Feature

Beras Murah dari Koperasi BUEKA Melati, Anggota Tersenyum Lega

42
×

Beras Murah dari Koperasi BUEKA Melati, Anggota Tersenyum Lega

Sebarkan artikel ini
Ketua Koperasi BUEKA Melati, Lies Imma J, S.Pd, M.Si (kanan) saat Baksos Beras Murah di acara Pengajian PCA Sidoarjo (Tagar.co/Yekti Pitoyo)

Di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok, Koperasi Wanita BUEKA Melati hadir dengan solusi konkret: menjual beras premium di bawah harga pasar. Sebanyak 150 paket beras dijual lebih murah dalam dua agenda pengajian, disambut antusias oleh para ibu rumah tangga.

Tagar.co – Di tengah meroketnya harga kebutuhan pokok, Koperasi Wanita Badan Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) Melati kembali menebar kepedulian. Melalui program bakti sosial beras murah, koperasi ini berhasil meringankan beban anggotanya—terutama para ibu rumah tangga—dengan menyediakan 150 paket beras premium jenis Sintanola dan Lahap seharga hanya Rp69.000 per 5 kg, jauh di bawah harga pasar Rp77.000.

Program ini dilaksanakan dalam dua momentum penting: saat pengajian umum Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) pada 27 Juli 2025 di Perumahan Bumi Citra Fajar (BCF), dan dilanjutkan pada 3 Agustus 2025 dalam pengajian pembinaan anggota koperasi di Kelurahan Magersari.

Baca juga: Kisah Sukses Kopwan Bueka Melati: Dari Pengajian ke Perputaran Ekonomi

Lies Imma J., S.Pd., M.Si., Ketua Koperasi Wanita BUEKA Melati, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata tanggung jawab sosial koperasi terhadap anggotanya. Ia mengenang inisiatif serupa yang pernah dilakukan tahun lalu, saat harga beras melonjak tajam.

Baca Juga:  Ramadan bagi Emak-Emak: Ketika Uang Dapur Perlahan Membengkak

“Program beras murah ini adalah wujud kepedulian kami untuk meringankan beban anggota. Ini adalah kali kedua kami adakan. Tahun lalu, saat harga beras melonjak, kami juga menjual beras bersubsidi dengan potongan Rp7.000 hingga Rp10.000 per 5 kg,” jelas Lies Imma.

Tak butuh waktu lama, antusiasme para anggota langsung terlihat. Ulin Nuha Amsya, Ketua Ranting Pucanganom, menyebut program ini sangat membantu, terutama bagi kalangan ibu-ibu yang selama ini berjibaku mengatur pengeluaran rumah tangga.

“Koperasi Wanita BUEKA Melati menjual beras berkualitas di bawah harga pasar. Ini disambut antusias oleh ibu-ibu karena harga kebutuhan pokok semakin tinggi. Sangat membantu sekali, karena selisihnya bisa digunakan untuk keperluan lain,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Bu Kusrini, anggota dari Ranting Cemengbakalan. Ia menyampaikan harapannya agar program serupa bisa diperluas ke kebutuhan pokok lainnya.

“Alhamdulillah, beras murah Kopwan BUEKA Melati sangatlah membantu sekali bagi ibu-ibu di saat situasi seperti sekarang, harga sembako merangkak naik dan kebutuhan lainnya juga. Semoga ke depannya bukan hanya beras, tapi kebutuhan lainnya juga. Misal gula dan minyak,” ujarnya penuh harap.

Baca Juga:  Rakorsus Kurban 2026, Ketua Lazismu Jatim Soroti Sinergi Program dan Layanan Dam

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, program beras murah ini menjadi simbol solidaritas dan gotong royong. Subsidi yang diberikan bukan hasil bantuan luar, melainkan murni dari inisiatif dan kas koperasi sendiri—sebuah praktik ekonomi sosial yang berpihak pada kebutuhan nyata anggotanya.

Koperasi Wanita BUEKA Melati berharap langkah kecil ini bisa menjadi gerakan besar: menginspirasi koperasi lain untuk bergerak bersama, menguatkan ekonomi akar rumput, dan menghadirkan solusi di tengah tantangan hidup yang makin kompleks. (#)

Jurnalis Yekti Pitoyo Penyunting Mohammad Nurfatoni