Feature

Tiga Hari Bersama Kopasgat: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Disiplin di Telaga Sarangan

50
×

Tiga Hari Bersama Kopasgat: Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Disiplin di Telaga Sarangan

Sebarkan artikel ini
Peserta Outbound Learning siswa kelas V Sekolah Kreatif Baratajaya berenang menuju tepian usai mengikuti games air di tengah Telaga Sarangan, Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembelajaran karakter bersama prajurit Kopasgat 463 Madiun untuk menumbuhkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama. (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Tiga hari bersama prajurit Kopasgat 463 Madiun menjadi pengalaman tak terlupakan bagi siswa Sekolah Kreatif Baratajaya. Dari latihan militer hingga permainan air di Telaga Sarangan, mereka belajar disiplin, kepemimpinan, dan kerja sama dalam suasana penuh semangat dan keceriaan.

Tagar.co — Kabut tipis masih menyelimuti kompleks Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) 463 Madiun ketika suara pelan azan Subuh terdengar, Kamis (6/11/2025).

Di tengah hawa dingin pegunungan, para siswa Sekolah Kreatif Baratajaya sudah berbaris rapi menunaikan salat subuh berjemaah. Hari itu menjadi hari ketiga rangkaian outbound yang penuh pengalaman berharga—dan Telaga Sarangan menjadi tujuan penutup yang paling ditunggu.

Baca juga: Dari Menara 30 Meter, Siswa Sekolah Kreatif Baratajaya Belajar Arti Keberanian

Usai olahraga pagi dan sarapan, para siswa mulai berkemas. Empat truk TNI Kopasgat 463 telah disiapkan untuk mengantar rombongan menuju lokasi kegiatan berikutnya.

Di sela kesibukan itu, para leader yang telah dipilih hari sebelumnya tampak sibuk menjalankan perannya masing-masing: ada leader doa, leader tempat tidur, leader makan, hingga leader kebersihan dan barisan.

Baca Juga:  Pendampingan Umsura Bikin Anak-Anak Rumah Singgah Al-Furqon Belajar dengan Gembira

Semua berjalan disiplin — cermin dari komitmen Sekolah Kreatif Baratajaya (SD Muhammadiyah 16 Surabaya) dalam menumbuhkan tanggung jawab dan kemandirian siswa, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Peserta Outbond Learning siswa kelas V Sekolah Kreatif Baratajaya mengantre untuk memakai perlengkapan sefty air di Telaga Sarangan Kamis (6/11/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Perjalanan Menuju Telaga yang Memukau

Perjalanan menuju Telaga Sarangan terasa menyejukkan. Di sepanjang jalan, hamparan sawah dan ladang bawang merah berpadu dengan lereng-lereng bukit hijau yang menawan. Tawa dan keceriaan siswa mengalun di udara, menandai semangat petualangan mereka yang belum surut meski tiga hari penuh kegiatan telah dijalani.

Setibanya di kawasan wisata, para siswa berkumpul di basecamp Gaha Cirro Stratus. Di tepi danau, sejumlah pelatih dari Kopasgat — di antaranya Kopral Agung Candra dan Kopral Tantri Adi — sudah bersiap dengan perahu karet, pelampung, dan perlengkapan keselamatan air.

“Naah, adik-adik, kalian harus memakai pelampung demi keselamatan. Setelah games, kalian akan berenang menuju tepi. Jangan panik, karena kalian sudah memakai pelampung,” ujar Kopral Tantri Adi, memberi instruksi tegas namun hangat.

Serunya Permainan di Tengah Telaga

Satu per satu siswa menuruni tangga menuju danau. Perahu karet mengapung membawa kelompok putra dan putri bergantian. Begitu tiba di tengah telaga, dua perahu berpapasan — seketika riuh tawa pecah. Bom air warna-warni beterbangan ke segala arah, membentuk pelangi kecil di atas permukaan air. Setelah games usai, para siswa meloncat ke danau yang dingin, berenang sekuat tenaga menuju tepi sambil bersorak gembira.

Baca Juga:  Dari Jalan Baratajaya hingga Stasiun Gubeng, Siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya Tebar Takjil

“Menurutku, di hari ketiga ini yang paling seru adalah games lempar air warna-warni di Telaga Sarangan!” ujar Kanaya Zahira Pane, salah satu peserta outbound, sambil tertawa lepas.

Namun, bagi Aisyah Zakiyah, momen paling berkesan justru bukan di telaga. “Kalau main air sudah biasa, karena aku bisa renang. Yang paling menegangkan itu rappling di markas Kopasgat. Aku sampai nervous banget,” ujarnya dengan mata berbinar.

Senada dengan Aisyah, Nadja Athifa Ma’ruf menimpali, “Kalau di Telaga Sarangan seru-seru saja, tapi rappling itu benar-benar menantang!”

Perwakilan siswa bersama Wakil Kepala Sekolah Suyono (kiri) memberikan cendera mata dan ucapan terima kasih kepada perwakilan Kopasgat 463 Madiun di Telaga Sarangan Kamis (6/11/2025) (Tagar.co/Ahmad Mahmudi)

Belajar Kepemimpinan, Kedisiplinan, dan Kerja Sama

Selepas kegiatan air, para siswa menyerahkan cenderamata kepada para pelatih. “Semoga ilmu yang kalian dapatkan di sini bermanfaat bagi masa depan,” pesan Kopral Agung Candra saat penutupan acara.

Menjelang sore, sekitar pukul 15.30 WIB, rombongan kembali menuju Stasiun Kota Madiun untuk pulang ke Surabaya dengan Kereta Sancaka. Tiga hari bersama para prajurit Kopasgat 463 Madiun telah meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Bagi siswa Sekolah Kreatif Baratajaya, outbound ala tentara ini bukan sekadar rekreasi. Ia menjadi pelajaran tentang kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan—bekal penting untuk menapaki masa depan dengan karakter yang kuat dan tangguh. (#)

Baca Juga:  Tapak Suci, Deep Learning, dan Pendidikan Karakter di Sekolah Kreatif Baratajaya

Jurnalis Ahmad Mahmudi Penyunting Mohammad Nurfatoni