
Program Makan Bergizi Gratis disebut selaras dengan Gerakan 7 KAIH dan telah menjangkau 93 persen siswa. Pemerintah menegaskan program ini akan terus dilanjutkan dan diperkuat kualitasnya.
Tagar.co — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian tak terpisahkan dari agenda prioritas Presiden dan program Kemendikdasmen.
Penegasan itu dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Provinsi Jawa Tengah, Selasa (3/3/24).
Baca juga: UAS Khotbah di Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Ajak ASN Jadikan Kerja sebagai Ibadah
“MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari program Kemendikdasmen, terutama berkaitan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH),” ujar Mu’ti.
Ia menjelaskan, Kemendikdasmen saat ini menguatkan pendidikan karakter melalui Gerakan 7 KAIH yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Karena itu, Mu’ti menegaskan bahwa MBG memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan karakter peserta didik yang menjadi program prioritas pemerintah.
“MBG memiliki kaitan langsung dengan program Kemendikdasmen,” tegasnya.
Cakupan Program
Hingga saat ini, program MBG telah menyasar 49.614.433 penerima manfaat atau sekitar 93 persen dari total 53.394.878 siswa. Artinya, masih terdapat sekitar 3 juta siswa yang belum terjangkau.
Program ini juga telah menjangkau 288.845 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti memaparkan hasil riset bersama antara Kemendikdasmen dan LabSosio UI terkait implementasi MBG.
Temuan pertama menunjukkan bahwa MBG membantu murid memperoleh pangan bergizi, terutama bagi kelompok sosial-ekonomi rendah.
Kedua, program ini memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi murid, baik dari sisi kualitas produk maupun aktivitas makan bersama, yang berdampak pada meningkatnya semangat belajar.
Berdasarkan temuan tersebut, riset merekomendasikan agar program MBG dilanjutkan sekaligus ditingkatkan kualitas pelaksanaannya.
Anggaran Pendidikan Tetap Meningkat
Mu’ti juga menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG tidak mengganggu anggaran pendidikan. Ia menyebutkan bahwa pada 2026 anggaran pendidikan justru mengalami peningkatan signifikan.
Tambahan anggaran diperkirakan mencapai Rp100 triliun, antara lain untuk program revitalisasi 60.000 satuan pendidikan serta penambahan 2–3 unit Interactive Flat Panel (IFP).
Di akhir paparannya, Mendikdasmen mengutip kaidah fikih:
ما لا يدرك كلّه لا يترك كلّه
Ma la yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu. Artinya, “Apa yang tidak bisa dilaksanakan seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.”
Ia menegaskan, apabila dalam pelaksanaan MBG masih terdapat kekurangan, hal itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan program. (#)
Jurnalsi Azaki Khoirudin Penyunting Mohammad Nurfatoni












