untuk 525 Guru dan Karyawan AUA di Malang

Sejak hari pertama, suasana religius langsung terasa. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan salat dhuha berjemaah, tadarus Al-Qur’an, serta penyampaian materi tentang Ramadan kepada para siswa.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa diajak memahami makna ibadah puasa sekaligus membiasakan diri dengan aktivitas keagamaan yang menjadi ciri khas Ramadan.

Memasuki hari kedua, kegiatan Pondok Ramadan diisi dengan tadarus Al-Qur’an dan penyampaian materi keagamaan yang bertujuan memperdalam pemahaman siswa mengenai hikmah dan nilai-nilai spiritual di balik ibadah Ramadan. Guru-guru memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menanamkan praktik ibadah dalam keseharian siswa.

Baca Juga:  Cegah Kekerasan sejak Dini, UPT SDN 299 Gresik Gaungkan Gerakan Anti-Bullying
Keluarga besar UPT SD Negeri 299 Gresik setelah membagikan takjil kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan Pondok Ramadan. (Tagar.co/Nailul Azmi Haq)

Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga. Pada pagi hari, para siswa mengikuti khataman Al-Qur’an sebagai penutup rangkaian tadarus yang telah dilakukan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, pada sore harinya para siswa turun langsung ke masyarakat dengan membagikan takjil kepada warga sekitar. Kegiatan berbagi tersebut juga dirangkai dengan penyampaian hikmah Ramadan serta pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat magrib dan isya berjemaah serta salat tarawih bersama, sebelum kegiatan Pondok Ramadan ditutup secara resmi.

Suasana penutupan kegiatan Pondok Ramadan di UPT SD Negeri 299 Gresik yang berlangsung penuh kebersamaan dan khidmat. (Tagar.co/Nailul Azmi Haq)

Kepala UPT SD Negeri 299 Gresik, Choirul Anam, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan Pondok Ramadan ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang religius sekaligus memiliki kepedulian sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat meningkatkan kualitas ibadah serta memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman spiritual dan sosial yang diperoleh selama Pondok Ramadan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat terus diamalkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. (#)

Baca Juga:  Sdamada Jadi Pesantren Selama Ramadan

Jurnalis Nailul Azmi Haq | Penyunting Mohammad Nurfatoni