
Pertemuan spontan para Sahabat Ambyar di Café Jagadjawi Menganti menghadirkan tawa, cerita lama, dan kebersamaan sederhana di akhir 2025.
Tagar.co — Penghujung tahun 2025 menjadi lebih hangat bagi sekelompok Sahabat Ambyar yang memilih berkumpul sederhana di Cafe Jagadjawi, Sabtu (20/12/2025).
Tanpa agenda resmi dan tanpa jamuan berlebih, pertemuan spontan itu justru menghadirkan suka cita yang tulus—obrolan ringan, tawa lepas, dan cerita-cerita lama yang kembali disambung.
Pertemuan yang berawal dari pesan singkat di grup WhatsApp itu menyatukan kembali para sahabat yang kini menapaki jalan pengabdian berbeda. Meski berpisah oleh jarak dan kesibukan, mereka sepakat meluangkan waktu sejenak untuk menjaga tali silaturahmi dan berbagi kabar.
Baca juga: Silaturahmi ke Pak Sis: Sehangat Pulang ke Ayah Sendiri
Hadir dalam pertemuan tersebut Nofia Firdawati (TK Mutiara Biru Cerme), Jessica Dwi Rahmayanti (SDI Az-Zahro Kepatihan), Dwi Sarayustisiya (SD Almadany Kedanyang), Suhartini (SD Al-Azhar Surabaya), Laili Uswatin (TK Al-Ummah GKB Gresik), Tutik Setiyaningsih, Ida Rosita, serta Dwi Sriwahyuni (SD Muhammadiyah 1 Menganti).
Cafe Jagadjawi dipilih bukan tanpa alasan. Berlokasi di kawasan Pelemwatu, Menganti, Gresikm tempat ini mengusung desain rumah joglo dengan pelataran hijau yang asri. Saat bangunan utama tampak ramai, gazebo di sisi kafe menjadi pilihan—memberi ruang lebih tenang untuk berbincang.
“Seperti di desa ya, Bun,” ujar Sultan (7), anak salah satu peserta, sambil menikmati semilir angin yang menyusup di antara rimbunan tanaman jagung di sekitar kafe. Nuansa pedesaan itu kian menguatkan rasa nyaman.
Suasana semakin cair ketika para sahabat datang satu per satu. Dwi Sarayustisiya membawa aneka buah, Laili Uswatin menenteng dua kotak brownies, sementara Nofia memilih memesan singkong goreng sebagai pelengkap.

Keistimewaan CafeCafé Jagadjawi Menganti, Hangatnya Pertemuan Para Sahabat di Penghujung 2025 Jagadjawi—yang membolehkan pengunjung membawa makanan dan minuman dari luar—membuat kebersamaan terasa lebih leluasa.
“Alhamdulillah, kami selalu berusaha menjaga hubungan baik dan saling mendukung. Itu yang membuat hidup lebih bermakna,” kata Laili Uswatin, pencetus pertemuan yang datang dari GKB Gresik.
Ia bercerita, gagasan bertemu muncul pagi hari sekitar pukul tujuh. Pesan singkat yang ia kirim segera disambut anggukan virtual dari semua anggota. “Alhamdulillah bisa bertemu dengan teman-teman lama dan berbagi cerita seru,” ujarnya.
Di tengah riuh canda, hujan deras tiba-tiba turun. Gazebo pun berubah menjadi tempat berteduh bersama—seakan menegaskan bahwa kebersamaan tak mudah terpecah oleh cuaca.
Pertemuan ditutup dengan harapan sederhana: persaudaraan tetap terjaga dan kesempatan bertemu kembali terbuka di tahun mendatang. Di Cafe Jagadjawi, mereka menemukan ruang untuk berbagi kebahagiaan dan mengisi ulang semangat menyongsong hari esok.
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni











