
Dari pesisir Campurejo, Panceng, Ayu Ramadhani membuktikan bahwa semangat dan ketekunan mampu menembus batas. Siswi Hamas School ini meraih harapan 2 Pidato Bahasa Arab tingkat SMP/MTs di ajang Festival Faqih Usman Ke-9.
Tagar.co — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Hamas School (SMP Muhammadiyah 13 Campurejo, Gresik).
Dalam ajang Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 yang digelar Sabtu (1/11/2025) di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik, Ayu Ramadhani berhasil meraih harapan 2 Lomba Pidato Bahasa Arab tingkat SMP/MTs.
Baca juga: Juara Pidato Bahasa Arab FFU Ke-9 Resmi Diumumkan
Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi Ayu. Hingga kini, ia telah mengoleksi sepuluh penghargaan akademik dan nonakademik, mulai dari lomba pidato hingga lomba puisi tingkat kecamatan. Konsistensinya menjadi bukti bahwa pembinaan yang terarah mampu menumbuhkan potensi luar biasa dalam diri siswa.
Pembinaan Bahasa yang Menyentuh Makna
Kesuksesan Ayu tidak lepas dari bimbingan Ustazah Azzatul Hanizah, S.Pd., pembina Bahasa Arab yang dikenal telaten dan inspiratif. Ia mendampingi Ayu melalui latihan rutin berbasis pemahaman makna, ekspresi, dan penguasaan materi yang matang.
“Setiap latihan bukan hanya soal pelafalan,” ungkap Azza, sapaannya. “Yang lebih penting adalah bagaimana siswa memahami pesan yang ingin disampaikan dengan penuh penghayatan dan percaya diri.”

Bahasa Arab sebagai Pilar Pendidikan
Di Hamas School, penguasaan Bahasa Arab menjadi salah satu pilar utama pendidikan karakter dan keislaman. Sekolah ini memiliki Program Bahasa Arab Unggulan yang dijalankan secara sistematis dan terintegrasi dalam kegiatan harian siswa.
Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, para siswa mengikuti Shabahul Lughah, program pembiasaan bahasa Arab dengan konsep satu hari satu kata dan hafalan lima mufradat (kosakata). Kegiatan ini tak hanya melatih kemampuan berbahasa, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan dan kecintaan terhadap bahasa Al-Qur’an.
Selain itu, setiap pekan diselenggarakan Muhadatsatul Usbu’i, sesi praktik percakapan yang mengasah kemampuan berbicara siswa secara alami dan komunikatif.
Program ini dimotori oleh Ustaz Tholaat Wafa, S.Pd., alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang dikenal sebagai penggerak budaya berbahasa Arab di Hamas School. Dengan pendekatan komunikatif dan keteladanan yang kuat, ia menanamkan keyakinan bahwa bahasa Arab bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jalan memahami pesan-pesan Ilahi.
“Semoga program ini menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Arab dan menjadi jalan untuk memahami Al-Qur’an secara lebih mendalam,” ujarnya.
Sekolah yang Menanamkan Ilmu dan Akhlak
Kepala Hamas School, Nurul Wakhidatul Ummah, mengapresiasi capaian Ayu dan kerja keras para pembina.
“Prestasi ini adalah buah dari budaya sekolah yang menekankan keseimbangan antara ilmu, bahasa, dan akhlak. Kami ingin mencetak generasi yang cakap berbahasa, unggul dalam prestasi, dan berkarakter Islami,” tuturnya.
Festival Faqih Usman (FFU) Ke-9 menjadi ajang penting bagi sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik untuk menampilkan potensi terbaik siswa dalam bidang bahasa, seni, dan sains.
Dari sekolah pesisir yang berdekatan dengan laut, Hamas School membuktikan bahwa semangat berprestasi tak mengenal batas. Melalui pembinaan bahasa yang konsisten dan dukungan para guru inspiratif, mereka terus menyiapkan generasi muda yang mencintai bahasa Al-Qur’an, berani berkompetisi, dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa. (#)
Jurnalis Nurul Wakhidatul Ummah Penyunting Mohammad Nurfatoni












