
Ratusan siswa SMPM 12 Sendangagung berangkat study tour ke Semarang dan Solo. Di bawah langit bertabur bintang, mereka dilepas dengan wejangan tentang etika perjalanan dan tanggung jawab sebagai pelajar muslim.
Tagar.co — Halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, mendadak berubah layaknya terminal bus dadakan pada Selasa malam, 17 Juni 2025.
Langit cerah bertabur bintang menjadi saksi keberangkatan delapan armada bus yang siap membawa 360 siswa-siswi kelas VIII beserta 50 guru pendamping menuju Semarang dan Solo dalam rangka study tour tahunan.
Baca juga: Pelepasan Santri TPA Al-Ikhlash 014 Sendangagung: Tangis Haru di Panggung Hijau
Keramaian semakin semarak karena sebagian besar orang tua turut hadir mengantar putra-putrinya. Di sudut halaman, para peserta tampak duduk rapi di lapangan futsal, membentuk barisan sesuai kelas—mulai dari 8A hingga 8K.
Sebelum keberangkatan, Kepala SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Aminuddin, M.Pd., memberikan arahan sekaligus pembekalan singkat. Di hadapan ratusan siswa, ia mengingatkan bahwa study tour bukan hanya ajang bersenang-senang.
“Syukur alhamdulillah sore tadi kalian menerima rapor kenaikan kelas, dan semua dinyatakan naik. Malam ini sesuai agenda, kalian akan study tour. Ingat, selain jalan-jalan, kalian juga punya tanggung jawab membuat laporan kegiatan,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika bepergian sesuai syariat Islam. Mulai dari perilaku selama di kendaraan, tutur kata, sopan santun saat makan dan minum, hingga membuang sampah pada tempatnya.
“Di mana pun kalian berada, tunjukkan pribadi seorang muslim dan muslimah yang baik,” imbuhnya sebelum memimpin doa bersama.
Usai pembekalan, para siswa diarahkan masuk bus sesuai nomor yang telah ditentukan. Ketua panitia, M. Raji, S.Pd., menjelaskan bahwa destinasi study tour tahun ini adalah Saloka Theme Park, Semarang dan Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo.
Tepat pukul 22.30 WIB, lantunan doa dan salam perpisahan orang tua mengiringi laju delapan bus yang perlahan merambat meninggalkan halaman sekolah.
Semoga perjalanan rombongan lancar, selamat sampai tujuan, dan kembali ke Paciran dengan membawa pengalaman berharga. Amin. (#)
Jurnalis Sri Asian Penyunting Mohammad Nurfatoni












