Telaah

Mencium Harumnya Doa Nabi untuk Negeri Syam dan Yaman  

79
×

Mencium Harumnya Doa Nabi untuk Negeri Syam dan Yaman  

Sebarkan artikel ini
Tiang kota Apamea bergaya Yunani dan Romawi di tepi Sungai Orontes di Suriah.

Mencium harumnya doa adalah perasaan spiritual ketika melihat atau mempelajari sejarah dan keutamaan negeri Syam dan Yaman. Negeri yang keimanan dan ilmu pengetahuan Islam terutama fikih dan hikmah tumbuh subur di sana.

Oleh Ridwan Ma’ruf, Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf  PDM Sidoarjo, Pendiri Tahfiz Al-Fatih Islamic School Sidoarjo, dan Spiritual Parenting Islam Sidoarjo.

Tagar.co – Ungkapan metaforis ’mencium harum’ di sini adalah perasaan spiritual ketika melihat atau mempelajari sejarah dan keutamaan negeri Syam dan Yaman. Negeri yang keimanan dan ilmu pengetahuan Islam terutama fikih dan hikmah tumbuh subur di sana.

Menggambarkan adanya keberkahan luar biasa, keimanan yang kokoh, dan kelembutan hati penduduk Syam dan  Yaman yang bersumber dari doa yang dipanjatkan oleh Nabi Saw.

Sampai-sampai Rasulullaah memuji dua penduduk negeri tersebut, yaitu :

اَللَّهُمَّ بَارِك لَنَا فِيْ شَامِنَا اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ يَمَمِنَا

Ya Allah berkahilah untuk kami negeri Syam, dan berkahilah untuk kami Negeri Yaman.  Sahih Bukhari dan Tirmidzi)

Keberkahan bagi penduduk Syam dan Yaman dalam Islam adalah perpaduan antara keberkahan duniawi dan ukhrawi (spiritual) yang didoakan langsung oleh Rasulullah Saw.

Syam pada zaman itu meliputi wilayah Suriah, Palestina, Lebanon, Yordania. Tanah suci tempat tinggal para nabi seperti Ibrahim, Luth, Musa, Isa. Juga pusat turunnya wahyu. Malaikat juga membentangkan sayapnya di atas negeri Syam sebagai bentuk perlindungan dan penghormatan.

Baca Juga:  Penyesalan yang Terlambat

Kesuburan tanah, melimpahnya hasil pertanian, buah-buahan, dan air sungai. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Isra ayat 1.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِٱلْأَقْصَاٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُٱلْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Makna kalimat Kami berkahi sekelilingnya pada ayat di atas adalah dengan buah-buahan, sungai-sungai, dan tempat tinggal para nabi dan orang-orang saleh, serta di sana terdapat keberkahan dunia dan akhirat. Allah juga berfirman dalam surat Al-Anbiya’: 71.

وَنَجَّيْنَٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَٰلَمِينَ

Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

Ayat di atas memiliki makna yakni negeri Baitul Maqdis di Palestina yang diberkahi dengan buah-buahan dan sungai-sungai serta menjadi tempat diutusnya sebagian besar Nabi-Nabi dan menjadi tempat awal tersebarnya agama dan keimanan.

Pertahanan Terakhir

Penduduk Syam dijanjikan selalu mendapat pertolongan Allah, terutama dalam situasi fitnah. Syam menjadi markas para mujahidin yang ditolong oleh Allah Ta’ala  sampai hari kiamat.

Senantiasa ada kelompok dari umat Islam di sana yang mempertahankan agama, tidak peduli pada siapa pun yang tidak memperhatikan atau memusuhi mereka.

