
Lazismu meluncurkan Program Ramadan 1446 bertajuk Zakat Makmurkan Semua. Beragam program dihadirkan untuk menggerakkan kepedulian, berbagi berkah, dan menyejahterakan umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
Tagar.co – Gedung Perpustakaan Nasional Jakarta menjadi saksi peluncuran Program Ramadan 1446 oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dengan mengusung tema Zakat Makmurkan Semua, program yang diresmikan pada Kamis (13/2/25), membawa harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Lazismu Gresik Catat Kinerja Gemilang: Himpun Ziska Rp 12,9 Miliar, Tumbuh 68 Persen
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema tersebut sejalan dengan semangat Milad ke-112 Muhammadiyah dan Tanwir yang lalu. Lebih dari sekadar slogan, tema ini menjadi refleksi atas ketimpangan sosial yang masih menganga di berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Ketimpangan kemakmuran ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pendidikan. Kita ingin ada pemerataan, dan zakat adalah salah satu instrumen terbaik untuk mencapainya,” ujar Rais dengan penuh keyakinan, dikutip dari siaran pers yang diterima Tagar.co, Sabtu (15/2/25) siang.
Zakat untuk Pemerataan dan Keberlanjutan
Di hadapan para peserta yang terdiri atas perwakilan majelis, lembaga, organisasi otonom Muhammadiyah, serta Lazismu wilayah dari seluruh Indonesia, Rais menyoroti bagaimana zakat, infak, dan sedekah berperan dalam menyeimbangkan ketimpangan sosial yang semakin curam. Bahkan, lebih dari itu, zakat juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki lingkungan.
“Alam ini diciptakan dengan keseimbangannya sendiri. Ketika keseimbangan itu terganggu, akan muncul dampak yang merugikan banyak pihak. Zakat bisa menjadi salah satu solusi untuk mengembalikan keseimbangan tersebut,” tambahnya.
Namun, ada tantangan besar yang harus dihadapi. Rendahnya literasi dan edukasi tentang zakat di kalangan umat Islam membuat potensi zakat di Indonesia belum terserap secara maksimal. Oleh karena itu, melalui kick-off ini, Lazismu berkomitmen untuk terus menyebarluaskan pemahaman mengenai zakat fitrah dan zakat mal, termasuk zakat profesi dan perdagangan. Tidak hanya itu, Lazismu juga terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan infak dan sedekah demi kemaslahatan umat.

Dari Masjid hingga Pemudik
Dalam acara tersebut, Lazismu memperkenalkan berbagai program yang siap dijalankan sepanjang bulan Ramadan, di antaranya:
- Back to Masjid – Mendorong umat untuk kembali menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial.
- Tebar Takjil – Berbagi makanan berbuka puasa bagi mereka yang membutuhkan.
- Kado Ramadan – Bantuan khusus bagi mereka yang kurang mampu agar dapat merasakan kebahagiaan di bulan suci.
- Mudikmu Aman – Program untuk membantu para pemudik agar perjalanan mereka lebih aman dan nyaman.
- Taman Lansia – Kegiatan khusus untuk mendukung kesejahteraan lansia selama Ramadan.
- Kiam (Kajian Keislaman Mualaf) – Pendampingan dan kajian keislaman bagi para mualaf.
Melalui program-program ini, Lazismu ingin menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum untuk berbagi dan memberdayakan sesama.
Kolaborasi untuk Keberkahan
Kesuksesan program ini tentu tidak bisa berjalan sendiri. Rais menekankan pentingnya sinergi baik di internal Muhammadiyah maupun dengan pihak lain di luar persyarikatan. Ia menegaskan bahwa Lazismu siap menjadi mitra kebajikan bagi siapa pun yang ingin berkontribusi.
“Kami siap bersinergi dengan berbagai pihak, baik di internal Muhammadiyah maupun di luar, untuk sama-sama menghidupkan Ramadan dengan berbagi dan berbuat kebajikan,” tutup Rais dengan penuh optimisme.
Peluncuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari langkah besar untuk menggerakkan kebaikan di bulan penuh berkah. Dengan semangat Zakat Makmurkan Semua, Lazismu mengajak setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama menebar manfaat dan membangun kesejahteraan yang lebih merata. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












