Feature

Kemendikdasmen Libatkan 70 Mitra Pendidikan, Perkuat Program Prioritas Nasional

35
×

Kemendikdasmen Libatkan 70 Mitra Pendidikan, Perkuat Program Prioritas Nasional

Sebarkan artikel ini
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto (kiri) dalam sebuah kegiatan (Dokumentasi Kemendikdasmen)

Kemendikdasmen menggandeng berbagai mitra pendidikan, dari NU hingga Muhammadiyah, Unicef hingga perguruan tinggi, untuk mempercepat implementasi program prioritas di ribuan sekolah.

Tagar.co — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Partisipasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dalam sejumlah program prioritas, antara lain penguatan pendidikan karakter, revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), revitalisasi satuan pendidikan, serta peningkatan implementasi pembelajaran mendalam (PM), koding, dan kecerdasan artifisial (KA).

Sebagai wujud partisipasi semesta, pada Juni 2025 Kemendikdasmen telah menggandeng berbagai mitra kerja sama. Di antaranya Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama, Pimpinan Pusat Himpunan Sekolah dan Madrasah Islam Nusantara, Majelis Pendidikan Kristen Indonesia (MPKI), Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK).

Juga Inovasi, Perkumpulan Ruang Belajar Aqil, Kelompok Kompas Gramedia, The SMERU Research Institute, Unesco, Unicef, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, serta perguruan tinggi dan yayasan pendidikan lainnya. Semua organisasi pendidikan tersebut bersepakat bersinergi dan berkolaborasi menyelaraskan program pendidikan.

Baca Juga:  Konferensi Internasional PAUD Tegaskan Komitmen Indonesia pada Wajib Belajar 13 Tahun

Tindak lanjut kerja sama ini antara lain berupa pelaksanaan bimbingan teknis penguatan pendidikan karakter, pembelajaran mendalam (PM), koding, dan kecerdasan artifisial (KA). Di semester kedua, kerja sama ini mulai berjalan secara bertahap di beberapa sekolah sasaran. Semua mitra yang telah menyusun rencana tindak lanjut akan difasilitasi oleh Kemendikdasmen.

Ruang lingkup kerja sama tak terbatas pada PM dan KA/koding, melainkan juga mencakup penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan UKS. Komitmen ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong mewujudkan pendidikan bermutu.

Bimbingan teknis di Jawa Tengah, misalnya, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dengan mitra. Kesiapan sekolah sasaran dan usulan tindak lanjut dari Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah menjadi dasar implementasi kegiatan tersebut.

Rencana serupa dengan mitra penyelenggara pendidikan lainnya juga akan dilakukan secara bertahap, termasuk di sekolah negeri, dengan skema pendanaan yang melibatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa Ditjen PAUD Dasmen telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra pendidikan.

Baca Juga:  Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Anak Indonesia

“Mitra yang telah diundang diberikan kesempatan untuk mengusulkan program Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang sesuai dengan program prioritas Kemendikdasmen. Usulan tersebut akan ditindaklanjuti berbasis kesiapan mitra dan usulan yang sudah masuk, ujar Gogot, dalam siaran pers Kemendikdasmen yang diterima Tagar.co, Senin 18 AGustus 2025 petang

Selanjutnya, Ditjen PAUD Dasmen akan melakukan rapat koordinasi guna memastikan semua mitra mendapatkan kesempatan yang sama. Yang belum memperoleh undangan pada kegiatan bimtek bulan ini akan difasilitasi pada kegiatan bimbingan teknis berikutnya,” ujar Gogot.

Ia menambahkan, program PM dan KA/koding merupakan program berkelanjutan yang ditargetkan bagi 45 ribu sekolah di seluruh Indonesia, penerima BOS Kinerja maupun BOS reguler dengan jumlah siswa besar. “Program ini tidak hanya berhenti di tahun ini, namun tahun 2025 menjadi awal mula penerapan PM dan KA/koding,” lanjutnya.

Pada Agustus 2025, Kemendikdasmen melalui Ditjen PAUD Dasmen juga berencana mengundang kembali 70 lembaga mitra kerja sama tahap kedua untuk menyusun tindak lanjut bimbingan teknis berbagai program prioritas. Ditjen PAUD Dasmen menegaskan akan terus terbuka terhadap partisipasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan demi mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. (#)

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan untuk Mencerdaskan dan Membentuk Karakter Bangsa

Penyunting Mohammad Nurfatoni