
Lewat penampilan penuh penghayatan dalam puisi Bulan di Atas Kamboja, tim Musikalisasi Puisi SMP Muhammadiyah 12 Gresik tampil memukau dan berhasil meraih emas tertinggi tingkat nasional pada ajang Olympicad Ke-8 di Makassar.
Tagar.co — Tim Musikalisasi Puisi (Mupus) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur, menorehkan prestasi gemilang dengan meraih emas tertinggi pada ajang Olympicad Ke-8 tingkat SMP/MTs di Universitas Muhammadiyah (Unimus) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/2/2026).
Tampil di lantai 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unimus, lima personel Spemdalas membawakan puisi Bulan di Atas Kamboja karya T. Cahyono dengan aransemen musik harmonis dan penghayatan yang kuat. Mereka tampil percaya diri mengenakan kostum batik dengan selendang kuning sebagai identitas penampilan.
Baca juga: Bawakan Bulan di Atas Kamboja, Mupus Spemdalas Unjuk Gigi di Olympicad Ke-8 Makassar
Formasi tim terdiri atas Laras Pramita Dihyantari, Syazani Yafi Mahardika, Faisal Mirza Lakeisha Efendi, Zaidun Rizky Fadhilah, serta vokalis utama Azalia Mercyana Zahirah.
Berdasarkan hasil resmi panitia yang diumumkan melalui aplikasi kompetisi, Spemdalas memperoleh nilai tertinggi 97,6 pada kategori SMP/MTs. Posisi kedua diraih SMP Muhammadiyah 3 Depok dengan skor 96,6, sementara posisi ketiga ditempati SMP Muhammadiyah 1 Alternatif Magelang dengan nilai 95.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026) di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar.
Menang Strategi
Pembina Mupus Spemdalas, Bambang Hermanto, S.Sn., mengatakan keberhasilan tim tidak lepas dari strategi pemilihan karya dan proses latihan yang konsisten.
“Konsep utama kami adalah memilih lagu yang penuh makna serta membangun harmonisasi kuat antara musik dan puisi. Itu yang membuat kami tampil berbeda,” ujarnya, Ahad (15/2/26).
Ia menambahkan, persiapan dilakukan sejak jauh hari dengan fokus pada kekuatan mental dan penguasaan panggung. Menurutnya, tantangan terbesar dalam lomba bukan hanya aspek teknis, tetapi juga menjaga konsentrasi saat tampil.
“Kami menekankan penguatan mental dan fokus penuh pada lagu. Faktor paling menentukan adalah keyakinan serta strategi dalam memilih karya,” katanya.
Vokalis tim, Azalia Mercyana Zahirah, mengaku termotivasi setelah melihat penampilan peserta lain yang dinilai ekspresif dan kreatif.
“Beberapa tim sangat ekspresif dan punya aransemen unik. Itu membuat saya semakin terpacu untuk tampil maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, kekompakan tim dan pendalaman makna puisi menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Rasa haru muncul saat nilai tertinggi diumumkan panitia.
“Kami benar-benar menyatu dengan puisi yang dibawakan. Saat pengumuman nilai tertinggi muncul, saya merasa bangga sekaligus terharu,” tuturnya.
Bagi tim Mupus Spemdalas, medali emas ini menjadi hasil dari proses latihan panjang, strategi matang, dan keyakinan yang terus dijaga hingga tampil di panggung nasional.
Jurnalis Dina Hanif Mufidah | Penyunting Mohammad Nurfatoni












