Feature

Budaya Indonesia Menyatu di Panggung FFU: Tari Kolosal Nusantara MTs Mudahlan Jadi Sorotan

59
×

Budaya Indonesia Menyatu di Panggung FFU: Tari Kolosal Nusantara MTs Mudahlan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
25 Siswa MTs Muhammadiyah 9 Wotan saat tampil pada pra acara final FFU Ke-9, di Hall Sang Pencerah, UMG, Sabtu, 1 November 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

25 siswa MTs Mudahlan Wotan menampilkan tari kolosal bertema Nusantara dalam pembukaan final FFU Ke-9 di UMG. Paduan gerak tari tradisional dari Sumatera hingga Papua, disertai atraksi Tapak Suci, menjadikan penampilan mereka sorotan utama yang memancarkan semangat persatuan budaya Indonesia.

Tagar.co – Dua puluh lima siswa MTs Muhammadiyah 9 Wotan (Mudahlan) sukses mencuri perhatian dengan penampilan medley Tari Kolosal Nusantara yang dipadukan dengan atraksi Tapak Suci Putra Muhammadiyah.

Dengan penuh percaya diri, mereka tampil memukau di pembukaan final Festival Faqih Usman (FFU) ke-9 di Hall Sang Pencerah, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu (1/11/2025).

Baca juga: Pesilat Cilik Tapak Suci SD Mugres Memukau Panggung FFU

Sabtu pagi itu menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para siswa kelas IX Mudahlan. Sejak selepas subuh, mereka sudah bersiap di sekolah, berdandan dengan kostum masing-masing, lalu berangkat bersama menuju lokasi acara. Tepat pukul 08.12 WIB, pembawa acara mempersilakan mereka naik ke panggung.

Pertunjukan dibuka dengan tari piring dari Sumatera Barat. Empat penari laki-laki tampil enerjik dengan busana merah menyala, mengayunkan piring putih di kedua tangan. Disusul delapan penari perempuan yang membawakan tari Bali, memancarkan kelembutan dalam gerak yang ritmis.

Bagian berikutnya menampilkan empat penari laki-laki dengan tari jaranan khas Jawa Timur, lengkap dengan replika kuda dari bambu. Iringan musik tradisional menambah semarak suasana.

Setelah itu, empat penari lain menghadirkan semangat dari ujung timur Indonesia lewat tari Sajojo dari Papua, lengkap dengan busana adat dan tongkat tarian yang diayunkan penuh semangat.

Sebagai penutup, dua siswi—Mazda Arfatun Niswah dan Dhia Batrisya Amani—menyanyikan lagu Senandung Pelangi: Warisan Budaya Indonesia, diiringi tiga pendekar Tapak Suci yang menampilkan gerakan bela diri penuh ketepatan dan harmoni. Panggung seketika riuh oleh tepuk tangan penonton yang kagum atas penampilan mereka.

Suasana pembukaan Final dan Awarding FFU Ke-9 di Hall Sang Pencerah, UMG, Sabtu, 1 November 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Hasil Latihan Terbayar Lunas

Semua kerja keras dan latihan selama sepekan terasa terbayar lunas dengan apresiasi meriah dari para hadirin. Wakil Kepala Kesiswaan, Arifiyanto, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tagar.co.

“Persiapan meliputi latihan rutin, pemantapan formasi, penyesuaian kostum, hingga penguatan mental dan kekompakan antarpenari,” tuturnya.

Ia menambahkan, semangat anak-anak begitu tinggi. Mereka bahkan rela meluangkan waktu di luar jam pelajaran untuk latihan tambahan.

“Mereka saling menyemangati dan menjaga kekompakan agar tampil maksimal,” ujarnya dengan mata berbinar.

Arifiyanto berharap pengalaman ini menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat kecintaan siswa terhadap seni dan budaya Indonesia.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berani tampil dan berkontribusi lewat karya seni. Mudah-mudahan dari panggung ini lahir generasi yang mencintai budayanya sendiri,” pungkasnya.

Dengan penampilan memukau di FFU Ke-9, MTs Mudahlan Wotan menunjukkan wajah madrasah yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga hidup dengan semangat seni dan kebudayaan. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunitng Mohammad Nurfatoni