Feature

Pildacil Semarakkan Isra Mikraj di SD Muhammadiyah 1 Kebomas

74
×

Pildacil Semarakkan Isra Mikraj di SD Muhammadiyah 1 Kebomas

Sebarkan artikel ini
Ekspresi Mafaza Salsabil Salam dalam lomba pildacil SD Muri, Senin (19/1/26) (Tagar.co/Erna Hamidah)

Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw. di SD Muhammadiyah 1 Kebomas berlangsung semarak. Melalui lomba pildacil, siswa kelas I–VI dilatih berani berdakwah dan tampil percaya diri di depan publik.

Tagar.co — Semangat berdakwah sejak dini menggema di Masjid At Taqwa Kebomas, Senin (19/1/2026). Dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw., SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik, Jawa Timur, menggelar pemilihan pidato cilik (pildacil) yang diikuti siswa kelas I hingga VI.

Kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus semarak ini mendapat dukungan luas. Ratusan siswa, guru, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Airlangga, serta siswa dan guru dari MA Maskumambang turut hadir mendampingi sekaligus menyukseskan acara. Sebagian di antaranya bahkan terlibat langsung sebagai juri lomba.

Baca juga: Ngaji on the Street SD Muri Digelar di Wisata Giri Kuno, Mengaji dalam Nuansa Sejarah

Masjid At Taqwa Perguruan Muhammadiyah Kebomas dipenuhi lautan peserta dan pendamping. Sejak pagi, suasana antusias sudah terasa, mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan peringatan Isra Mikraj yang edukatif dan bermakna bagi peserta didik.

Baca Juga:  SPMB: Antara Word of Mouth dan Media Sosial

Dalam ketentuannya, setiap kelas diwajibkan mengirimkan minimal dua peserta—masing-masing satu putra dan satu putri. Antusiasme siswa ternyata cukup tinggi. Setelah direkap, tercatat 13 peserta dari kelas I–III dan 17 peserta dari kelas IV–VI, terdiri atas siswa putra dan putri.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muri, Bellah Iasyah, S.Pd., menjelaskan bahwa lomba pidacil dipilih sebagai media pembelajaran sekaligus penguatan karakter.
“Peringatan Isra Mikraj ini kami desain agar bermakna dan memberi dampak positif. Melalui lomba pidacil, anak-anak dilatih keberanian tampil di depan umum, sekaligus menggali bakat yang mungkin selama ini belum tampak,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi. “Yang lebih penting, anak-anak semakin mencintai Rasulullah Saw. dan mampu meneladani ajarannya melalui dakwah cilik yang mereka sampaikan,” imbuhnya.

Sang juara lomba pidato cilik SD Muri

Ketua panitia lomba pidacil, Ika Heri Pratiwi, S.Pd., menyampaikan bahwa tema besar lomba adalah Isra Mikraj. Peserta bebas memilih subtema, antara lain mukjizat perjalanan Isra Mikraj, pentingnya salat lima waktu sebagai oleh-oleh Isra Mikraj, keteladanan akhlak Nabi Muhammad Saw., serta adab kepada orang tua dan guru.

Baca Juga:  Spemupat Dukung Open School SD Muri, Bagikan Snack dan Minuman Gratis

Durasi pidato ditetapkan minimal lima menit, termasuk salam pembuka dan penutup. Peserta tidak diperkenankan membaca teks secara penuh, meskipun diperbolehkan membawa catatan kecil sebagai pengingat. Penilaian meliputi kesesuaian materi, vokal dan artikulasi, serta ekspresi dan gaya penyampaian.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Alim Aslam, siswa kelas III. Lantunan ayat suci yang dibacakannya membuat suasana masjid hening dan khusyuk.

“Masjid terasa sunyi, hanya terdengar bacaan Al-Qur’an yang merdu. Jujur, hati saya bergetar mendengarnya,” ungkap Ika Heri Pratiwi, wali kelas yang mendampinginya.

Satu per satu peserta tampil menyampaikan pidato. Mafaza Salsabil Salam, misalnya, memaparkan kisah perjalanan Nabi Muhammad Saw. hingga diterimanya perintah salat lima waktu dengan vokal tegas dan ekspresi meyakinkan. Penampilan demi penampilan menunjukkan keberanian serta kemampuan retorika yang mengesankan untuk usia mereka.

Pidato terakhir disampaikan oleh Kaysa Salsabila Zahsy Irawan. Dalam penutupnya, ia menegaskan pentingnya menjaga salat lima waktu dalam kondisi apa pun.

“Salat tidak boleh ditinggalkan dengan sengaja, karena amalan pertama yang dihisab di akhirat adalah salat,” tuturnya lantang.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Teori, Siswa SD Muri Ikuti Praktik Mandi Wajib Sungguhan

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah memberikan penghargaan kepada para pemenang dengan kategori juara I hingga III serta harapan I hingga III.

Daftar Juara

  • Juara I: Mafaza Salsabil Salam

  • Juara II: Athalla Alkhalifi Faroby

  • Juara III: Alya Nur Patiroi

  • Harapan I: Alidia Dwinta

  • Harapan II: Kaysha Salsabila Zahsy Irawan

  • Harapan III: Alifah Khoiro Wildah (#)

Jurnalis Erna Hamidah Penyunting Mohammad Nurfatoni