
Menara setinggi 30 meter di Kopasgat 463 Madiun menjadi saksi keberanian siswa Sekolah Kreatif Baratajaya. Mereka menaklukkan rasa takut dan belajar arti disiplin ala prajurit sejati.
Tagar.co — Serunya kegiatan Outbound Learning kelas V Sekolah Kreatif Baratajaya di Markas Kopasgat 463 Madiun menjadi pengalaman tak terlupakan. Kegiatan yang berlangsung Rabu (5/11/25) sejak pagi hingga malam ini bukan sekadar petualangan biasa, melainkan latihan kedisiplinan dan keberanian ala militer yang membentuk karakter kesatria para siswa sejak dini.
Setelah siang harinya melakukan kunjungan edukatif ke Pangkalan Udara Iswahyudi, sore hari para siswa diajak para prajurit Kopasgat untuk menaklukkan berbagai rintangan.
Baca juga: Dari Pangkalan Udara ke Dapur Tempe: Outbound Sekolah Kreatif Baratajaya Penuh Inspirasi
Mereka berlari, merayap, meniti tali, melompati balok kayu, hingga menghadapi tantangan tertinggi: rappling dari menara setinggi 30 meter. Suasana kompleks Kopasgat semakin hidup dengan raungan mesin jet tempur yang berlatih di udara, seolah menjadi latar heroik bagi petualangan anak-anak Baratajaya.

Peluit Kesatria di Sore Hari
Dua kali peluit panjang ditiup keras, memecah kesunyian sore. Suaranya menembus pepohonan dan menjadi aba-aba bagi para siswa untuk segera berkumpul di lapangan utama. Dari sana, mereka diarahkan menuju menara tinggi tempat latihan rappling para prajurit TNI AU.
Kopral Agung Candra, koordinator lapangan kegiatan tersebut, tampak sigap memeriksa helm, sarung tangan, dan tali pengaman. “Keselamatan dan keamanan adalah yang utama. Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan lancar,” ujarnya sembari memberi instruksi pada tim pelatih.
Satu per satu siswa mengenakan perlengkapan dan bersiap menaiki menara. Di setiap titik sudah berjaga pelatih yang memastikan semua prosedur keselamatan dipatuhi. “Rappling ini latihan keberanian. Kalau takut, lihatlah ke depan dan nikmati pemandangan seperti lukisan. Jangan tengok ke bawah!” seru Kopral Roni Setiawan memberi semangat.
Jiwa Pemberani di Usia Dini
Siapa sangka anak-anak usia SD berani menuruni menara setinggi 30 meter dengan tali di pinggang? Namun, siswa Sekolah Kreatif Baratajaya membuktikannya. Tak ada wajah takut, yang tampak justru senyum dan sorak kegembiraan. Jiwa kesatria seolah berkobar di dada mereka.
“Ternyata tidak hanya sekadar outbound, tapi latihan kedisiplinan ala militer yang ditempa langsung oleh kakak-kakak dari Kopasgat. Sekolah Kreatif memang selalu punya kejutan,” ujar Taufik, salah satu guru pendamping, sambil tersenyum bangga.
Gala Ali, salah satu peserta, mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. “Aku senang banget outbound di sini, seru bareng kakak TNI, dan aku berani rappling dari ketinggian!” ujarnya antusias.

Api Unggun Penutup yang Hangat
Menjelang malam, setelah kegiatan outbound berakhir, para siswa diarahkan untuk bersih diri dan makan malam bersama di barak. Malam itu mereka menyalakan api unggun sebagai simbol perpisahan dan kebersamaan di kompleks Kopasgat.
“Anak-anak menikmati sekali suasana malam terakhir. Mereka menyalakan api unggun, menampilkan hiburan, dan menikmati momen penuh keakraban,” tutur Ustazah Rima Fatmaningsih, S.Pd., guru pendamping.
Malam api unggun ditutup dengan doa bersama dan makan bakso hangat. Dalam suasana penuh rasa syukur dan kebersamaan itu, para siswa kembali ke barak untuk beristirahat—membawa pulang pengalaman berharga tentang keberanian, disiplin, dan semangat pantang menyerah. (#)
Jurnalis Agus Mulyadi Penyunting Mohammad Nurfatoni












