Feature

Pelukan Terakhir di Perpisahan MI Assa’adah Bungah

45
×

Pelukan Terakhir di Perpisahan MI Assa’adah Bungah

Sebarkan artikel ini
Tangis haru mewarnai perpisahan siswa kelas 6 MI Assa'adah Bungah. Pelukan terakhir dengan orang tua dan guru, diiringi lagu perpisahan, menandai akhir perjalanan pendidikan di madrasah.
Isak tangis dan pelukan orang tua di momen tasyakuran kelulusan kelas VI. (Tagar.co/Wahyu Setya)

Tangis haru mewarnai perpisahan siswa kelas VI MI Assa’adah Bungah. Pelukan terakhir dengan orang tua dan guru, diiringi lagu perpisahan, menandai akhir perjalanan pendidikan di madrasah.

Tagar.co – Aula Madrasah Ibtidaiyah Assa’adah (Mias) Bungah, Sabtu pagi, 21 Juni 2025, berselimut suasana haru. Sebanyak 34 murid kelas VI yang selama enam tahun belajar dan tumbuh bersama harus mengucapkan salam perpisahan.

Momentum Tasyakuran Kelulusan Kelas VI dan Pengambilan Rapor Tahun Ajaran 2024/2025 menjadi momen penuh makna. Acara mulai pukul 08.00 WIB. Para tamu undangan, termasuk wali murid, dewan guru, dan tokoh masyarakat setempat, memenuhi aula MI Assa’adah Bungah.

Suasana berubah menjadi penuh emosi saat satu per satu murid kelas VI maju ke atas panggung. Mereka menerima tanda kelulusan dan mempersembahkan dua lagu. Yakni “Salam Perpisahan” dan “Selamat Tinggal Guru dan Kawanku”. Pembacaan puisi oleh Al Maasul Qolbu Lauda’iy (kelas V) kian menambah syahdu suasana.

Di sudut kiri panggung, layar proyektor menampilkan foto dan video kenangan anak-anak kelas VI selama menimba ilmu di MI Assa’adah Bungah. Tak sedikit dari mereka menitikkan air mata. Air mata itu bukan semata karena sedih, tetapi juga karena rasa syukur dan cinta terhadap para guru yang membimbing tanpa lelah.

Baca Juga:  Ketika Kepala Spemdalas Lantumkan Lagu Sepohon Kayu di Leadership Training PR IPM

Untaian Kata Penuh Makna dan Air Mata

Bilqis Alicya Putri, perwakilan murid yang lulus, menyampaikan sambutannya dengan suara terbata-bata. “Terima kasih atas semua ilmu, nasihat, dan perhatian yang telah diberikan kepada kami. Semoga semua kebaikan Bapak dan Ibu Guru menjadi amal yang tak terputus,” ujarnya.

Kemudian Kepala MI Assa’adah Bungah, Nurul Khaniyah, S.Pd., menyampaikan kebanggaannya terhadap generasi penerus itu. “Anak-anakku, kalian bukan hanya lulus dari bangku madrasah, tapi juga lulus dari masa kecil yang penuh perjuangan,” ujarnya.

“Ingatlah Mias sebagai tempat kalian mendapat tempaan dan jadilah manusia yang berakhlak dan bermanfaat. Jaga salat, jaga akhlak, jaga nama baik orang tua, dan jaga nama baik almamater,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Dalam suasana penuh emosi, Nurul Khaniyah menyampaikan pesan menyentuh untuk para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Tak kuasa menahan air mata, ia mengajak seluruh orang tua kelas VI untuk naik ke atas panggung. Para orang tua menjemput anak-anak mereka sembari membawa setangkai bunga mawar.

Baca Juga:  Outbound di Pantai Putri Klayar Cairkan Kebersamaan Karyawan Zam Zam Amanah
Tangis haru mewarnai perpisahan siswa kelas 6 MI Assa'adah Bungah. Pelukan terakhir dengan orang tua dan guru, diiringi lagu perpisahan, menandai akhir perjalanan pendidikan di madrasah.
Persembahan lagu dari murid kelas VI yang lulus. (Tagar.co/Wahyu Setya)

Kenangan Abadi di Hati

Momen semakin mengharukan saat lagu “Selalu Ada di Nadimu” menggema. Muhammad Arfio Fayyadh (kelas IV Shofa) dan Fitria Thalita Zahra (kelas V) menyanyikannya, mengiringi prosesi tersebut. Satu per satu siswa berjalan menghampiri orang tua mereka, saling berpelukan dalam suasana penuh cinta dan haru.

Tak sedikit dari para hadirin yang menitikkan air mata menyaksikan pemandangan menyentuh itu.
Acara berakhir dengan doa, sesi foto, dan ramah tamah.

Perpisahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga menjadi kenangan manis yang akan membekas dalam hati seluruh keluarga besar MI Assa’adah Bungah. Meski bangku MI Assa’adah tak lagi mereka duduki, kenangan, pelajaran, dan cinta dari madrasah ini akan terus mereka bawa sepanjang perjalanan hidup. (#)

Jurnalis Wahyu Setya Penyunting Sayyidah Nuriyah