Rileks

Trekking Desa Bakas Klungkung, Nikmati Hutan Kecil

76
×

Trekking Desa Bakas Klungkung, Nikmati Hutan Kecil

Sebarkan artikel ini
Desa Bakas merupakan salah satu desa wisata di Klungkung Bali. Menawarkan pemandangan yang indah, sawah hijau nan luas, air sungai yang jernih dan dingin, serta masyarakat yang ramah.
Trekking di Desa Bakas dengan pemandangan indah. (Tagar.co/Debby Yulianti Ajambuani)

Desa Bakas merupakan salah satu desa wisata di Klungkung Bali. Menawarkan pemandangan yang indah, sawah hijau nan luas, air sungai yang jernih dan dingin, serta masyarakat yang ramah.

Tagar.co – Pagi itu, Selasa (15/10/2024) sinar matahari perlahan muncul di ufuk timur. Menyinari Desa Bakas Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung Bali. dengan kehangatan yang menyegarkan.

Suara kicauan burung membangunkan suasana damai di desa ini. Saya, bersama teman-teman mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional, berkumpul di depan penginapan sederhana yang kami tempati.

Tim kami bersemangat untuk memulai kegiatan trekking yang telah direncanakan. Setelah sarapan pagi yang lezat dengan nasi campur dan buah-buahan segar, kami dipandu oleh ketua tim.

Ketua kami sudah melakukan observasi tempat trekking. Jadi dia yang menjadi pemandu kita. Dengan semangat, kami mempersiapkan perbekalan. Mulai dari air minum, camilan, hingga perlengkapan trekking yang diperlukan.

Trekking dengan pemandangan air jernih di Desa Bakas. (Tagar.co/Debby Yulianti Ajambuani)

Air Jernih dan Dingin

Tim memulai perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang dikelilingi oleh sawah hijau nan luas. Udara pagi yang segar membuat setiap langkah terasa ringan.

Baca Juga:  Umbulan Tempursari: Primadona Wisata Air Murah di Lumajang

Kami tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga berkesempatan berbincang dengan petani lokal yang sedang memanen padi. Mereka dengan ramah menjelaskan proses pertanian mereka, dan kami terkesima dengan kerja keras yang mereka lakukan.

Dalam perjalanan, kami juga berhenti sejenak di aliran air yang menuju ke persawahan. Airnya sangat jernih dan dingin. Beberapa dari kami tidak bisa menahan diri untuk menyentuh airnya.

Suasana ceria dan tawa mengisi udara.  Menciptakan momen berharga yang akan kami ingat selamanya.

Setelah beberapa waktu berjalan, kami memasuki hutan kecil yang rimbun. Di hutan kecil ini keanekaragaman hayati mulai terlihat.

Kami melihat berbagai jenis tanaman, burung berwarna-warni, dan bahkan beberapa kupu-kupu yang menari di antara bunga. Kami merasa terinspirasi oleh kekayaan alam yang ada di sekitar kami.

Beda Budaya Bersatu Cinta Alam

Selama perjalanan, kami juga melakukan beberapa aktivitas kelompok, seperti berfoto dan saling berbagi cerita. Kami berasal dari berbagai daerah, dan perbedaan budaya membuat diskusi kami semakin menarik. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, kami memiliki kesamaan dalam cinta terhadap alam.

Baca Juga:  Saat Kue Jadi Kanvas 12 Perempuan Gresik

Setelah beberapa jam berjalan, kami akhirnya mencapai puncak kecil yang menawarkan pemandangan spektakuler. Dari sana, kami bisa melihat hamparan sawah yang hijau, rumah-rumah desa, dan latar belakang gunung yang megah.

Rombongan kami duduk bersama, menikmati bekal yang kami bawa, sambil merenungkan keindahan alam yang ada. Momen ini menjadi kesempatan bagi kami untuk merefleksikan perjalanan yang telah kami lakukan, sekaligus menghargai alam yang telah memberikan banyak hal kepada kami.

Pedagang Pasar Jual Murah

Puas menikmati pemandangan, kami memutuskan untuk kembali ke posko. Dalam perjalanan pulang, kami menyapa penduduk yang kami temui, berterima kasih atas sambutan hangat mereka. Perjalanan kembali ke posko, kebetulan sejalan dengan pasar, jadi kami sekalian belanja bahan untuk memasak siang.

Kehadiran kami mendapat sambutan ibu-ibu yang berjualan di pasar. Menawarkan jualan mereka kepada kami, bahkan ada juga yang memberi harga murah. Kami merasa sangat diterima dan berterima kasih atas keramahan mereka.

Kegiatan tracking di Desa Bakas tidak hanya memberikan pengalaman fisik, tetapi juga memperkaya wawasan kami tentang lingkungan dan budaya lokal. Kami pulang dengan hati yang penuh rasa syukur dan koneksi yang lebih dalam dengan alam serta masyarakat.

Baca Juga:  Peserta Kajian Ramadan Buka Bersama, Menikmati Hangatnya Sayur Asem di Joglo Unmuh Jember

Pengalaman ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan. Kami berharap dapat kembali ke Desa Bakas untuk menjelajahi lebih banyak keindahannya. (#)

Jurnalis Debby Yulianti Ajambuani Penyunting Sugiran