Feature

Ngaji on the Street SD Muri Digelar di Wisata Giri Kuno, Mengaji dalam Nuansa Sejarah

43
×

Ngaji on the Street SD Muri Digelar di Wisata Giri Kuno, Mengaji dalam Nuansa Sejarah

Sebarkan artikel ini
Program Ngaji on the Street digelar SD Muri di Wisata Giri Kuno, Kebomas, Gresik, Kamis (15/1/2026) (Tagar.co/Mila Sophia)

Ngaji on the Street SD Muri di Wisata Giri Kuno menghadirkan pengalaman spiritual berbeda bagi ratusan siswa, memadukan lantunan Al-Qur’an, suasana sejarah, pembelajaran bermakna, dan penguatan karakter sejak dini.

Tagar.co – Pagi itu terasa berbeda di SD Muhammadiah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik. Jawa Timur, Kamis (15/1/2026), ratusan siswa tak langsung menuju ruang kelas seperti biasa. Mereka justru melangkah bersama menuju sebuah tempat bersejarah yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari sekolah: Wisata Giri Kuno.

Di sanalah kegiatan rutin bulanan Ngaji on the Street digelar, menghadirkan suasana belajar Al-Qur’an yang tak hanya khusyuk, tetapi juga sarat makna dan pengalaman baru. Sebanyak 310 siswa kelas I hingga VI terlibat dalam kegiatan yang memadukan spiritualitas, edukasi, dan penguatan karakter tersebut.

Baca juga: SD Muri Terbitkan Dua Jilid Buku Antologi, Perkuat Budaya Literasi sejak Dini

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang berlangsung di halaman sekolah, kali ini pihak sekolah sengaja memilih lokasi yang lebih istimewa.

Kepala Urusan Kesiswaan SD Muri, Bellah Iasyah Meylindah, S.Pd., menuturkan bahwa perubahan tempat ini dirancang untuk memberi nuansa yang lebih mendalam bagi para siswa.

Baca Juga:  Ratusan Siswa SD Muri Semarakkan Pawai Ramadan, Tebar Siar di Jalan Sunan Giri

“Kami ingin anak-anak merasakan sensasi yang berbeda. Mengaji dan menguatkan iman di tempat yang memiliki nilai sejarah tentu memberikan pengalaman yang lebih bermakna,” ujarnya.

Suasana semakin hidup karena kegiatan ini dipandu oleh para siswa Madrasah Aliyah Maskumambang yang sedang menjalankan program Pekan Dakwah di SD Muri.

“Hari ini kakak-kakak dari MA Maskumambang mendampingi seluruh rangkaian kegiatan,” tambah Bellah.

Suasana Ngaji on the Street SD Muri di Wisata Giri Kuno, Kebomas, Gresik, Kamis (15/1/2026) (Tagar.co/Mila Sophia)

Mengaji di Pelataran Sejarah yang Teduh dan Syahdu

Tepat pukul 06.45 WIB, seluruh siswa berkumpul di halaman sekolah. Setelah pengarahan singkat, rombongan bergerak menuju lokasi pada pukul 07.00 WIB. Barisan siswa yang didampingi wali kelas masing-masing tampak beriringan rapi, membentuk liukan panjang yang menarik perhatian warga sekitar.

Sesampainya di pelataran Wisata Giri Kuno, suasana terasa teduh. Pepohonan rindang, udara pagi yang sejuk, dan nuansa desa tempo dulu menyelimuti kegiatan. Tikar-tikar telah dibentangkan, dan siswa duduk sesuai kelas masing-masing.

Kegiatan dibuka oleh guru Pendidikan Agama Islam SD Muri, Muhammad Fail Khairit Tammah, S.Pd.I., lalu dilanjutkan sesi inti yang dipandu Ilham Tri Fanshuri, siswa MA Maskumambang.

Baca Juga:  SPMB: Antara Word of Mouth dan Media Sosial

Satu per satu siswa membuka Juz Amma. Tak lama kemudian, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari seluruh penjuru pelataran. Surah An-Naba, An-Nazi’at, At-Takwir, Al-Infithar, hingga Al-Muthaffifin dibaca bersama, berpadu dengan hembusan angin dan rintik dedaunan yang bergoyang perlahan.

Langit yang sedikit mendung justru memperkuat suasana syahdu, seolah menjadi saksi kekhusyukan ratusan siswa yang mengaji di tempat penuh nilai sejarah itu.

Di akhir Ngaji on the Street, para Siswa dari MA Maskumambang berfoto bersama pimpinan SD Muri (Tagar.co/Istimewa)

Sambung Ayat, Hadiah, dan Keberanian Tampil

Usai tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sambung ayat. Siswa yang paling cepat mengangkat tangan dan maju ke depan berhak melanjutkan ayat yang dibacakan pemandu.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Khalifah Hakeem Said Ilmawan, siswa kelas VI Haidar Nashir. Dengan percaya diri, ia melanjutkan bacaan Surat An-Nazi’at ayat ke-6 hingga akhir surat tanpa kesalahan. Senyum lebar menghiasi wajahnya ketika menerima hadiah berupa uang saku dan sekotak biskuit.

Tak kalah berani, Alifa Mutya Wisesa, siswi kelas VI Dien Syamsudin, juga tampil memukau dengan lantunan ayat yang lantang dan tepat, disambut tepuk tangan teman-temannya.

Baca Juga:  Empat Pos Esmalik Uji Ibadah dan Kekompakan Siswa SD Muri

Sesi berikutnya dipandu oleh Panji Akbar Alam dan Muhammad Rifqi Izul Haqq—siswa MA Maskumambang yang sedang pengabdian di SD Muri—dengan metode yang lebih menantang. Kak Panji, selaku ketua rombongan Pekan Dakwah, menyulut semangat para siswa.

“Ayo, siapa yang berani maju tanpa disuruh? Lima anak tercepat!”

Seruan itu disambut derap langkah kecil para siswa yang berlari ke depan. Suasana riuh penuh tawa dan semangat. Setiap peserta yang maju kembali mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Tanpa terasa, waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB. Seluruh peserta kemudian kembali ke sekolah untuk melanjutkan kegiatan belajar.

Di akhir acara, Kak Panji menyampaikan kesan mendalamnya. “Kami senang sekali bisa terlibat dalam kegiatan di SD Muri. Anak-anaknya luar biasa semangat dan berani. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.”

Melalui Ngaji on the Street, SD Muri tak sekadar menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang membekas, menyenangkan, dan membangun karakter sejak dini. (#)

Jurnalis Qomariyah Penyunting Mohammad Nurfatoni