Feature

Syukur Kemerdekaan, SD Mumtas Gelar Tumpengan Merah Putih

33
×

Syukur Kemerdekaan, SD Mumtas Gelar Tumpengan Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Suasana kebersamaan terasa hangat di SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas). Usai upacara HUT RI ke-80, guru dan wali murid larut dalam tradisi tumpengan, simbol syukur dan persaudaraan yang menyatukan warga sekolah.
Kepala SD Mumtas M. Khoirul Anam, memberikan potongan nasi tumpeng kepada Ketua Ikwam Halimatuz Zuhriyah yang selalu setia mendukung program sekolah (Tagar.co/Husni M.)

Suasana kebersamaan terasa hangat di SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas). Usai upacara HUT RI ke-80, guru dan wali murid larut dalam tradisi tumpengan, simbol syukur dan persaudaraan yang menyatukan warga sekolah.

Tagar.co – Tagar.co – Merah putih masih berkibar gagah di halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya (SD Mumtas) pada Ahad (17/8/2025) pagi itu.

Usai upacara bendera, suasana tak lantas bubar. Guru, karyawan, dan pengurus ikatan wali murid (Ikwam) justru larut dalam momen lain yang tak kalah berkesan: tumpengan bersama di sekolah.

Baca juga: Mengukir Jejak di Hari Merdeka: Mumtas Luncurkan SPMB dan Mars Sekolah

Tumpengan—tradisi khas Nusantara—bukan sekadar nasi kerucut dengan aneka lauk di sekelilingnya. Di Mumtas, tumpengan menjadi lambang syukur, persaudaraan, sekaligus kebersamaan.

“Pada hari ini kita bukan hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga pencapaian bersama. Alhamdulillah, penerimaan murid baru tahun ajaran 2025–2026 telah memenuhi target,” ujar Kepala SD Mumtas, M. Khoirul Anam, sebelum memotong tumpeng.

Ia menambahkan, syukur juga dipanjatkan atas nikmat kemerdekaan yang sudah 80 tahun dinikmati bangsa Indonesia.

Baca Juga:  Menyusuri Jejak Langit: Dari Jabal Sur ke Jabal Rahmah

“Kemerdekaan ini kita isi dengan kerja sama, semangat belajar, dan saling mendukung demi generasi penerus yang lebih baik,” imbuhnya penuh semangat.

Potongan pertama tumpeng diberikan kepada dua sosok penting. Pertama, Halimatuz Zuhriyah, Ketua Ikwam Mumtas, yang selalu mendukung program sekolah. Kedua, Cholifatul Chasanah, S.Pd., Ketua SPMB 2026–2027 yang siap melanjutkan estafet perjuangan mendampingi calon siswa baru.

Suasana hangat kebersamaan, persaudaraan, dan guyub rukun antara guru dan Ikwam SD Mumtas yang terpadu dalam satu sajian, yakni makan tumpeng bersama (Tagar.co/Husni M.)

Tepuk tangan riuh menyambut momen itu. Kamera ponsel guru dan wali murid pun sibuk mengabadikan detik-detik pemotongan tumpeng. Tak lama kemudian, nasi tumpeng dengan lauk ayam, ikan laut, tempe, tahu, urap, peyek, hingga sambal goreng kelapa tersaji dan dibagikan.

Saat makan bersama dimulai, suasana semakin akrab. “Rasanya beda, lebih enak karena dimakan bareng-bareng,” celetuk Zainun Ni’mah yang langsung disambut tawa rekan-rekannya. Obrolan ringan pun mengalir, dari cerita keseharian mendampingi anak belajar hingga doa agar Mumtas semakin maju.

Tradisi sederhana ini menyampaikan pesan mendalam: kebersamaan adalah kekuatan. Seperti butiran nasi yang berpadu dalam satu tumpeng, warga Mumtas bersatu dalam visi yang sama—mendidik generasi emas bangsa dengan cinta dan tanggung jawab.

Baca Juga:  Menziarahi Masjid-Masjid Bersejarah di Madinah

Hari itu, bukan hanya perut yang kenyang, tetapi hati pun ikut terisi penuh. Tumpengan di Mumtas membuktikan bahwa persahabatan dan kerja sama selalu menjadi lauk paling lezat dalam kehidupan bersekolah. (#)

Penyunting Mohammad Nurfatoni