TelaahUtama

Menggapai Ampunan Ilahi: Jejak Doa para Nabi

39
×

Menggapai Ampunan Ilahi: Jejak Doa para Nabi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi freepik.com premium

Para Nabi yang mulia pun tak luput dari permohonan ampun kepada Allah. Bagaimana dengan kita? Simak doa-doa mereka dan raihlah maghfirah-Nya di bulan penuh berkah ini!

Oleh Agus L. Hidayat

Tagar.co – Meraih ampunan Allah adalah salah satu prasyarat untuk mendapatkan janah (surga). Hal ini ditegaskan dalam Surah Ali Imran 133:

“Dan bersegeralah menuju magfirah (ampunan) dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Dalam Al-Qur’an, banyak doa para nabi dan rasul yang berisi pengakuan dosa, penyesalan, serta permohonan ampunan (magfirah) kepada Allah. Mereka mengakui kesalahan mereka sehingga mendapat peringatan dan hukuman dari Allah.

Baca juga: Tangis sang Pendosa di Malam Qadar

Berikut beberapa doa para nabi dan rasul Allah:

1. Nabi Adam

Nabi Adam berdoa setelah melanggar larangan Allah dengan memakan buah kuldi, yang menyebabkan beliau dan Hawa diturunkan ke dunia. Doa ini tercantum dalam Surah Al-A‘raf 23:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Baca Juga:  Ramadan dan Jalan Mengenal Allah: Tafakur dari Surat Al-Hadid

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”

2. Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim memohon ampunan untuk dirinya, umatnya, dan ayahnya (Azar) yang mati dalam keadaan kafir sebagai penyembah berhala. Doa ini tercantum dalam Surah Ibrahim 41:

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

“Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari perhitungan kelak.”

3. Nabi Yunus

Nabi Yunus berdoa ketika berada dalam perut ikan nun (paus) setelah meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah. Akibatnya, beliau harus terlempar ke laut dari kapal yang ditumpanginya dan ditelan oleh ikan paus.

Merasa bersalah karena meninggalkan tugas dakwahnya sebelum mendapat perintah Allah, Nabi Yunus bertobat dengan penuh kesungguhan dan penyesalan di dalam kegelapan perut ikan paus. Akhirnya, Allah mengabulkan doanya dan membebaskannya dari perut ikan, sehingga beliau dapat kembali kepada umatnya yang telah bertobat. Sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Anbiya’ 87:

Baca Juga:  Marhaban Ramadan: Antara Suara Langit dan Jalanan Kampung

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Betapa indahnya teladan para nabi dan rasul Allah—hamba-hamba pilihan yang tetap memohon ampunan atas kesalahan mereka. Apalagi kita, yang penuh dengan kekhilafan dan dosa.

Begitu luasnya ampunan (magfirah) Allah di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini. Tidakkah kita tergerak untuk meraihnya? Wallāhua‘lam bimurādih. (#)

Permata Village, Holyland, Manyar, Gresik

Penyunting Mohammad Nurfatoni