
Aula MAM Pondok Modern Paciran dipadati ratusan peserta. Dari dinamika ranting yang segar hingga sidang komisi yang solid, Musypimcab I Aisyiyah menjadi ajang silaturahim dan penguatan gerakan.
‘Tagar.co – Ruangan aula berwarna krem kecokelatan itu sesak dipenuhi ratusan peserta. Mereka adalah ibu-ibu Aisyiyah yang tampil kompak dengan batik hijau segar dipadu kerudung kuning mustard.
Dari depan aula hingga ke barisan paling belakang, kursi-kursi terisi penuh. Angin laut pantura yang semilir lembut seakan ikut menemani jalannya Musyawarah Pimpinan Cabang (Musypimcab) I Aisyiyah Paciran, Lamongan, Jawa Timur di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Pondok Modern Paciran, pada Jumat (12/9/2025).
Baca juga: Musypimcab Aisyiyah Paciran: Dr. Piet Tekankan Peran Ibu di Era Digital
Di atas panggung, empat perempuan berjejer rapi di balik meja berhias bunga warna-warni. Mikrofon bergantian berpindah tangan, menandai peran masing-masing pimpinan yang menyampaikan arahan dengan tegas dan penuh keyakinan.
Kehadiran mereka memancarkan wibawa sekaligus kehangatan, simbol kepemimpinan perempuan berkemajuan yang terus bergerak.
Dinamika Ranting yang Meriah
Acara dibuka dengan lantang oleh Mar’atus Sholihah, S.Ag., yang bertugas sebagai pembawa acara. Suaranya menggema, menandai jalannya kegiatan yang sarat semangat kebersamaan itu.
Sebelum masuk agenda inti, para peserta disuguhi Dinamika Ranting, sesi penyampaian program unggulan dari beberapa ranting. Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Blimbing, PRA Sumuran, dan PRA Telogosadang tampil secara bergiliran.
PRA Blimbing memaparkan kegiatan rutin berupa pengajian, santunan duafa, dan pembentukan grup drumband. Sementara itu, PRA Sumuran menonjolkan program drumband yang berkolaborasi dengan PRM dan sudah viral di masyarakat.
Tak kalah menarik, PRA Telogosadang membawa produk jamu tradisional berbahan lokal seperti jambu monyet, meniran, dan brotowali.
Dengan gaya kocak, utusan ranting ini menjelaskan manfaat jamu untuk kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Suasana aula pun pecah oleh tawa, menambah semarak Musypimcab.

Pleno, Ishoma, dan Energi Baru
Pukul 10.30 WIB, acara beralih ke Sidang Pleno yang dipimpin Hibatun Nihaya, S.Ag. Masing-masing ketua majelis menyampaikan capaian program, hambatan yang dihadapi, hingga rencana tindak lanjut.
Memasuki waktu ishoma, peserta menikmati hidangan sederhana nan menggugah selera: sayur asem, perkedel, ayam goreng, dan sambal pedas.
“Sensasi pedas pembangkit semangat, energi untuk sidang komisi setelah ini,” celetuk Siti Zaenab, S.Pd., dari Majelis Hukum dan HAM, disambut tawa teman-temannya.
Meski siang terasa panas, semangat peserta tidak surut. Sidang Komisi berlangsung lancar, hasil-hasilnya disampaikan, dan forum menyetujuinya tanpa sanggahan.
Harapan dan Penutup
Ketua PCA Paciran, Dra. Umu Hanik, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesabaran, ketulusan, dan niat yang kuat dalam menggerakkan ’Aisyiyah.
“Dengan Musypimcab ini mari perkuat komitmen dan kontribusi dalam membangun khoiroh ummah melalui penguatan dakwah di masyarakat,” pesannya.
Menjelang sore, tepat pukul 16.30 WIB, Musypimcab Satu resmi ditutup. Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar forum musyawarah, melainkan juga ruang silaturahim dan tholabul ilmi.
Hasilnya akan menjadi bekal kerja bersama dalam dua tahun ke depan untuk mewujudkan cita-cita persyarikatan. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












