Feature

Zainul Ajak Warga Muhammadiyah Papua Tengah Bisnis Paling Mudah, Murah, dan Margin Wah

43
×

Zainul Ajak Warga Muhammadiyah Papua Tengah Bisnis Paling Mudah, Murah, dan Margin Wah

Sebarkan artikel ini
Zainul ajak warga Muhammadiyah Papua Tengah bisnis paling mudah, murah, dan margin yang wah
Guru TK ABA Nabire dan SD Muhammadiyah 1 Nabire berbahagia menerima oleh-oleh bumbu masak Labuna dan BMM (Tagar.co/Zainul Muslimin)

Zainul ajak warga Muhammadiyah Papua Tengah bisnis paling mudah, murah, dan margin yang wah. Salah satunya dengan menjadi distributor bumbu masak yang diproduksi oleh warga Muhammadiyah Jatim

Tagar.co – Cuaca cerah menghiasi langit di atas kawasan SD Muhammadiyah 1 Nabire Provinsi Papua Tengah, Senin (21/7/2025) siang. Puluhan guru dari TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Nabire dan guru SD Muhammadiyah 1 Nabire telah berkumpul di salah satu ruangan sekolah.

Mereka berkumpul dalam rangka mengikuti pelatihan dan pembinaan oleh anggota rombongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim. Pertama adalah pelatihan bagaimana mengembangkan sekolah. Kedua adalah pelatihan bagaimana memulai usaha dari yang paling mudah, paling murah, dan margin paling wah.

Pelatihan Usaha

Bendahara PWM Jatim drh. Zainul Muslimin kebagian tugas pelatihan yang kedua. Sebelum memulai materi, Zainul membagikan oleh-oleh dari Jawa Timur. Aneka bumbu masak produksi warga Muhammadiyah Jatim.

Zainul membagikan bumbu basah produk Bumbu Masak Mahmudah (BMM) dari Sidoarjo. Ada bumbu gule, bumbu kare, bumbu mie/bakso, dan bumbu rawon. Kemudian bumbu kering produksi Labuna Mojokerto. Yaitu kunyit bubuk, lada/merica bubuk, dan ketumbar bubuk.

Baca Juga:  PRM Medokan Semampir Matangkan Pembangunan Masjid Strategis, PWM Jatim Beri Arahan Fundraising

“Saya ke Papua Tengah membawa sampel ratusan sachet bumbu basah dan bumbu kering. Sebagian sudah terbagi ke peserta pengukuhan PWM dan PWA Papua Tengah. Alhamdulillah, guru-guru TK ABA Nabire dan SD Muhammadiyah 1 Nabire masih kebagian,” ujarnya.

Para guru TK ABA Nabire dan SD Muhammadiyah 1 Nabire menyambut dengan gembira oleh-oleh istimewa ini. “Alhamdulillah. Terima kasih bumbu Labuna dan Mahmudah sudah sampai di Nabire Papua Tengah,” ungkap mereka kompak bersama-sama, dan kemudian tepuk tangan bergemuruh.

Bangun Komunitas dan Jejaring Bisnis

Menurut Zainul, dengan membawa produk BMM dan Labuna, agar ada ibu-ibu atau bapak-bapak di Papua Tengah yang kemudian bisa mengambil sisi bisnisnya. “Bisa menjadi distributor BMM dan Labuna di Papua Tengah. Ini bisnis yang modalnya kecil, jualnya mudah dan murah, marginnya wah alias tinggi,” ajaknya dengan gaya provokasi bersemangat.

Dia menambahkan, program bakso saat pengukuhan PWM dan PWA Papua Tengah kemarin, bumbu pokoknya memakai BMM dan Labuna. “Itu ada bumbu mie atau bakso. Tinggal memasak air. Cemplung-cemplung bumbunya. Beres dah. Bakso siap dinikmati oleh semuanya,” jelasnya.

Baca Juga:  Ambigu

Dia menegaskan, semangat membangun komunitas dan jejaring bisnis antar warga Muhammadiyah harus terus diupayakan dan digemakan. Selain itu harus ada wujud nyatanya. Mungkin tidak bisa sekali dua kali. Butuh beberapa kali orang tahu manfaatnya, dan bisa mengakses produk itu.

“Semangat kita sambil jalan, ibarat pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Perjalanan kita efektif sekaligus efisien karena banyak hal yang bisa kita kerjakan dalam satu perjalanan,” pesannya. (#)

Jurnalis Sugiran.