Tagar.co – Sabtu (11/1/2025) menjadi hari yang bersejarah bagi Lazismu Lumajang. Lembaga amil zakat ini kembali menorehkan tinta emas dengan meraih penghargaan bergengsi di bidang sosial dakwah. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan program revolusioner: “Ngawal ODGJ”. Sebuah program yang menjadi cahaya harapan bagi 35 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Jogotrunan, Lumajang, yang selama ini seringkali luput dari perhatian.

“Ngawal ODGJ” bukanlah program bantuan biasa. Lebih dari sekedar menyalurkan bantuan materi, program ini adalah wujud nyata kepedulian Lazismu terhadap kelompok rentan, khususnya ODGJ. Setiap Jumat, tim Lazismu Lumajang tak hanya mendistribusikan nasi kotak, tetapi juga melakukan kunjungan rutin ke rumah-rumah penerima manfaat. Kunjungan ini bukan sekedar formalitas, melainkan momen berharga untuk melakukan pengecekan kondisi mereka secara menyeluruh.

Tim Lazismu dengan telaten memantau kesehatan fisik, kesejahteraan mental, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal para penerima manfaat. Mereka memastikan bahwa setiap individu mendapatkan perhatian yang layak dan perlakuan yang manusiawi. Tujuan utama program ini adalah memberikan pendampingan agar para ODGJ mampu hidup lebih mandiri, bermartabat, dan kembali merasakan hangatnya diterima di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Rakerda Lazismu Bakorwil 3 Digelar di Situbondo

Kisah Inspiratif: Seni, Ketekunan, dan Secercah Harapan

Di balik setiap angka statistik penerima manfaat, terdapat kisah-kisah inspiratif yang menyentuh hati. Mas Nasikh, salah satunya. Ia adalah seorang seniman kaligrafi berbakat yang tetap berkarya di tengah keterbatasannya. Kesehariannya diisi dengan membuat opak dan membantu pamannya berjualan ikan lele di pasar. Namun, semangatnya tak pernah pudar. “Semangat saya untuk terus berkarya tidak akan padam. Program ini membantu saya menjaga keseimbangan hidup,” ungkapnya penuh semangat.

Baca juga: Lazismu Didorong Memiliki AUM Hotel seperti Rayz UMM

Kisah mengharukan lainnya datang dari Mbak Kunaini. Ia mengalami gangguan jiwa sejak kecil, namun tetap berusaha tegar dengan bekerja membantu orang lain. Dukungan dari Lazismu Lumajang memberikan secercah harapan baru dalam hidupnya. “Dukungan yang saya dapat sangat berarti. Saya merasa tidak sendiri,” ujarnya singkat, namun penuh makna.

Komitmen Lazismu: Menghadirkan Kesejahteraan dan Kesetaraan

“Kami berkomitmen memberikan dukungan holistik kepada penerima manfaat, menjaga kesejahteraan mereka dari segi fisik dan mental,” tegas Rizal Mazaki, Program Media Lazismu Lumajang. Baginya, program “Ngawal ODGJ” bukan hanya tentang menyalurkan bantuan materi, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan memberikan kesempatan bagi para ODGJ untuk berkembang dan diterima kembali oleh masyarakat.

Baca Juga:  Belajar ke SD Mumtaz, Berangkat Dini Hari Temui Hal Lucu

Penghargaan yang diterima Lazismu Lumajang pada Sabtu (11/1/2025) ini menjadi bukti nyata keberhasilan mereka dalam mengelola program sosial yang berbasis kemanusiaan dan kesetaraan. Rizal berharap penghargaan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap kelompok rentan, khususnya ODGJ yang seringkali terabaikan dan mengalami diskriminasi.

“Penghargaan ini bukan hanya milik kami, tapi juga milik masyarakat yang terus mendukung program ini,” pungkas Rizal dengan rendah hati.

Keberhasilan Lazismu Lumajang melalui program “Ngawal ODGJ” ini adalah sebuah pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan besar. Kisah-kisah inspiratif dari para penerima manfaat menjadi bukti bahwa kepedulian dan dukungan yang tepat dapat menjadi cahaya harapan bagi jiwa-jiwa yang terluka, membantu mereka untuk kembali bangkit dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

\Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk turut serta membangun kesejahteraan masyarakat tanpa diskriminasi, dan menghadirkan cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Jurnalis Umi Fauzia Yuniarsih Penyunting Mohammad Nurfatoni

Baca Juga:  Zakat untuk Program MBG? Ini Penjelasan Amil Lazismu