
Jemaah salat Idulfitri di sini sekitar 1.500 orang. Datang dari sembilan ranting Muhammadiyah Cabang Babat dan Baureno Bojonegoro.
Tagar.co – Ketika matahari mulai naik, ribuan jamaah berduyun-duyun menuju Lapangan Sawunggalling Babat, Lamongan, sambil menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil, Senin (31/3/2025) pagi.
Mereka naik sepeda, motor, mobil, atau berjalan kaki. Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat menyambut dengan menyilakan mengisi saf depan lebih dulu.
Jemaah segera mengisi saf salat Idulfitri dengan menggelar tikar, plastik, dan sajadah di lapangan.
Jemaah salat Idulfitri di sini sekitar 1.500 orang. Mereka datang dari berbagai ranting Muhammadiyah wilayah Babat. Seperti Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Babat Timur, PRM Babat Tengah, PRM Babat Barat, PRM Babat Selatan, PRM Banaran, PRM Karangkembang dan PRM Trepan.
Tak ketinggalan rombongan spesial dari PRM Gajah, Baureno, Bojonegoro, turut bergabung salat Id di sini karena jaraknya dekat.
Salat Idulfitri dimulai pukul 06.00 WIB dipimpin imam Al-Hafiz Muhammad Abied Sunni dengan suara merdunya melantunkan ayat suci Al-Quran.
Mahasiswa LIPIA Jakarta ini membuat hanyut dalam kekhusyukan salat. Khatib Ahmad Zahri menyampaikan pesan Idulfitri dalam khotbah yang mengangkat tema Ibadah Ramadan sebagai Media Menggapai Takwa dan Ketenangan Jiwa.
Wakil Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Malang ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai takwa setelah Ramadan usai.
Ia mengutip surat Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan bahwa tujuan puasa untuk membentuk pribadi bertakwa.
“Takwa bukanlah sesuatu yang bisa dicapai secara instan, melainkan hasil dari perjalanan panjang dalam mengendalikan hawa nafsu dan menjaga jiwa dari godaan syirik, hasad, dan dosa,” ujar Ustaz Zahri.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek lahir dan batin dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ibadah seperti puasa tidak hanya memberi nutrisi bagi tubuh tetapi juga bagi ruhani, sehingga setiap muslim harus mampu membersihkan diri dari sifat-sifat fujur (kotor) yang dapat merusak jiwa.
Suasana haru saat khotib berdoa mengakhiri pesan Idulfitri di akhir khotbah. Para jamaah khusyuk mengamini doa berharap amal ibadah selama Ramadan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan husnul khatimah di penghujung hayat.

Fasilitas Jemaah
Ketua Panitia PHBI, Rouf Mubarok, menjelaskan pada salat Idulfitri kali ini panitia menyiapkan tempat wudu portabel sehingga jemaah yang batal wudu bisa melakukan di sini.
Panitia juga menyediakan materi khotbah digital dengan memindai barcode di depan. ”Infak juga bisa melalui transfer dengan memindai QRIS yang telah dipasang di beberapa tempat. Kotak infak juga disediakan untuk tunai,” katanya.
Ketua PCM Babat, Arif Rahman Saidi, menyampaikan, tahun ini jumlah jamaah meningkat dibanding tahun lalu, karena Idulfitri tahun ini merayakannya secara bersamaan dan partisipasi warga Babat semakin besar.
Dia menuturkan, panitia menyapkan lapangan mulai H-1 pun, Ahad, 30 Maret 2025, sekitar pukul 13.30 WIB membersihkan lapangan dan membuat garis saf dan.
Selepas Isya hujan lebat mengguyur selama satu jam. Terpal yang terpasang jadi basah. Panitia membersihkan terpal dari air hujan mulai pukul 21.30 hingga 01.30, sambil melantunkan gema takbir.
Roziq, Koordinator Divisi Publikasi dan Dokumentasi, menyampaikan untuk dokumentasi panitia menyiapkan empat kameramen yang bergerak mengabadikan momentum.
”Juga ada satu drone yang menangkap suasana dari atas,” kata guru SMA Muhammadiyah 1 Babat tersebut.
Jamaah bisa melihat dan mengunduh dokumentasi salat Idulfitri melalui tautan https://s.id/DokSholatIdBabat.
Jurnalis Aminulloh Fatkhur Roziqi Penyunting Sugeng Purwanto