Baca Juga:  Wacana Dana Zakat untuk MBG dalam Sorotan Syariah

Hal ini  didasarkan pada berbagai hadis sahih yang menunjukkan kedudukan istimewa wilayah tersebut. Sebagaimana hadis dibawah ini

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « سَيَصِيرُ الْأَمْر إِلَى أَنْ تَكُونَ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ جُنْدٌ بِالشَّامِ وَجُنْدٌ بِالْيَمَنِ وَجُنْدٌ بِالْعِرَاقِ فَقَالَ ابْنُ حَوَالَةَ خِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَاكَ قَالَ عَلَيْكَ بِالشَّامِ فَإِنَّهُ خِيرَةُ اللَّهِ مِنْ أَرْضِهِ يَجْتَبِي إِلَيْهِ خِيرَتَهُ مِنْ عِبَادِهِ فَإِنْ أَبَيْتُمْ فَعَلَيْكُمْ بِيَمَنِكُمْ وَاسْقُوا مِنْ غُدُرِكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ تَوَكَّلَ لِي بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ » [أخرجه أبو داود]

Ibnu Hawalah berkata,“Ya Rasulallah, pilihlah untuk saya jika seandainya aku menjumpainya. Beliau bersabda: Wajib atasmu untuk memilih kelompok yang berada di Syam, sesungguhnya itulah negeri pilihan Allah, yang Allah pilih menjadi negeri bagi hambaNya. Jika engkau enggan maka pegangilah Yaman, lantas penuhilah tempat minum kalian. Sesungguhnya Allah telah menjamin (keamanan) bagiku dengan penduduk Syam serta negerinya. (HR Abu Dawud no: 2483).

Berdasarkan hadis di atas dapatlah disimpulkan bahwa sewaktu terjadinya fitnah pada akhir zaman, yaitu ditandai dengan kondisi geopolitik, sosial, dan ekonomi di dunia mengalami huru hara (kekacauan), peperangan, dan krisis multi dimensi, maka negeri Syam, dan Yaman sebagai tempat pilihan yang aman bagi kaum muslimin dalam mempertahankan iman, akidah, dan moral.

Hal Ini dikuatkan oleh sabda Nabi Saw.

Baca Juga:  Berjabat Tangan Menggugurkan Dosa

صحيح مسلم ٨٧: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمنِ أَخْبَرَنَا أَبُو الْيَمَانِ عَنْ شُعَيْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِيْ سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ جَاءَ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَ أَضْعَفُ قُلُوْبًا الْإِيْمَانُ يَمَانٍ وَ الْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ السَّكِيْنَةُ فِيْ أَهْلِ الْيَمَنِ وَ الْفَخْرُ وَ الْخُيَلَاءُ فِي الْفَدَّادِيْنَ أَهْلِ الْوَبَرِ قِبَلَ مَطْلِعِ الشَّمْسِ.

Shaḥīḥ Muslim 78: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullāh bin ‘Abd-ur-Raḥmān telah mengabarkank epada kami Abū-l-Yaman dariSyu‘aib dari az-Zuhrī telah menceritakan kepada kami Sa‘īd bin al-Musayyab bahwa Abū Hurairah berkata: “Saya mendengar Nabi shallallāhu‘alaihiwasallam bersabda: “Telah datang penduduk Yaman, mereka adalah kaum yang paling lembut hatinya, dan paling lemah hatinya. Iman itu ada pada orang Yaman, hikmah pada orang Yaman dan ketenangan ada pada orang Yaman. Sedangkan kebanggaan dan kesombongan ada pada penggembala, kaum Badui, yaitu arah terbitnya matahari.  (Hadis sahih)

Iman itu ada di Yaman dan hikmah juga ada di Yaman menandakan penduduknya memiliki pemahaman agama yang dalam dan kelembutan hati.

Syam dan Yaman didoakan oleh Nabi Saw menjadi tempat yang penuh dengan keberkahan, iman, dan kedamaian. Karena dirasakan manfaatnya, dan terbukti keistimewaannya sepanjang sejarah hingga akhir zaman. Wallaahu ’alamu bishshawwab.

Penyunting Sugeng Purwanto