Feature

Keteguhan Innik Hikmatin: Hadir dan Menguatkan di Tengah Pemulihan

49
×

Keteguhan Innik Hikmatin: Hadir dan Menguatkan di Tengah Pemulihan

Sebarkan artikel ini
Semangat Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik Innik Hikmatin, M. Pd. I saat memberikan sambutan pada kegiatan halalbihalal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 12 April 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Ketua PDA Gresik Innik Hikmatin hadir di tengah guru PAUD saat halalbihalal meski dalam pemulihan dari sakit. Dengan suara lirih tapi penuh makna, ia menyampaikan pesan spiritual dan keteguhan kepemimpinan.

Tagar.co – Pagi Sabtu (12/425) itu, Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Gresik tampak semarak. Lebih dari lima ratus guru TK Aisyiyah se-Kabupaten Gresik memenuhi aula untuk mengikuti kegiatan halalbihalal yang digelar Ikatan Guru Bustanul Athfal (IGABA).

Namun yang paling mencuri perhatian bukan sekadar jumlah peserta atau kemeriahan acara, melainkan sosok perempuan yang berdiri di podium sambil tersenyum hangat: Innik Hikmatin, M.Pd.I, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik.

Baca juga: Guru PAUD Penjaga Akidah Sejak Dini, Pesan Ketua PDM Gresik

Di tengah proses pemulihan kesehatannya, Innik hadir bukan sebagai tamu kehormatan semata. Ia hadir sepenuh jiwa, menyapa, menyemangati, dan berbagi nilai-nilai perjuangan kepada para guru PAUD Aisyiyah. “Ini adalah keajaiban dari Allah,” katanya membuka sambutan dengan suara penuh syukur. “Keberkahan yang tercipta dari niat silaturahmi, menjadikan tubuh ini tetap kuat dan hati ini tetap semangat.”

Meski tengah menjalani rangkaian kemoterapi, Innik tak menyerah pada keadaan. Ia tetap menjadikan kepemimpinan sebagai ladang amal dan perjuangan. “Saya ingin tetap menjalankan amanah hingga 2027,” ujarnya, menyiratkan tekad yang tak tergoyahkan.

Baca Juga:  40 Guru PAUD Gresik Ikuti Bimtek Pemanfaatan Papan Interaktif Digital

Dalam setiap sambutannya, Innik selalu mengingatkan pentingnya dasar-dasar spiritual dalam pendidikan, terutama yang tercantum dalam Surat Annisa ayat 9 dan Ali Imran ayat 104, sebagaimana tertuang dalam SK PPA Majelis PAUD Dasmen tentang IGABA. Ia bahkan meminta para guru untuk tidak sekadar memahami, tetapi menghafalkan dan menghayati ayat-ayat tersebut.

Dengan lantang, ia melafalkan ayat:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya meninggalkan setelah mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (nasib) mereka. Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar.” (An-Nisa: 9)

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik Innik Hikmatin, M. Pd. I (kiri) saat membersamai lima ratus guru PAUD pada kegiatan halalbihalal Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Gresik di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu, 12 April 2025 (Tagar.co/Nadhirotul Mawaddah).

Ia lalu menekankan pentingnya peran guru PAUD dalam menjaga akidah dan moral generasi. “Jika panjenengan semua tidak bisa mendampingi para orang tua mendidik anak-anaknya, maka generasi bangsa akan rapuh. Dan kekuatan Muhammadiyah bisa meredup karena akhlaknya tidak terjaga,” tegas ibu dua anak ini.

Tak lupa, Innik juga mengajak hadirin merenungi ayat yang dibacakan sebelumnya oleh Ketua IGABA, Samiati, dari Surah Ali Imran 133–134:

Baca Juga:  Lebaran tanpa Kursi di Ujung Meja

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Dengan semangat Ramadan yang baru saja berlalu, ia mengajak seluruh guru untuk menjadi pribadi muttaqin—orang-orang bertakwa yang layak menjadi penghuni surga.

Lima Ciri Mutakin

Innik kemudian meneruskan pesan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Rukmini Amar, tentang lima ciri puncak dari seorang mutakin:

  • Tidak mudah tergoda untuk berbuat dosa.

  • Selalu berhati-hati dalam bersikap dan bertindak.

  • Jujur dalam segala aspek, termasuk pengelolaan keuangan dan perkataan.

  • Memiliki semangat berjemaah dan membangun sinergi.

  • Mampu mengendalikan diri dan emosi.

“Seseorang yang muttaqin akan selalu berusaha memperbaiki diri. Jika tergoda setan, ia segera kembali pada Allah,” tuturnya.

Baca Juga:  Sebelum Bel Itu Benar-Benar Berbunyi

Perempuan Berkemajuan dan Layanan Inklusif

  • Menjelang akhir sambutannya, Innik mengingatkan kembali risalah perempuan berkemajuan yang menjadi landasan gerakan Aisyiyah. Ada tujuh karakter yang harus dihidupi:
  1. Iman dan takwa

  2. Taat beribadah

  3. Akhlakul karimah

  4. Berpikir tajdid (kritis dan pembaru)

  5. Bersikap wasatiyah (moderat)

  6. Amaliyah salihah

  7. Bersikap inklusif

Pada poin ketujuh, Innik menyampaikan kabar gembira: PDA Gresik tengah menyiapkan unit layanan disabilitas yang akan dikelola oleh Majelis PAUD Dasmen.

“Semua anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, harus mendapatkan hak yang sama untuk didampingi dan dididik. Ini bagian dari pengabdian kita kepada Allah,” ujarnya, disambut anggukan para guru yang mendengarkannya dengan penuh haru.

Sebelum turun dari podium, ia menutup dengan kalimat penuh harap: “Insyaa Allah, tidak akan ada kesulitan jika kita menolong orang lain. Karena siapa yang memudahkan urusan orang lain, Allah akan mudahkan pula urusannya.”

Dan pagi itu, bukan hanya guru-guru yang pulang membawa semangat, tapi juga pelajaran bahwa kekuatan sejati bukan hanya soal raga, tapi tentang niat yang lurus dan tekad yang tak gentar. (#)

Jurnalis Nadhirotul Mawaddah Penyunting Mohammad Nurfatoni