Feature

UMM–Shimonoseki City University Resmikan Japan Corner

264
×

UMM–Shimonoseki City University Resmikan Japan Corner

Sebarkan artikel ini
Prof. Chang Wan Han dari Shimonoseki City University menyampaikan sambutan pada penandatanganan MoU dan peresmian Japan Corner di Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (5/11/2025).

Universitas Muhammadiyah Malang meresmikan Japan Corner hasil kerja sama dengan Shimonoseki City University Jepang. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran budaya, bahasa, dan riset lintas negara.

Tagar.co – Dari negeri Sakura yang dikenal dengan inovasi dan ketekunannya, semangat kolaborasi akademik kini menjangkau Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMM dan Shimonoseki City University (SCU), Jepang, kedua institusi resmi membuka babak baru hubungan pendidikan lintas negara.

Baca juga: Prof. Brian Yuliarto di UMM: Pecahkan “Jurang Kematian” Inovasi Kampus

Penandatanganan yang digelar pada Selasa (5/11/2025) itu dirangkai dengan peresmian Japan Academic and Cultural Center atau Japan Corner sebagai wujud nyata kerja sama kedua universitas.

Momentum ini menandai kerja sama akademik pertama SCU dengan perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus mempertegas komitmen keduanya untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan riset lintas negara.

Melalui MoU tersebut, UMM dan SCU sepakat menjalin kolaborasi di berbagai bidang, mulai penelitian bersama, program pertukaran mahasiswa, pengembangan pascasarjana bidang agribisnis, hingga pendirian Japan Corner di UMM.

Wadah Pembelajaran dan Kolaborasi

Keberadaan Japan Corner diharapkan menjadi wadah pembelajaran bahasa dan budaya Jepang bagi mahasiswa UMM, sekaligus pusat kegiatan penelitian dan inovasi bersama antara kedua universitas. Fasilitas ini juga disiapkan sebagai tempat pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti program pertukaran pelajar dan studi lanjut ke Jepang.

Baca Juga:  UMM dan Aisyiyah Paciran Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan

Konsulat Muda Konjen Jepang, Kaori Marohira, turut hadir dan menyampaikan ucapan selamat atas kerja sama yang terjalin. Ia menegaskan bahwa hubungan pendidikan antara Jepang dan Indonesia merupakan fondasi penting dalam memperkuat masa depan kedua negara.

Dalam sambutannya, Kaori menyebut pemerintah Jepang memandang kerja sama akademik sebagai langkah strategis dalam membangun jembatan pemahaman antarbangsa. Ia menilai kolaborasi antara UMM dan SCU akan menjadi model kerja sama yang berorientasi pada kemajuan pendidikan, kebudayaan, serta penelitian yang berdampak bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Jepang, saya menyampaikan selamat kepada kedua universitas. Kerja sama di bidang pendidikan dan akademik ini menjadi fondasi bagi generasi muda yang akan membentuk masyarakat berkelanjutan. Kami berharap penandatanganan hari ini menjadi langkah awal bagi hubungan yang lebih luas di masa mendatang,” ungkapnya.

Pemotongan pita sebagai tanda peresmian Japan Academic and Cultural Center (Japan Corner) di Kampus Putih UMM, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menandai dimulainya kerja sama akademik dan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang.

Kolaborasi Berbasis Kemanusiaan

Presiden Shimonoseki City University, Prof. Chang Wan Han, menyampaikan kebanggaannya karena kemitraan ini menjadi kerja sama pertama SCU dengan universitas di Asia Tenggara sekaligus dengan perguruan tinggi berbasis Islam. SCU, yang telah berdiri lebih dari tujuh dekade, memiliki sejarah panjang dalam membangun inovasi pendidikan di Jepang. Karena itu, kemitraan dengan UMM menjadi bagian dari misi global universitasnya untuk menjangkau mitra akademik di berbagai belahan dunia.

Baca Juga:  Makna Baru di Ruang Digital: Semantik Bahasa Gen Z

Prof. Chang juga menyoroti pentingnya membangun pendidikan berbasis kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi. Melalui kerja sama ini, SCU ingin berfokus pada pengembangan manusia yang berdaya saing sekaligus menjunjung tinggi keberagaman.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan UMM, salah satu universitas terbaik dunia di bawah Muhammadiyah. Di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan, kami tetap ingin menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan, menghargai keanekaragaman budaya, agama, dan bangsa,” ujarnya.

Internasionalisasi Kampus Putih

Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan UMM. MoU ini tidak hanya membuka jalan bagi kegiatan akademik lintas negara, tetapi juga menciptakan ruang baru untuk dialog kebudayaan dan kolaborasi riset inovatif.

Menurutnya, kerja sama dengan SCU sejalan dengan visi UMM sebagai Kampus Putih yang berdampak global melalui penguatan riset, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Melalui MoU ini, kami berharap dapat membuka pintu yang lebih luas untuk penelitian bersama, program gelar ganda, dan inisiatif budaya yang menumbuhkan saling pengertian. Japan Corner akan menjadi ruang untuk belajar, berdialog, dan mengembangkan kolaborasi yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahasiswa Psikologi UMM Raih Dua Penghargaan di Mandarin Singing Competition Taiwan

Nazaruddin juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kedutaan Besar Jepang dan SCU dalam mewujudkan berdirinya Japan Corner di kampus UMM yang akan menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Jepang.

Menutup rangkaian acara, UKM Sansekerta UMM turut menampilkan tarian Senbonzakura, sebuah kolaborasi unik antara tarian tradisional Jepang dan tari daerah Indonesia. Penampilan yang memukau itu menjadi simbol harmonisasi dua budaya yang kini kian erat terjalin melalui kerja sama akademik antara UMM dan SCU. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni