Feature

12 Teladan Maryam: Kunci Sukses Pendidikan Anak

68
×

12 Teladan Maryam: Kunci Sukses Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini
Dzurrotul Masduqoh, M.Pd. menyampaikan kisah Ibunda Maryam dalam GPM PCA Wringinanom. (Tagar.co/Kusmiani)

Pimpinan Cabang Aisyiyah Wringinanom Gresik adakan kajian inspiratif tentang 12 teladan Maryam dalam mendidik anak. Panduan lengkap bagi para ibu modern.

Tagar.co – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wringinanom Gresik, Jawa Timur, baru saja mengadakan kajian bulanan Gerakan Perempuan Mengaji (GPM), Ahad (22/6/2025). Pertemuan yang memadati Masjid Al Mukminun PRA Panggang itu mengangkat tema “Mengenal dan Meneladani Kisah Perjuangan Maryam Ibunda Nabi Isa As.”

Mereka mendatangkan Dzurrotul Masduqoh, M.Pd. untuk mengisi kajian tersebut. Jamaahnya hadir perwakilan dari delapan ranting Aisyiyah.

Ustazah Dzurro, demikian sapaan akrabnya, membuka kisahnya dengan menyoroti pendidikan atau tarbiyah yang dapat mereka ambil dari Keluarga Imran dan Ibunda Hanna. Ia menguraikan, persiapan calon ayah dan ibu menjadi fondasi utama.

Hanna, istri Imran, dia gambarkan sebagai sosok yang bersih dan suci, serta sangat berhati-hati dalam mempersiapkan diri sebelum menikah. “Ibunda Hanna dan Imran adalah pasangan yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’an. Bahkan nama Imran menjadi nama surat di Al-Quran,” jelas Ustazah Dzurro, yang juga menjabat Ketua Majelis Tarjih dan Ketarjihan PCA Cerme.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya doa yang istikamah bagi seorang ibu kepada anaknya. Sebagaimana Ibunda Hanna yang tiada henti memohon anak saleh dan mengabdi kepada Allah. Bahkan, saat mengandung, Ibunda Hanna bernazar agar janinnya kelak menjadi hamba yang mengabdi di Masjid Allah.

Baca Juga:  Apresiasi Kinerja, Lazismu Gresik Anugerahkan Kantor Layanan Terbaik 2026

“Karena kita adalah hamba yang terbatas, hanya Allah yang dapat memudahkan kita. Kita bisa berdoa dengan menyebut Asma Allah. Seperti Al-Wahhab, Yang Maha Pemberi tanpa batas. Doa ‘Rabbi habli minasshalihin‘ adalah turunan dari Al-Wahhab,” paparnya.

Ia menambahkan, “Hal ini tertuang dalam Qur’an Surat Ali Imran ayat 35. Inilah contoh wanita salehah, di tiga bulan pertama kehamilan, meski mual muntah, ia menjalani dengan sabar dan banyak berdoa.”

Jemaah fokus menyimak Dzurrotul Masduqoh, M.Pd. dalam GPM PCA Wringinanom. (Tagar.co/Kusmiani)

Pilar Pendidikan Anak Saleh

Ustazah Dzurro kemudian menjabarkan beberapa pilar pendidikan anak saleh lainnya yang dapat mereka teladani dari kisah Maryam. Pilar keempat, menyediakan tempat persalinan yang terbaik.

Lulusan SD hingga S1 dari perguruan Muhammadiyah ini mengutip Quran Surat Maryam (19):16-24. Ayat ini mengisahkan Bunda Maryam menuju persalinan di dekat Baitul Maqdis.

Kemudian, pilar kelima, menjaga batas (pasang tabir) demi kehormatan (sifat iffah). “Bunda Maryam, ketika didatangi manusia penjelmaan malaikat, langsung berdoa berlindung kepada Allah dan mengingatkan tentang takwa,” tegasnya.

