
Melalui inovasi pembelajaran berbasis game digital “Bilangan Bulat Menuju Saldo Amal Plus”, Ria Rizaniyah dari Spemdalas GKB berhasil memadukan matematika, nilai islami, dan teknologi hingga meraih juara di FFU Ke-9 UMG.
Tagar.co – Dari ruang kelas hingga panggung lomba, semangat belajar dan berinovasi tak pernah padam dalam diri Ria Rizaniyah, S.Pd., Guru Matematika SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), Gresik, Jawa Timur.
Siapa sangka, ide sederhana tentang “saldo amal” yang biasa ia sampaikan kepada siswanya, justru berbuah manis: mengantarkannya meraih Juara Lomba Video Pembelajaran Inovatif Guru dalam ajang Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Guru Pemenang Lomba Video Pembelajaran Inovatif di FFU Ke-9
Hari itu menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi Ria. Ia tampil percaya diri di hadapan dewan juri, membawakan karya bertema “Bilangan Bulat Menuju Saldo Amal Plus”—sebuah pembelajaran kontekstual yang memadukan game digital edukatif dan media konkret “Smart Coin Spemdalas” untuk menjelaskan konsep bilangan bulat dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
“Saya angkat materi bilangan bulat dengan tema Menuju Saldo Amal Plus,” ujar Ria, pada Tagar.co, Selasa (4/11/25).
“Pembelajaran ini berbasis aktivitas, kontekstual, dan terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, serta penguatan digital teknologi,” tambahnya.
Karya tersebut merupakan hasil refleksi panjang dari pengalaman mengajar di kelas. Ria mengembangkan idenya dari Buku Matematika Bilingual Holistik Integratif Kelas 7 SMP yang diterbitkan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah—buku yang juga ia tulis bersama tim.
“Buku ini istimewa karena mengintegrasikan konsep matematika dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya bangga.

Antara Smart Coin dan Game Digital
Untuk menjembatani konsep abstrak bilangan bulat, Ria menciptakan media konkret bernama Smart Coin Spemdalas, yang membantu siswa memahami nilai positif dan negatif secara visual dan kinestetik.
Tidak berhenti di situ, ia juga melibatkan siswa kelas 7 Digital Technology Class Program dalam pembuatan game digital “Bilangan Bulat Menuju Saldo Amal Plus”—sebuah permainan yang menggabungkan logika matematika dengan pesan moral islami.
Dalam game itu, setiap tantangan bilangan bulat disimbolkan sebagai perjalanan menuju “saldo amal plus”, mengajarkan siswa bahwa kebaikan sekecil apa pun bernilai besar jika dilakukan dengan konsisten.

Tantangan dan Kolaborasi
Ria mengaku sudah tiga tahun tidak mengikuti lomba. Terakhir ia berpartisipasi pada ME Award 2022 dan meraih juara 3. Ketika memutuskan ikut FFU Ke-9, perasaan ragu sempat muncul.
“Agak bingung juga harus mulai dari mana, karena sudah lama tidak ikut lomba,” kenangnya sambil tersenyum.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyatukan narasi, visual, media konkret, dan proyek digital dalam durasi video yang terbatas, tanpa kehilangan makna pembelajaran. Namun dukungan dari sekolah, kolaborasi tim, dan semangat siswa menjadi kunci keberhasilan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu. Kemenangan ini bukan sekadar hasil lomba, tapi buah dari semangat berinovasi dan kolaborasi,” ungkapnya.

Menjadi Guru yang Terus Belajar
Kemenangan ini, bagi Ria, bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari semangat baru untuk terus berinovasi. Ia ingin membuktikan bahwa matematika bisa diajarkan dengan cara yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual.
Baca juga: Ketika Kualitas Pembinaan Jadi Kunci Sukses Spemdalas Juara Umum FFU 2025
“Saya ingin terus belajar dan berinovasi menciptakan pembelajaran yang holistik dan berdampak,” katanya. “Saya juga ingin berbagi inspirasi dengan rekan-rekan guru agar semangat pembelajaran berkemajuan semakin meluas di lingkungan Muhammadiyah.”
Ria menutup kisahnya dengan pesan penuh makna: “Semoga Spemdalas terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing global. Dan semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pembelajar sepanjang hayat yang selalu menambah saldo amal plus lewat ilmu dan kebaikan yang mereka lakukan.” (#)
Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni












