
UMM bangga menjadi tuan rumah OSN 2025, tempat talenta muda Indonesia menapaki jalan panjang untuk menjadi ilmuwan sekaligus pemimpin masa depan.
Tagar.co – Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sealasa pagi (7/10/25) dipenuhi semangat muda. Ratusan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia hadir dengan wajah penuh antusiasme untuk mengikuti pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Menengah 2025 tingkat SMA/MA/SMK/MAK/sederajat.
Suasana semakin meriah ketika marching band tampil gagah dengan seragam merah-hitam. Alunan musik yang bersemangat mengiringi jalannya acara, sementara layar LED raksasa di panggung menampilkan visual futuristik yang seakan membawa penonton pada dunia sains dan teknologi.
Baca juga: UMM Tuan Rumah OSN 2025, Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Pembukaan Hari Ini
Tepuk tangan undangan menambah nuansa semarak, menandai dimulainya pesta ilmu terbesar tingkat nasional ini.
Dalam kesempatan ini Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., turut hadir memberikan sambutan secara daring.

Ditopang Ekosistem Kuat
Dalam sambutannya, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., tampil berwibawa dengan batik bernuansa oranye-hitam bermotif klasik yang kontras dengan latar biru futuristik panggung.
Dia menekankan pentingnya OSN sebagai wadah aktualisasi diri bagi talenta muda Indonesia. Hal ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari perjalanan panjang memilih dan menyiapkan talenta terbaik bangsa. Ia menegaskan bahwa prestasi tidak lahir begitu saja, melainkan ditopang oleh ekosistem yang sehat.
“Empat hal yang menentukan prestasi kalian adalah dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Tanpa itu semua, sehebat apa pun kemampuan individu akan sulit berkembang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung nilai-nilai luhur dalam berkompetisi. “Mengingat pentingnya nilai-nilai kejujuran dan sportivitas dalam berkompetisi — sebagaimana yang sudah diikrarkan tadi, dua janji dari juri dan peserta sama-sama menyebut kata adil dan tidak berpihak. Bangun sportivitas, bangun kejujuran, bangun kepatuhan terhadap aturan, dan yang terpenting bangun persaudaraan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Mariman menutup pesannya dengan keyakinan bahwa OSN adalah titik pijak lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, dan siap membawa nama Indonesia ke pentas dunia.

Eksebisi Kecerdasan Artifisial
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si., hadir anggun dengan blus bermotif bunga bernuansa pastel. Senyumnya menambah kehangatan suasana, sejalan dengan pesannya bahwa OSN bukan hanya ajang adu kecerdasan, melainkan juga wadah pembentukan karakter.
“Melalui OSN ini kita berharap akan lahir generasi muda Indonesia yang unggul dalam sains, berintegritas dalam perilaku, dan berjiwa nasionalis. Mereka inilah calon penerus bangsa di masa depan,” ujarnya.
Tahun ini, lanjutnya, OSN mencatat partisipasi luar biasa: 262.985 peserta dari 30 provinsi dan satu Sekolah Indonesia Luar Negeri di Malaysia. Dari jumlah itu, lebih dari 540 siswa terpilih sebagai finalis yang akan berkompetisi dalam sembilan bidang: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Geografi.
Ia juga menambahkan, tahun ini Puspresnas memperkenalkan Eksebisi Kecerdasan Artifisial yang diikuti oleh 1.347 peserta dari 14 provinsi. Sebanyak 30 siswa terpilih untuk mengikuti eksebisi ini, yang menjadi langkah awal memperkenalkan kompetisi di bidang kecerdasan buatan.

UMM Bangga Jadi Tuan Rumah
Mewakili UMM sebagai tuan rumah, Wakil Rektor IV Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa pihaknya merasa bangga dapat menjadi tempat berkumpulnya para pelajar berprestasi dari seluruh Indonesia.
Dengan balutan batik bernuansa cokelat-oranye yang khas, ia berdiri penuh percaya diri di hadapan ribuan peserta dan undangan, menekankan arti penting kehadiran OSN di kampus putih itu.
Menurutnya, OSN bukan hanya sekadar melahirkan inovasi, tapi juga calon pemimpin negeri sepuluh atau lima belas tahun mendatang.
“Terus terbangkan tinggi cita-cita kalian, tunjukkan bahwa warga Indonesia mampu berkontribusi bagi dunia. Namun setinggi-tingginya kalian terbang, jangan lupa Indonesia selalu di sanubari,” pesannya.
Salis menegaskan bahwa UMM berkomitmen mendukung sepenuhnya ajang-ajang prestasi nasional seperti OSN. Baginya, kehadiran para finalis di kampus ini adalah wujud nyata kepercayaan negara sekaligus kesempatan bagi UMM untuk berkontribusi menyiapkan generasi ilmuwan dan pemimpin bangsa.

Lebih dari Sekadar Kompetisi
Puncak acara pembukaan terjadi ketika para pejabat Kemedikdasmen dan pimpinan UMM bersama-sama menyentuh tombol digital secara serentak di panggung utama—menandai dimulainya dimulainya bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga tekad kolektif membangun generasi sains Indonesia yang berdaya saing global.
Taburan konfeti berwarna-warni seketika memenuhi udara Dome UMM, disambut tepuk tangan meriah dari ribuan hadirin.
OSN 2025 berlangsung pada 6–12 Oktober 2025, meliputi tes teori, praktik, hingga kunjungan edukatif. Selain itu, peserta juga mendapat kesempatan bertemu langsung dengan ilmuwan dan praktisi nasional dalam sesi inspiratif.
Dengan dukungan penuh dari Puspresnas, BPTI, Kemendikdasmen, dan UMM, ajang ini diharapkan bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan pelajar Indonesia. (#)
Penyunting Mohammad Nurfatoni












