Feature

Menikmati Desa, Siswa Spemdalas Nyaman saat ke Tambak dan Kebun

45
×

Menikmati Desa, Siswa Spemdalas Nyaman saat ke Tambak dan Kebun

Sebarkan artikel ini
MTME Spemdalas
Siswa Spemdalas Muhammad Gesa Ikhwanul Khairi (kanan) saat ikut masuk tambak dalam kegiatan My Traveling My Experience (MTME) di Desa Brangsi Kecamatan Laren Lamongan, Senin-Kamis (18/12/2024). (Tagar.co/Ichwan Arif)

Pengalaman hidup perlu diberikan ke anak saat proses bertumbuh. Pendidikan inilah yang menjadi kekuatan saat mereka terjun ke desa di MTME

Tagar.co – Terjun ke tambah dan ikut ke kebun panen nangka adalah kegiatan siswa SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik saat mengikuti My Traveling My Experience (MTME) di Desa Brangsi Kecamatan Laren Lamongan, Rabu (18/12/2024).

Ketua MTME Haris Firmansyah, S.Pd. mengatakan di hari kedua, siswa mengikuti aktivitas orang tua asuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

“Siswa ikut orang tua ke sawah, tambak, dan juga ke kebun saat mau panen nangka,” katanya.

Dia memaparkan kegiatan inilah yang diinginkan sekolah. Siswa bisa menimbah pengalaman hidup dari orang tua asuh saat mengikuti My Traveling My Experience (MTME) ini.

“Mereka selalu mengikuti kegiatan harian orang tua asuh. Bukan hanya saat bekerja di sawah, kebun, atau tambak, tetapi juga ikut membantu orang tua saat menjalani kehidupan seharian. Mulai dari cuci piring, menyapu rumah, sampai bersih-bersih rumah.

Baca Juga:  Poster Arahkan Mimpi, Kejar Prestasi Bawa Siswa Spemdalas Raih Juara
Siswa Spemdalas
Siswa Spemdalas saat ikut ke kebun nangka dalam kegiatan My Traveling My Experience (MTME) di Desa Brangsi Kecamatan Laren Lamongan, Senin-Kamis (18/12/2024). (Tagar.co/Ichwan Arif)

Pengalaman Hidup

Orang tua asuh Drs Zuhdi Amin mengaku siswa yang tinggal di rumah diajak ke tambak. Dia menjelaskan, siswa ikut membantu memberikan makan ikan.

“Selain itu juga mereka mencabuti tumbuhan atau rumput yang ada di tengah tambak. Jadi mereka langsung masuk ke tambak gitu,” cerita Kepala Desa Brangsi ini.

Dia menyampaikan siswa merasa senang saat ‘menjadi’ tambak. Meskipun harus berbasah-basahan, mereka bisa mengambil hikmah dari pembelajaran saat diajak ke tambak ini.

Hal senada juga disampaikan istri Drs Zuhdi Amin, Dra. Sus Ainiyah. Dia memaparkan, selain paginya diajak ke tambak, ketiga siswa juga ikut membantu cuci piring dan menyapu rumah.
“Anak-anak merasa senang, tapi saya juga merasa kasihan juga saat mereka ikut kegiatan sehari-hari di rumah ini,” ucapnya.

Siswa Spemdalas Muhammad Gesa Ikhwanul Khairi mengaku sangat menikmati kegiatan dengan orang tua asuh.

“Ya, senang ketika bisa bantu-bantu orang tua asuh di tambak. Meskipun hanya beri makan ikan dan bersih-bersih tambak, saya dan teman-teman senang dan menikmatinya,” katanya.

Baca Juga:  Menjahit Kemandirian sejak Bangku SMP, Siswa Spemdalas Belajar Memperbaiki Pakaian

Dia mengaku mengikuti rutinitas kegiatan orang tua asuh dinikmati. “Semoga saya bisa mengambil hikmah dari kegiatan dengan orang tua asuh ini,” harapnya. (#)

Jurnalis Ichwan Arif. Penyunting Mohammad Nurfatoni.