Kultum Ramadan

Kultum Ramadan: Al-Qur’an, Cahaya Hidup dan Anugerah Terindah

69
×

Kultum Ramadan: Al-Qur’an, Cahaya Hidup dan Anugerah Terindah

Sebarkan artikel ini
Aji Damanuri

Al-Qur’an adalah anugerah terbesar bagi umat Islam, cahaya yang menerangi hidup. Mari perbanyak membaca, memahami, dan mengamalkannya di bulan Ramadhan agar hidup penuh berkah dan kemudahan.

Kultum Ramadan (Seri 17): Al-Qur’an, Cahaya Hidup dan Anugerah Terindah; Oleh Dr. Aji Damanuri, M.E.I., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulungagung, Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Tulungagung.

Tagar.co – Al-Qur’an, Cahaya Hidup dan Anugerah Terindah sangat tepat menjadi bahan Kultum Ramadan kali ini. Baca selengkapnya:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيًا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahuwataala yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat.

Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Salallahualaihiwasalam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang senantiasa mengikuti ajaran beliau.

Baca Juga:  Mengapa Masjid Belum Jadi Solusi Umat? Saatnya Membuka Mental Block Takmir

Baca juga: Kultum Ramadan: Mengelola Nafsu untuk Menjadi Orang yang Cerdas

Pada kesempatan kali ini, mari kita renungkan salah satu anugerah terbesar yang Allah berikan kepada umat manusia, khususnya di bulan Ramadhan, yaitu Al-Qur’an Al-Karim. Allah Subhanahuwataala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)

Al-Qur’an adalah cahaya yang menerangi jalan hidup kita, pedoman yang mengarahkan kita kepada kebenaran, dan obat bagi segala kegelisahan hati. Ia diturunkan pada malam yang mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar.” (Al-Qadr: 1)

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan, di mana para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan ketenangan.

Pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad Salallahualaihiwasalam melalui perantara Malaikat Jibril. Ini menunjukkan betapa agungnya Al-Qur’an dan betapa istimewanya Lailatulqadar.

Al-Qur’an: Cahaya dan Petunjuk Hidup

Allah berfirman:

Baca Juga:  Humor, Kekuasaan, dan Runtuhnya Keadaban Publik

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang.” (An-Nisa’: 174)

Al-Qur’an adalah nur (cahaya) yang membimbing kita keluar dari kegelapan kebodohan, kesesatan, dan kemaksiatan menuju cahaya ilmu, hidayah, dan ketaatan.

Tanpa Al-Qur’an, hidup kita akan gelap gulita, tanpa arah dan tujuan yang jelas. Dengan Al-Qur’an, hati kita menjadi terang, pikiran kita menjadi jernih, dan langkah kita menjadi mantap.

Sebagai umat Islam, kita harus bersyukur atas anugerah Al-Qur’an ini dengan:

  1. Tartil – Membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan.
  2. Tafhim – Mempelajari dan memahami maknanya.
  3. Taf’il – Mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Tansyir – Menyebarkan dan mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain.

Rasulullah Salallahualaihiwasalam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (H.R. Bukhari)

Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup

Sebagian umat Islam menjadikan Al-Qur’an hanya sebagai hiasan almari, mahar pernikahan, alat sumpah jabatan, pembuka acara, atau perlombaan untuk meraih hadiah. Tentu semua hal di atas boleh kita lakukan, namun Al-Qur’an semestinya lebih dari itu—ia harus menjadi pedoman hidup kita.

Baca Juga:  Kumpulan Kultum Zakat dan Keadilan Sosial: Membumikan Nilai Filantropi Islam

Allah berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu, penuh dengan berkah, agar mereka mentadaburi ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapatkan pelajaran.” (Shad: 29)

Di bulan Ramadhan ini, mari kita perbanyak membaca Al-Qur’an, mentadaburi maknanya, dan mengamalkan isinya. Jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas ini untuk meraih pahala yang berlipat ganda. Ingatlah, Al-Qur’an adalah anugerah terindah yang Allah berikan kepada kita. Ia adalah cahaya yang akan menerangi hidup kita di dunia dan akhirat.

Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Jadikan ia sebagai sahabat sejati yang selalu menemani kita dalam setiap langkah kehidupan. Semoga dengan demikian, kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat dari Al-Qur’an di hari kiamat kelak.

Akhirul kalam,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.