
Pesantren bukan sekadar tempat belajar, tapi juga ruang menempa akhlak, kemandirian, dan keseimbangan dunia-akhirat. Temukan keindahan hidup di pesantren yang membentuk karakter santri menjadi lebih baik!
Oleh K.H. Fahri, S.Ag., M.M.; Mudir Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Tagar.co – Pada Ahad Morning Spiritual Gathering (Amsiq) pekan ini, saya menyampaikan materi Indahnya Belajar di Pesantren kepada ratusan santri Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi.
Baca juga: Diksuspala Digelar, Jangan Ada Sekolah yang Masuk UGD
Saya sampaikan kepada mereka, “Bersyukurlah kalian bisa belajar di PEM, dan berbahagialah para orang tua yang menitipkan pendidikan putra-putrinya di pesantren.”
Mengapa? Karena ada banyak kelebihan dalam model pendidikan pesantren yang tidak dimiliki oleh sistem pendidikan lainnya. Di antaranya:
- Lingkungan Anak Saleh dan Salehah
Pesantren adalah tempat berkumpulnya anak-anak shaleh dan shalehah, sehingga mereka terhindar dari pergaulan buruk. - Budaya Menuntut Ilmu
Di pesantren, semua orang memiliki tujuan yang sama, yaitu menuntut ilmu. Hal ini menumbuhkan budaya thalabul ilmi dalam diri santri. - Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Santri belajar untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat, sehingga memiliki wawasan luas tanpa melupakan nilai-nilai spiritual. - Istikamah dalam Ibadah
Sejak dini, santri dibiasakan untuk istiqamah dalam mendirikan salat lima waktu secara berjamaah di masjid. Ini adalah kebiasaan yang sangat baik. - Belajar Hidup Bermasyarakat
Di pesantren, santri belajar tentang keberagaman dan perbedaan, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang menghormati dan menghargai orang lain. - Mandiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Santri belajar untuk mengurus kebutuhannya sendiri dan tidak bergantung pada orang tua. - Empati dan Kepedulian Sosial
Di pesantren, santri dilatih untuk saling membantu, menolong, dan berbagi dengan sesama. - Membiasakan Bersyukur
Setiap nikmat dari Allah Swt, sekecil apa pun, disyukuri oleh para santri, termasuk makanan yang mereka konsumsi setiap hari. - Disiplin dalam Waktu Tidur dan Bangun
Santri dibiasakan tidur lebih awal dan bangun lebih pagi agar dapat melaksanakan salat tahajud dan salat subuh dengan baik. - Mengoptimalkan Waktu 24 Jam
Waktu di pesantren benar-benar dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat seperti mengaji, belajar, salat, dzikir, doa, bersosialisasi, dan berolahraga. - Berlatih Sopan Santun dan Welas Asih
Santri diajarkan untuk selalu berkata dan bersikap sopan serta memiliki rasa kasih sayang kepada sesama.
Masih banyak lagi sisi positif dari belajar di pesantren. Tidak hanya bermanfaat bagi santri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Al-faqir, afwan wasyukran, Gondanglegi, 9 Februari 2025 (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












