Feature

Kepala Hamas School: Ilmu Harus Berkarakter dan Berdampak bagi Umat

75
×

Kepala Hamas School: Ilmu Harus Berkarakter dan Berdampak bagi Umat

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Muhammadiyah 13 Campurejo alias Hamas School, Nurul Wakhidatul Ummah, saat menyampaikan sambutan dalam milad ke-9 yang dirangkaikan dengan kegiatan Parenting Edukasi dan Hamas Peduli, Kamis (29/1/2026). (Tagar.co/Elif Nashikhatul Maziyah)

Pendidikan sejati tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi membentuk ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial yang memberi manfaat nyata bagi umat.

Tagar.co — Pendidikan tidak boleh berhenti pada deretan angka rapor dan capaian akademik semata. Lebih dari itu, pendidikan harus melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memberi manfaat nyata bagi umat serta masyarakat luas.

Penegasan itu disampaikan Kepala SMP Muhammadiyah 13 Campurejo (Hamas School), Nurul Wakhidatul Ummah, dalam sambutannya pada peringatan milad ke-9 yang dirangkaikan dengan kegiatan Parenting Edukasi dan Hamas Peduli, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Sekolah dan Rumah dalam Satu Barisan: Parenting Edukasi Hamas School

Dalam suasana penuh kehangatan, Nurul menyampaikan rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun Hamas School yang dilalui dengan ikhtiar, pembelajaran, dan evaluasi berkelanjutan. Menurutnya, usia sembilan tahun bukan sekadar angka, melainkan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali arah dan cita-cita pendidikan.

“Tema milad ke-9 ini mencerminkan cita-cita besar kami. Pendidikan harus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkeadaban. Ilmu yang berkemajuan adalah ilmu yang mampu menjawab tantangan zaman, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Baca Juga:  Ramadan di Hamas School Menjadi Laboratorium Karakter

Ia menegaskan, komitmen tersebut terus diupayakan melalui integrasi nilai akademik, pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, serta penumbuhan empati sosial dalam setiap proses pembelajaran di Hamas School.

Terkait kegiatan Parenting Edukasi, Nurul menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua. Tantangan zaman yang kian kompleks, menurutnya, menuntut pola pendampingan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga hangat secara emosional dan kuat secara spiritual.

“Keberhasilan pendidikan anak tidak bisa ditanggung sekolah sendirian. Orang tua adalah mitra utama. Anak-anak kita membutuhkan pendampingan yang penuh kasih sayang, keteladanan, dan kesadaran,” tuturnya.

Sementara itu, melalui program Hamas Peduli, Hamas School berupaya menanamkan nilai kepedulian sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan. Berbagi dan peduli, kata Nurul, merupakan wujud konkret dari ilmu yang benar-benar bermanfaat.

“Kami ingin seluruh keluarga besar Hamas School memahami bahwa insan berilmu adalah mereka yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Nurul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Milad Hamas School ke-9, termasuk SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, para donatur, serta seluruh mitra yang terlibat dengan penuh keikhlasan.

Baca Juga:  Program Guru Bertukar Foskam Tebar Praktik Baik

Menutup sambutannya, ia memohon doa agar Hamas School senantiasa diberi kekuatan untuk terus berinovasi, berprestasi, dan istikamah dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan bermanfaat bagi umat. (#)

Jurnalis Elif Nashikhatul Maziyah | Penyunting Mohammad Nurfatoni