Pilar keenam, memberi nama yang baik saat lahir. Hal ini tertuang dalam Quran Surat Ali Imran ayat 36. “Bunda Hanna memberi nama Maryam, yang berarti pelayan Tuhan, karena sudah bernazar sebagai pelayan Masjid. Meskipun dalam hati Bunda Maryam menginginkan bayi laki-laki, yang lahir adalah perempuan, dan itu merupakan pilihan Allah yang terbaik,” urainya.

Baca Juga:  Wajah Baru Muhammadiyah Banjarsari Siap Beraksi

Selanjutnya, pilar ketujuh, mendoakan kebaikan anak dan keturunannya agar terhindar dari tipu daya setan yang terkutuk. Doa yang dia anjurkan: ‘U’idzuka/ki bikalimatillahittammah minkulli syaitani wahammah wa minkulli ainillammah’.

“Ibu-ibu! Tolong biasakan terapi bayi kita sebelum tidur dengan membacakan ayat rukyah yang berisi Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Insyaallah setan tidak akan mengganggu,” pintanya.

Pilar kedelapan, mencarikan pendidikan dan guru terbaik untuk anak. Dalam Qur’an surat Ali Imran ayat 37, nazar Bunda Hanna Allah terima. Allah pun memperhatikan pertumbuhan Maryam, bahkan bayi yang baru lahir seolah sudah berumur satu tahun.

“Bunda Hanna mencari seseorang yang dapat mendidik Bunda Maryam sejak bayi, dan bertemulah beliau dengan para rahib,” tandasnya.

Dua puluh sembilan rahib, bahkan berebut untuk merawat Bunda Maryam. Hingga akhirnya undian memilih Nabi Zakaria sebagai pengasuh dan pendidiknya.

Jemaah foto bersama Ustazah Dzurro dan aktivis PCA Wringinanom. (Tagar.co/Nabila)

 Investasi Dunia Akhirat

Pilar kesembilan, menyiapkan tempat pendidikan yang terbaik. Lulusan S2 Unsuri ini menjelaskan, “Jika Ibunda Maryam dibuatkan mihrab, maka kita sebagai ibu pilihlah tempat pendidikan yang terbaik bagi anak kita, seperti Muhammadiyah adalah tempat pendidikan yang terbaik, insyaallah.”

Ia menekankan, anak adalah aset terbaik di dunia dan akhirat. “Apa pun amalan baik yang diajarkan orang tua, jika diamalkan anaknya, pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah di alam kubur,” sambungnya.

Baca Juga:  Menilik Potensi Calon Murid di TK Alam Al-Ghifari

Adapun pilar kesepuluh, kabar gembira bagi Ibunda Maryam, yaitu cukupnya makanan yang halal, istimewa, dan baik oleh Allah.

“Setiap kali Nabi Zakaria menemui Maryam di mihrab, sudah tersedia buah-buahan yang langsung datang dari Allah. Itulah istimewanya Bunda Maryam. Begitu juga jika kita pasrahkan anak kepada Allah, maka Allah akan mencukupi rezeki mereka,” ujarnya.

Pilar kesebelas, mendekat kepada Allah dengan zikir. Seorang ibu harus selalu dan memperbanyak zikir.

“Zikir pagi, berdoa memohon kecukupan ilmu dan keselamatan, bisa kita lakukan di sela-sela kegiatan sebagai seorang ibu,” katanya.

Ia juga mengutip Quran Surat Ali Imran di mana Allah memerintahkan Ibunda Maryam untuk taat dan Allah akan mencukupinya.

Terakhir, pilar kedua belas, mendirikan salat. “Memperbanyak salat sunah, seperti salat duha, rawatib, tahajud, dan syuruk, bisa kita kerjakan,” ringkasnya. Setelah itu, Allah memberi kabar gembira dengan datangnya Nabi Isa dalam rahim Ibunda Maryam, yang diceritakan dalam Quran Surat Ali Imran ayat 45-47.

Di akhir kajian, ibu dari empat putri itu berdoa semoga Allah memberi keturunan yang saleh bagi jemaah semua. (#)

Jurnalis Kusmiani Penyunting Sayyidah Nuriyah