Feature

Nasyiah Bojonegoro Gelar Tadarus Bahas Masalah Ini

89
×

Nasyiah Bojonegoro Gelar Tadarus Bahas Masalah Ini

Sebarkan artikel ini

Nasyiah Bojonegoro mengadakan Tadarus dan Kajian Ramadan hari kedua berlangsung online Senin pagi (23/2/2026) pukul 04.45 hingga 05.30 WIB.
Tadarus dan Kajian Ramadan online PDNA Bojonegoro. (Tagar.co/Cebeng Alhudayatul Ustadza)

Tagar.co – Nasyiah Bojonegoro mengadakan Tadarus dan Kajian Ramadan hari kedua berlangsung online Senin pagi (23/2/2026) pukul 04.45 hingga 05.30 WIB.

Acara diikuti oleh anggota Nasyiatul Aisyiyah se Kabupaten Bojonegoro. Hari itu menghadirkan paparan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDNA) Bojonegoro Zuliatin Lailiyah.

Tadarus dan Kajian Ramadan Nasyiah kali ini mengangkat tema Manajemen Waktu dan Produktivitas di Bulan Ramadan.

Zuliatin Lailiyah berharap lewat kegiatan ini menjadikan para Nasyiah menjadi kader yang kuat. Dia memulai ulasan dengan menggambarkan keistimewaan bulan Ramadan sebagai syahrul siyam (bulan puasa), syahrul Quran, syahrul Qiyam, syahrul maghfirah, syahru rahmah, syahru shabr, syahrul barakah, syahru shadaqah, syahrul tarbiyah, syahrul Jihad, dan syahrud-dua’.

Ia menekankan pentingnya manajemen waktu berdasarkan Al-Quran surah Al-Asr ayat 1-3 yang menyatakan manusia dalam merugi kecuali yang beriman, beramal saleh, saling nasihat dalam kebenaran, dan kesabaran.

”Hadis Nabi Muhammad Saw juga menyebutkan waktu luang dan kesehatan sebagai dua nikmat yang sering membuat manusia tertipu, serta anjuran meninggalkan hal tidak bermanfaat,” katanya.

Baca Juga:  ​Muqayam Ramadan: Siswa Smamio Perbaiki Bacaan Al-Qur'an

Dalam landasan manajemen waktu dalam Islam, Zuliatin menyarankan, memprioritaskan salat wajib tepat waktu secara berjemaah.

”Lantas menggiatkan saalat sunnah muakkadah, memperbanyak interaksi dengan Al-Quran melalui tadarus dan tadabbur via kajian, zikir, doa, sedekah, serta sahur dan berbuka yang disunnahkan,” tuturnya.

”Di bulan Ramadan, amalan wajib dan sunnah harus didahulukan untuk meraih ketakwaan,” ujarnya.

Untuk aktivitas sehari-hari, ia merekomendasikan menyusun jadwal harian dengan to-do list realistic dan terukur.

Menghindari pemborosan waktu seperti membatasi media sosial serta aktivitas tak bermanfaat, serta memanfaatkan waktu luang untuk hal produktif.

”Jaga kesehatan dengan pola makan dan istirahat yang baik, fokus pada tujuan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri, serta delegasikan tugas dengan melibatkan keluarga atau orang lain,” katanya.

Zuliatin menutup dengan tips produktivitas: meluruskan niat, mendahulukan wajib, menjauhi maksiat, memperbanyak Al-Quran, menghidupkan malam, serta sedekah dan doa.

“Semoga Ramadan membentuk kita lebih sabar, jujur, peduli, beradab, dan taqarrub kepada Allah, sehingga kualitas takwa sebagai hamba dan khalifah fil ard terwujud dengan ridha-Nya,” harapnya. Acara ini menjadi pengingat bagi kader Nasyiatul Aisyiyah untuk optimalisasi waktu suci Ramadan mendatang.

Baca Juga:  Puasa, Waktu Terasa Lambat Jelang Berbuka

Kegiatan tadarus dan kajian ini bagian dari rangkaian persiapan Ramadan di lingkungan Muhammadiyah-Aisyiyah Bojonegoro, sejalan dengan semangat tarbiyah organisasi.  (#)

Jurnalis Cebeng Alhudayatul Ustadza Penyunting Sugeng Purwanto