Tarawih Perdana di Hamas School: Ramah Anak, Siswa sebagai Penggerak Utama
Sebarkan artikel ini
Jamaah siswa dan warga sekitar mengikuti salat Tarawih di masjid Hamas School dengan suasana tertib dan ramah anak. Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan secara singkat sebagai penguatan nilai spiritual dan pembelajaran Ramadan. Konsep ibadah inklusif ini menghadirkan ruang spiritual yang nyaman bagi keluarga, termasuk anak-anak, tanpa mengurangi kekhusyukan berjemaah. (Tagarco/Achmad Tegar Al Ayman)
Tarawih perdana Ramadan 1447 di Hamas School, Senin malam 17 Februari 2026 berlangsung hangat dan tertib dengan konsep ramah anak. Melalui keterlibatan aktif siswa Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), kegiatan ibadah menjadi ruang belajar kepemimpinan sekaligus pelayanan umat sejak dini.
Tagar.co — Pelaksanaan salat Tarawih Ramadan 1447 di SMP Muhammadiyah 13 (Hamas School) Campurejo, Panceng, Gresik, Jawa Timur, resmi dimulai pada Senin malam, 17 Februari 2026, mengikuti Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mengusung konsep ramah anak, kegiatan ini tidak hanya diikuti para siswa, tetapi juga warga sekitar yang datang bersama keluarga, termasuk membawa balita.
Suasana masjid sekolah tampak hangat dan tertib sejak awal pelaksanaan. Saf ditata rapi, jemaah diarahkan dengan santun, dan lingkungan ibadah dikondisikan nyaman sehingga kekhusyukan tetap terjaga meski melibatkan banyak anak.
Yang menarik, seluruh rangkaian teknis kegiatan ditangani langsung oleh siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bidang Siar. Sejak sore hari, para siswa sudah menyiapkan masjid, mulai dari menata karpet, menyiapkan perangkat sound system, hingga menyediakan air minum gratis bagi jemaah.
Peran mereka berlanjut saat pelaksanaan ibadah, seperti mengumandangkan adzan, iqamah, memandu tadarus, serta mendokumentasikan kegiatan melalui tim media.
Azan yang dikumandangkan oleh siswa menjadi bagian dari pembelajaran praktik keagamaan. Momentum ini dimanfaatkan untuk melatih keberanian, ketepatan makhraj, sekaligus kesiapan mental tampil di hadapan jemaah.
Suasana tadarus Al-Qur’an usai salat Tarawih di masjid Hamas School, Senin (17/2/2026) malam. Siswa yang tergabung dalam IPM Bidang Siar memandu jalannya kegiatan secara bergantian sebagai bagian dari pembelajaran kepemimpinan dan penguatan karakter selama Ramadan 1447. (Tagarco/Achmad Tegar Al Ayman)
Usai salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara bergantian. Setiap peserta membaca sambil disimak bersama oleh jamaah lainnya sehingga tercipta suasana belajar kolektif yang tertib dan saling menguatkan.
Selama Ramadan, Hamas School menargetkan pembacaan satu juz setiap hari, dengan setiap anak mendapat kesempatan membaca dan menyimak secara bergilir.
Koordinator Ramadan Hamas School, Moh. Thola’at Wafa, menegaskan bahwa pelibatan siswa secara langsung merupakan bagian dari pendidikan karakter. Ia menjelaskan, Ramadan dijadikan ruang latihan kepemimpinan dan tanggung jawab sehingga siswa tidak hanya hadir sebagai jamaah, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan.
“Kami ingin Ramadan menjadi ruang latihan kepemimpinan dan tanggung jawab. Anak-anak tidak hanya hadir sebagai jamaah, tetapi sebagai penggerak kegiatan. Dari menyiapkan masjid hingga memimpin adzan, semua adalah proses pembelajaran nyata,” ujarnya.
Ketua Umum Pimpinan Ranting IPM Hamas School, Najwa Annadina Munajahida, mengaku bangga atas keterlibatan teman-temannya dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman melayani jamaah secara langsung menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga suasana ibadah tetap tertib dan nyaman.
Senada dengan itu, Koordinator Bidang Siar IPM, Najdat Rifqi Sirajuddin, menyebut keterlibatan siswa dalam aspek teknis ibadah menjadi pengalaman berharga. “Mulai dari sound system, azan, ikamah, sampai tadarus, semuanya kami siapkan bersama. Ini melatih keberanian sekaligus kekompakan tim,” katanya.
Kepala Hamas Schol Nurul Wakhidatul Ummah menyampaikan, dengan konsep tarawih ramah anak yang tetap menjaga kekhusyukan serta pelibatan aktif siswa, Hamas School berupaya menjadikan Ramadan 1447 sebagai madrasah karakter.
:Kehadiran warga sekitar dan partisipasi keluarga turut memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual sekaligus ruang kebersamaan masyarakat,” ujarnya. (#)
Jurnalis Achmad Tegar Al Ayman, Siswa Kelas 7 Hamas School | Penyunting Mohammad Nurfatoni