Feature

Ramaikan Mal, Siswa Spemdalas Ikuti Talkshow Gebyar Bulan Bahasa

31
×

Ramaikan Mal, Siswa Spemdalas Ikuti Talkshow Gebyar Bulan Bahasa

Sebarkan artikel ini
Talkshow
Founder akun IG Infogresik, Muhammad Irawan dalam Talkshow Gebyar Bulan Bahasa 2025 Spemdalas, di Atrium Icon Mall Gresik, Selasa (28/10/25) (Tagar.co/Fitri Wulandari)

Hadirnya inspirator muda memberikan pencerahan terkait dengan perkembangan bahasa di media masa. Munculnya kata flexing, santuy, atau ngab yang artinya pamer, santai, dan panggilan ‘bang’. Di Gebyar Bulan Bahasa, ini semua diulas

Tagar.co – Tujuh ratus siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik memenuhi atrium Icol Mall Gresik. Mengenakan seragam biru muda dan celana cream, mereka duduk di depan panggung. Ya, mereka sedang menanti puncak kegiatan Bulan Bahasa.

Talkshow Gebyar Bulan Bahasa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik hadirkan sosok inspiratif muda sekaligus founder akun IG Infogresik, Muhammad Irwan, Selasa (28/20/25) di Atrium Icon Mall, Gresik.

Moderator talkshow, Nayla Rahma Wijaya, membuka talkshow dengan menyapa seluruh guru dan siswa Spemdalas dengan pantun.

Pergi ke pasar membeli obat

Singgah sebentar ke rumah kak Anya

Yang menjawab salam saya saya doakan lancar rezekinya

Duta Buku Jawa Timur sekaligus siswa SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik ini kemudian mempersilakan Muhammad Irwan menyampaikan materinya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Siswa Mugeb Pawai dengan Membentangkan Replika Al-Qur'an Raksasa

Mengangkat tema Bahasa Ndak Boring Bisa Bikin Trending, Irwan membuka pemaparan dengan bertanya terkait kebiasaan dalam menggunakan media sosial. “Jika adik-adik menulis caption, bahasa apa sih yang kalian gunakan?” tanyanya.

Di era media sosial, lanjutnya, bahasa berkembang secara cepat. Media sosial mempengaruhi penggunaan bahasa sehingga bahasa gaul berubah dengan cepat. Adik-adik tentu akrab dengan kata flexing, santuy, atau ngab yang artinya pamer, santai, dan panggilan ‘bang’.

“Hal tersebut jika digunakan ndak papa sih. Namun, ada yang kurang dapat menempatkan bahasa dengan sesuai. Nah, dalam kaitan tersebut, Infogresik memilih untuk menggunakan bahasa lokal dan nasional agar mudah dipahami dan menjangkau audience lebih luas,” jelasnya.

Iwan kemudian menyampaikan tips menggunakan bahasa di media sosial untuk konten. Pertama, pelajari siapa followers atau yang kamu hadapi di media sosial. Kedua, gunakan bahasa yang sesuai. Dan ketiga, gunakan storytelling yang terhubung dengan followers.

Bulan Bahasa
Founder akun IG Infogresik, Muhammad Irawan (tengah) berfoto bersama Kepala Spemdalas (paling kiri) dan Moderator Talkshow (paling kanan) setelah Talkshow Gebyar Bulan Bahasa 2025 Spemdalas, di Atrium Icon Mall Gresik, Selasa (28/10/25) (Tagar.co/Ilham)

Sesi Tanya Jawab

Usai pemaparan materi, moderator menyampaikan beberapa pertanyaan kepada M. Irwan. Ketika ditanya terkait awal munculnya ide membuat akun IG Infogresik, Irwan menyampaikan bahwa awalnya ingin berbagi informasi terkait hal-hal yang menarik yang ada di Gresik.

Baca Juga:  Strategi Matang Bawa Mupus Spemdalas Raih Emas Tertinggi Olympicad Makassar

“Kami berdiri tahun 2010. Jadi tahun ini kita berulang tahun ke-15,” ungkapnya.

Moderator kemudian menanyakan terkait tantangan terbesar terkait perkembangan media sosial.

Irwan menyampaikan bahwa Infogresik jarang mengikuti trend-trend yang berkembang karena Infogresik sudah menemukan gaya sendiri untuk menyampaikan informasi.

“Kekhasan ini tetap kita pegang sehingga menjadi kekuatan Infogresik tetap bertahan di tengah derasnya pengaruh di media sosial,” jelasnya.

“Oh ya, ada satu poin yang perlu untuk diingat, ‘Jangan percaya apa pun yang ada di media sosial’. Kalian harus “tabayun” atau croscek dari berbagai sumber.

Ditambahkan Irwan bahwa siswa Spemdalas pasti mempunyai bakat dan talenta. “Hal tersebut bisa ditunjukkan di media sosial. Hal itu merupakan selfbranding yang dapat menjadikan citra diri positif.”

Irwan juga menekankan bahwa tiap orang adalah influencer yang bisa memberikan dampak untuk sekitarnya.

“Sebarkan dampak baik dengan bahasa karena bahasa adalah cerminan diri. Kita juga perlu terus konsisten untuk menggali potensi. Namun yang tak kalah penting adalah semangat pantang menyerah,” tegasnya. (#)

Baca Juga:  Padukan Musikal dan Animasi, Film Na Willa Tayang Lebaran 2026

Jurnalis Fitri Wulandari. Penyunting Ichwan Arif.