Feature

Tarhib Ramadan Campurejo Semarak, Hamas School Tampil Penuh Kreativitas

55
×

Tarhib Ramadan Campurejo Semarak, Hamas School Tampil Penuh Kreativitas

Sebarkan artikel ini
Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan organisasi otonom Muhammadiyah berkumpul sebelum memulai pawai Tarhib Ramadan 1447 H di Desa Campurejo, Panceng, Gresik. Pawai ini menjadi momentum mempererat kebersamaan warga dalam menyambut bulan suci Ramadan. (Tagar.co/Istimewa)

Lampion bercahaya, miniatur Islami, dan iringan drumband membuat penampilan Hamas School mencuri perhatian warga dalam pawai Tarhib Ramadan 1447 di Desa Campurejo.

Tagar.co — Semangat menyambut Ramadan 1447 Hijriah terasa hangat di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Senin malam (16/2/2026).

Pawai Tarhib Ramadan yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Campurejo setempat menjadi ruang siar sekaligus ajang kebersamaan warga, dengan Hamas School tampil menonjol melalui kreativitas para siswanya.

Baca juga: Multimedia Room Jadi Energi Baru, Hamas School Berprestasi di Magic V

Sejak selepas Magrib, halaman sekolah dipadati ratusan peserta dari berbagai unsur pendidikan dan organisasi otonom Muhammadiyah.

Barisan peserta terdiri atas siswa PAUD Aisyiyah bersama wali murid, siswa madrasah ibtidaiah, pelajar SMP, hingga santri TPA Al-Ikhlash. Mereka berjalan rapi dan antusias, menciptakan suasana yang semarak namun tetap tertib.

Peserta Hamas School membentangkan spanduk Tarhib Ramadan sebelum pawai dimulai di halaman sekolah Desa Campurejo, Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian dari siar menyambut Ramadan yang melibatkan siswa, guru, dan wali murid dalam nuansa kebersamaan. (Tagar.co/Istimewa)

Di antara rombongan peserta, SMP Muhammadiyah 13 Gresik alias Hamas School mencuri perhatian masyarakat dengan konsep siar Ramadan yang kreatif dan edukatif.

Baca Juga:  Puasa Ulat Vs Puasa Ular: Kultum di Hamas School Sentil Makna Ramadan

Para siswa membawa lampion bernuansa Islami, pernak-pernik Ramadan berhias lampu warna-warni, serta miniatur bulan dan bintang yang melambangkan kemuliaan bulan suci. Cahaya lampu yang berpadu dengan busana dominan putih dan hitam menciptakan nuansa religius yang hangat di sepanjang rute pawai.

Suasana semakin hidup ketika drumben Satria Nada Hamas School mengiringi langkah peserta. Tabuhan ritmis yang menggema di malam hari membangkitkan semangat sekaligus menarik warga untuk memadati tepi jalan. Banyak masyarakat mengabadikan momen tersebut dengan ponsel, menjadikan pawai Tarhib Ramadan sebagai tradisi kebersamaan yang dinanti setiap tahun.

Para siswi Hamas School berpose membawa lampion hias sebelum mengikuti pawai Tarhib Ramadan 1447 H di Campurejo. Lampion bernuansa Islami menjadi simbol semangat menyambut bulan suci dengan kreativitas dan kegembiraan. (Tagar.co/Istimewa)

Ketua PRM Campurejo, Rofiud Darojat, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh elemen pendidikan dan organisasi otonom dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif siswa, wali murid, dan masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut bulan penuh berkah.

Pawai Tarhib Ramadan secara resmi dilepas oleh Kepala Desa Campurejo, Amudi, didampingi pimpinan ranting dan cabang Muhammadiyah. Pelepasan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah desa dan keluarga besar Muhammadiyah dalam menjaga tradisi religius yang memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, PRA Rangkah Kidul dan Bluru Tebar Paket Sembako
Siswa Hamas School membawa miniatur bulan dan dekorasi bercahaya saat mengikuti pawai Tarhib Ramadan 1447 di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Senin malam (16/2/2026). Kreativitas peserta menghadirkan suasana syiar Ramadan yang semarak dan menarik perhatian warga. (Tagar.co/Istimewa)

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Hamas School menegaskan komitmennya untuk menanamkan semangat dakwah, kreativitas, dan kecintaan terhadap Ramadan kepada generasi muda sejak dini.

Semarak siar yang ditampilkan bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ikhtiar membangun atmosfer spiritual agar masyarakat menyambut Ramadan dengan kesiapan iman dan amal. (*)

Jurnalis Nurul Wakhidatul Ummah Penyunting Mohammad  Nurfatoni